PKPLA Kelas Penguatan: Membangun Pemimpin Muda Tanggap Konflik

Kabar Utama141 Views

Kabardamai.id | Bali | Kelas Penguatan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (PKPLA) menyuguhkan materi terkait “Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik” dalam rangka menangani intoleransi dan kekerasan/ekstrimisme di Indonesia. Ragam tantangan masyarakat majemuk dan urgensinya menjadi salah satu pokok bahasan dalam diskusi pada Kamis, (30/11).

Laus Deo Calvin Rumayom, Dosen Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih hadir menjadi narasumber. Ia mengatakan konflik tidak selamanya buruk, konflik dapat membawa dampak positif dan memiliki potensi untuk memicu perubahan yang konstruktif.

“Konflik yang dielaborasi dan dikelola dengan bijak dapat membawa pemahaman yang lebih baik di antara pihak yang terlibat. Hal ini bisa membantu memperbaiki hubungan yang mungkin telah mengalami ketegangan sebelumnya,” ungkap Laus.

Lebih lanjut, katanya, konflik dapat meningkatkan keterlibatan dan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Melalui konflik, masalah-masalah yang mungkin tersembunyi dapat diidentifikasi dan diatasi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja organisasi atau kelompok.

Baca juga: Pemuda Lintas Agama Bangun Kesadaran Lingkungan Melalui Kelas Penguatan PKPLA (kabardamai.id)

Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) hendak mengajak peserta untuk memahami resolusi konflik dan peran organisasi masyarakat sipil agar dapat mengimplementasikan studi perdamaian dan resolusi konflik di daerah masing-masing. Pasalnya, menciptakan pemimpin yang pandai dalam manajemen konflik adalah tujuan dari terlaksananya PKPLA. 

Akbar Musfatir, Koordinator PeaceGeneration Indonesia Wilayah Makassar mengatakan konflik karena perbedaan itu tidak menarik, karena ketidakseragaman yang memberikan warna dan kekayaan pada pengalaman manusia. “Konflik yang muncul dari perubahan membuat masyarakatnya menjadi lebih terbuka terhadap ide baru dan membangun kesadaran bahwa keberagaman adalah salah satu hal yang membuat kehidupan menjadi menarik,” kata Akbar.

 

Reporter: Nurul Sayyidah Hapidoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *