Pasca Gencatan Senjata, PBB Tekankan Pentingnya Perdamaian Israel-Palestina

Kabar Manca74 Views

Kabar Damai | Senin, 24 Mei 2021

Gaza | kabardamai.id | Dewan Keamanan PBB mendesak agar Israel dan Palestina mematuhi kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Desakan ini disampaikan dalam pernyataan pertama Dewan Keamanan sejak kekerasan di Gaza pecah pada 10 Mei lalu.

Melansir Republika (23/5), dalam pernyataan yang ditandatangani 15 negara anggotanya itu, Dewan Keamanan mengatakan mereka ‘berduka atas hilangnya nyawa warga sipil akibat kekerasan’. Mereka juga menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina terutama di Gaza.

Pengeboman yang dilakukan Israel di Gaza menggugurkan 248 orang termasuk 66 anak-anak dan lebih dari 1.900 lainnya terluka. Setidaknya 12 orang Israel tewas akibat serangan roket dari Gaza. Dewan Keamanan juga mendesak agar kedua belah pihak kembali menciptakan ketenangan.

“Menegaskan kembali pentingnya meraih perdamaian komprehensif berdasarkan visi kawasan di mana dua negara demokratis, Israel dan Palestina, hidup damai dengan perbatasan yang aman dan diakui,” kata Dewan Keamanan dalam pernyataannya seperti dikutip Aljazirah, Minggu, 23 Mei 2021.

Baca Juga: Pemimpin Dunia dan PBB Menanggapi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat (AS), memblokir empat proposal pernyataan yang didukung semua negara anggota Dewan Keamanan lainnya untuk mendesak gencatan senjata. AS beralasan langkah tersebut dapat menghalangi upaya pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mengakhiri operasi militer Israel.

Sabtu (22/5) kemarin Qatar berjanji bekerja sama dengan negara-negara Arab dan Muslim untuk menghentikan Israel menyerang Palestina. Sementara itu dalam resolusinya parlemen Mauritania mendesak Mahkamah Pidana Internasional untuk mendakwa pejabat Israel atas ‘genosida’ dalam operasi militer di Gaza.

Paus Fransiskus Ajak Doa Bersama untuk Perdamaian

Sebelumnya, Paus Fransiskus pada Jumat (21/5/2021) memuji gencatan senjata Israel-Hamas dan meminta seluruh Gereja Katolik berdoa bersama untuk perdamaian.

“Saya berterimakasih kepada Tuhan atas keputusan untuk menghentikan konflik bersenjata dan tindakan kekerasan, serta saya berdoa untuk jalan dialog dan perdamaian,” ujar Paus Faransiskus, seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat, 21 Mei 2021.

“Besok malam, Catholic Ordinaries of the Holy Land bersama dengan umat beriman, akan berkumpul untuk merayakan Vigil of Pentecost di Geereja Saint Stephen di Yerusalem dan untuk memohon anugerah perdamaian,” lanjutnya.

“Saya mengambil kesempatan ini untuk meminta semua pendeta dan umat Gereja Katolik untuk mempersatukan diri secara spiritual dengan doa ini,” ungkapnya.

“Semoga setiap komunitas berdoa kepada Roh Kudus ‘agar orang Israel dan Palestina dapat menemukan jalan dialog dan pengampunan, bersabar membangun perdamaian dan keadilan, dan terbuka, selangkah demi selangkah, pada harapan bersama, untuk hidup berdampingan di antara saudara dan saudari’,” jelasnya, seperti dikutip Kompas.Com (21/5).

Gus AMI: Indonesia Harus Jadi Mediator Perdamaian

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi keputusan kedua negara untuk mengakhiri gencatan senjata sebagai upaya mengakhiri kekerasan di wilayah Gaza.

”Alhamdulillah soal Palestina sudah ada perkembangan baik (gencatan senjata), tapi harus ada solusi. Sangat bagus kalau Indonesia menjadi penengah. Karena cara keras, protes semua tak ada hasilnya. Cara mengancam juga tidak ada hasilnya semua tetap sama. Persoalannya sama. Tidak ada jalan lain selain duduk bersama,” ujar Gus AMI- sapaan akrab Muhaimin Iskandar di sela acara nonton bareng film Tjoet Nja’ Dhien di Plaza Senayan XXI, Jumat, 21 Mei 2021.

Dalam kesempatan nobar tersebut, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengenakan kasos bertuliskan “Save Gaza Palestine” sebagai bentuk dukungan moral kepada rakyat Palestina.

Dikatakan Gus AMI, selain gencatan senjata, kedua negara harus duduk bersama untuk mewujudkan kedamaian yang sejati. Sebab, konflik kedua negara telah berlangsung cukup lama dan selalu terulang berkali-kali.

“Setelah adanya kesepakatan gencatan senjata, harus dilakukan dengan pertemuan lanjutan, kedua negara duduk bersama. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, bila perlu cukup strategis untuk mengambil peran sebagai mediator. Indonesia harus membantu Palestina menegosiasikan dengan Israel untuk solusi perdamaian,”tutur Gus AMI, seperti dikutip beritajatim.com (21/5).

Sekjen PBB: Gaza adalah Bagian Integral dari Palestina

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres memberikan tanggapan atas peristiwa terbaru ini.

Ia menekankan bahwa para pemimpin Israel dan Palestina memiliki tanggung jawab di luar pemulihan ketenangan untuk memulai dialog serius guna mengatasi akar penyebab konflik.

“Gaza adalah bagian integral dari negara Palestina di masa depan, dan perlu upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional yang nyata yang mengakhiri perpecahan,” ujarnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengaku akan tetap berkomitmen untuk bekerja dengan PBB dan pemangku kepentingan internasional lain untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang cepat dan untuk mengumpulkan dukungan internasional bagi orang-orang di Gaza dan dalam upaya rekonstruksi Gaza.

“Saya yakin orang Palestina dan Israel sama-sama berhak untuk hidup dengan aman dan terjamin, serta menikmati kebebasan, kemakmuran, dan demokrasi yang setara. Pemerintahan saya akan melanjutkan diplomasi kami yang tenang dan tanpa henti menuju tujuan itu. Saya yakin kami memiliki kesempatan sejati untuk membuat kemajuan dan saya berkomitmen untuk bekerja untuk itu,” tandasnya.

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *