Langkah Lanjutan ICRP: Membangun Masyarakat Damai Melalui Kelas Penguatan PKPLA di Bali

Kabar Utama93 Views

Kabardamai.id | Bali | Kelas Penguatan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (PKPLA) telah dibuka pada Rabu, 29 November di Bali. Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) mengambil langkah lanjutan setelah suksesnya program PKPLA di tiga kota sebelumnya, yaitu Palembang, Yogyakarta-Magelang, dan Makassar. 

Pada kelas penguatan, peserta akan mengikuti pelatihan yang lebih mendalam dan berfokus pada pengembangan pemimpin muda yang menunjukkan potensi dan komitmen selama pelatihan sebelumnya. Terdapat 23 peserta terpilih dari program PKPLA sebelumnya berdasarkan hasil laporan studi lapangan mereka. 

Adapun peserta terpilih kelas penguatan PKPLA berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya:

  1. Herman Bakti Manullang (Medan)
  2. Mega Sukma (Bangka Belitung)
  3. Ni Putu Eka Budi P.W.D (Padang)
  4. Mohammad Ghozali (Bangka Tengah)
  5. Ahmad Zamzami (Kalimantan Tengah)
  6. Aminullah (Madura)
  7. Deskha Noor Alif (Bandung)
  8. Diah Ariyani (Klaten)
  9. Emma Lorenz Tampubolon (Bandung)
  10. Nadiya Galang Kaharap (Palangkaraya)
  11. Roudhotul Jannah (Sukoharjo)
  12. Salsabilla Faiqah (Yogyakarta)
  13. Sinta Dewi Wulandari (Sragen)
  14. Tia Mega Utami (Jakarta)
  15. Vevi Alfi Maghfiroh (Indramayu)
  16. Jung Nurshabah Natsir MB (Pinrang)
  17. Erwin (Makassar)
  18. Gabriel Edo (Mamasa)
  19. Syafri Arifuddin Masser (Mamuju)
  20. Loans Clara (Makassar)
  21. Mahamaya Yesya W. (Makassar)
  22. Nurfadilah (Kab. Barru)
  23. Akbar Musfatir (Pinrang)

Pada kelas penguatan, peserta terpilih akan dibimbing untuk mengasah keterampilan kepemimpinan melalui sesi interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi situasi kepemimpinan. Selain itu, peserta juga akan diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan-tantangan khusus yang dihadapi oleh pemimpin lintas agama dan cara mengatasi perbedaan dalam konteks keagamaan.

ICRP sebagai penyelenggara acara hendak menciptakan jaringan pemimpin muda yang kuat dan berkomitmen untuk membangun masyarakat yang lebih damai, inklusif, dan beragam. Lebih lanjut, tujuannya adalah bukan hanya untuk menciptakan pemimpin yang efektif tetapi juga agen perubahan yang positif dalam mempromosikan toleransi dan dialog antaragama.

 

Penulis: Nurul Sayyidah Hapidoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *