by

Zona Merah (Lagi), Gubernur Kalbar Keluarkan Instruksi Penanganan Covid-19 di Pontianak

Kabar Damai I Kamis, 1 Juli 2021

Pontianak I Kabardamai.id I Sehubungan dengan terbitnya peta epidemiologi yang dirilis oleh SATGAS Penanganan COVID-19 Nasional tanggal 27 Juni 2021 dimana Kota Pontianak masuk dalam Zona Resiko Tinggi (merah) maka sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021 diinstruksikan  kepada SATGAS Penanganan COVID-19 Kota Pontianak untuk mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pembatasan kegiatan perkantoran/tempat kerja dengan menerapkan work from home (WFH) 75% (tujuh puluh lima persen) dan Work From Office (WFO) sebesar 25% (dua puluh lima persen).
  2. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi tempat pendidikan/pe;atihan) secara daring (online).
  3. Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum (warung makan, rumah makan, café, warung kopi, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada dilokasi tersendiri maupun dilokasi pada pusat perbelanjaan/mall:
  4. Makan/minum ditempat sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari kapasitas ruangan.
  5. Jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB.
  6. Pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 25% (dua puluh lima persen).
  7. Untuk pelaksanaan kegiatan ibadah lebih mengutamakan ibadah di rumah.

Baca Juga: Menjadi Barnabas di Tengah Pandemi

  1. Pelaksanaan kegiatan pada era publik (fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya) ditutup untuk sementara waktu.
  2. Pelaksanaan kegiatan seni, budaya, dan sosial kemasyarakatan dilokasi seni budaya dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian ditutup untuk sementara waktu.
  3. Pelaksanaan kegiatan rapat dan seminar dan pertemuan tatap muka secara langsung ditiadakan.
  4. Pelaksanaan resepsi, hajatan yang menimbulkan keramaian tidak boleh dilaksanakan sampai dengan tanggal 14 Juli 2021.
  5. Terus menerus melaksanakan kegiatan penemuan kasus suspek dan pelacakan kontak erat serta melakukan testing baik menggunakan Tes Rapid Antigen maupun metode RT-PCR.
  6. Melaksanakan isolasi mandiri/terpusat pada kasus konfirmasi COVID-19 dengan pengawasan yang ketat.
  7. Menambah kapasitas tempat tidur perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit.
  8. Menyiapkan peralatan, obat-obatan, bahan medis habis pakai dan tenaga kesehatan untuk mendukung operasional Rumah Sakit dalam penanganan COVID-19.
  9. Melaksanakan himbauan dan razia ditempat-tempat umum terhadap disiplin pelaksanaan protokol kesehatan.
  10. Melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19.
  11. Mengoptimalkan pelaksanaan PPKM berskala Mikro hingga tingkat RT.

Instuksi tertanda Gubernur Kalbar, Sutarmidji ini dikeluarkan 29 Juni 2021 dengan Nomor: 445/5987/DINKES-YANKES C. Melalui instuksi ini, seluruh masyarakat diminta untuk melaksakan sebagaimana mestinya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed