Harmoni Agama dan Perdamaian: Mempelajari Pesan Damai Agama bersama Mundiro Lailatul Muawaroh

Kabar Utama164 Views

Kabardamai.id | Bali | Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) merancang modul khusus untuk kelas penguatan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (PKPLA). Pelatihan ini diselenggarakan mulai 29 November – 3 Desember 2023 di Hotel BloO, Bali.

Mundiro Lailatul Muawaroh, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menjadi narasumber pertama pada kelas penguatan PKPLA. Beliau mengajak peserta berdiskusi terkait dengan “Agama dan Perdamaian”, Rabu (29/11). Tentu, materi ini sangat memiliki keterkaitan erat dengan rekam jejak dan pendidikan yang beliau ambil selama ini. 

Diskusi diawali dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana, seperti “Apa peran agama untuk manusia?” “Kenapa tindakan intoleransi, kekerasan dan terorisme seringkali mengatasnamakan agama? Pertanyaan tersebut memicu diskusi hangat di antara peserta sebelum narasumber menyampaikan pengetahuan dan wawasannya. 

Tujuan dari materi ini adalah agar peserta memahami kembali peran agama bagi manusia, memahami pesan-pesan perdamaian dari ajaran agama, dan memahami akar masalah kenapa agama menjadi pemicu sikap intoleran, kekerasan/ekstrimisme dan juga tindakan terorisme. ICRP sebagai penyelenggara acara juga ingin peserta dapat memahami peran penting umat dan tokoh agama dalam menjaga kebhinekaan, toleransi dan perdamaian. 

Ella (sapaan untuk narasumber) menyampaikan pesan-pesan perdamaian dalam ajaran agama-agama. Ia memiliki banyak koleksi kitab suci agama-agama, ia mengutip Matius 5: 9 yang membawa pesan perdamaian agar orang-orang senantiasa berbahagia. Selain itu, ia juga menyampaikan isi dari kitab Susi dari Konghucu yang mengajarkan aturan tentang tata perbuatan baik. 

Tia Mega Utami, Peserta Kelas Penguatan PKPLA mengatakan agama itu adalah untuk humanisasi, pembebasan dan spiritual. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa agama sejatinya mengajarkan ttg kemanusiaan. Terkait dengan pembebasan, agama punya misi untuk membebaskan manusia dari keterpurukan. Kemudian, soal spiritual, umat beragama beragama mesti memahami bahwa agama adalah sumber pencerahan.

 

Reporter: Nurul Sayyidah Hapidoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *