PKPLA Makassar Resmi Dibuka, Pemuda Penguat Harmoni Umat Beragama

Kabar Utama346 Views

Makassar | Kabardamai.id | Program Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (PKPLA) Kota Makassar resmi dibuka pada Rabu, (11/10). Kegiatan yang bertajuk “Menyiapkan Pemimpin Muda yang Inklusif-Pluralis dan Pancasilais” ini akan dilaksanakan selama lima hari hingga 15 Oktober 2023. Pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan 30 penerima beasiswa PKPLA di Pantai Galesong, Makassar. 

Harkirtan Kaur, Ketua Pelaksana PKPLA Kota Makassar mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan ruang jumpa bagi generasi muda untuk mengembangkan diri, menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan pengalaman. “Tidak hanya kemampuan menjadi seorang pemimpin, namun juga disertai dengan perspektif dan kecakapan kepemimpinan yang inklusif-pluralis dan pancasilais,” ucap Kirtan.

Baca juga: Pemuda Pelopor Perdamaian untuk Masa Depan yang Harmonis (kabardamai.id)

Senada dengan Harkirtan, Wakil Direktur Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Achmad Nurcholish mengatakan ruang perjumpaan ini dibuat untuk mewadahi aktivis yang sering merasa sendiri saat berjuang untuk isu toleransi. “Sejatinya, pertemuan ini adalah tempat belajar untuk kita semua melalui pengalaman sosial beragama masing-masing,” ucap Nurcholish.

Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan, Adrie Massie dalam sambutannya berharap semua peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan untuk menciptakan Indonesia yang damai dan sejahtera. “Toleransi dalam berbagai agama itu dikenal dengan cinta, kasih, rahmat, dan rukun,” tandas Adrie. 

Pembukaan diresmikan secara simbolis dengan penyematan tanda pengenal peserta oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Muhammad Dasysyara Dahyar. Dahyar juga memberikan dukungannya untuk pelaksanaan program PKPLA. “Mempersiapkan pemimpin muda di masa depan adalah hal yang terus kita bangun untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan moderat,” ungkap Dahyar. 

 

Reporter: Nurul Sayyidah Hapidoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *