by

Yenny Wahid: Tips Pentingnya Mengajari Life Skill Pada Anak

Kabar Damai I Sabtu, 25 Desember 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Memastikan dan memantau tumbuh kembang anak menjadi keharusan yang senantiasa dilakukan oleh orang tua. Hal ini karena masa-masa menjadi anak-anak merupakan fase belajar yang diperlukan untuk kebutuhan dirinya kelak.

Peranan orang tua tentu juga sangat besar dalam pembentukan soft skill terhadap anak tersebut. Melalui upaya-upaya yang baik dan tepat, dapat membantu anak menjadi pribadi yang tangguh nantinya.

Melalui kanal youtube nya, Yenny Wahid menjelaskan tentang pentingnya mengajari anak tentang soft skill. Menurutnya, melalui pendampingan yang baik dapat mengantarkan anak menuju kesuksesan.

“Salah satu tugas kita sebagai orag tua adalah mendidik dan membesarkan anak-anak kita agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, pribadi yang percaya diri dan pribadi yang berani mengambil risiko agar mereka bisa meraih kesuksesan dikemudian hari,” ungapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan-tantangan senantiasa selalu ada didepan mata dalam upaya mendidik ini.

“Namun, sering kali kita menemui anak kita mudah putus asa dan mengatakan tidak bisa dalam mengerjakan tugas yang menurut kita sepela atau mudah untuk dilakukan,” tambahnya.

Menurutnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan ketika anak mengatakan tidak bisa. Terlebih biasanya melalui orang tua yang hanya merespon seadanya membuat anak tidak mendapatkan dukungan.

“Pertama, jangan langsung dijawab dengan mengatakan kamu bisa. Tapi katakanlah sesuatu yang lebih menyemangati. Jika anak kemudian hendak menyerah, dapat ditawarkan untuk melakukan waktu istirahat terlebih dahulu,”.

Yenny Wahid: Yenny Wahid: Kegelisahan, Rasa Ketidakadilan Faktor Pendorong Radikalisme

“Penting sekali untuk mengajari anak stamina dalam melakukan sesuatu dan tidak mudah menyerah. Caranya dengan mendampingi anak untuk  mencoba terus melakukan sesuatu sampai mereka bisa melakukannya dengan lebih mudah,” ujarnya.

Sebagai orang tua, menawarkan dan memberikan pertolongan juga sangat penting untuk dilakuan.

“Tidak lupa untuk memberikan tawaran pertolongan, ketika anak sudah memutuskan meminta tolong maka kita bisa memberikan bimbingan. Anak tetap harus melakukan apa yang harus mereka lakukan, bukan orang tua yang harus mengerjakan,” tambahnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa mengajarkan nilai-nilai kegagalan untuk lebih kuat dan menerima risiko sangat penting dilakukan.

“Orang tua jangan mudah terjebak menyelesaikan persoalan anak, ini tentunya tidak mengajarkan kepada anak kemandirian. Tidak mendidik dia menjadi anak yang tangguh dan berani menjalani kegagalan,”.

“Kadang kita lupa bahwa dari kegagalan itulah anak akan belajar banyak, anak akan belajar bahwa kegagalan adalah bagian dari hidup dan sekalian kita bisa membimbing anak melakukan tugasnya dengan lebih baik lagi, menelusuri apa yang menyebabkan kegagalan anak tersebut dan dari situ kita mengajari mereka untuk membuat perencanaan yang lebih baik untuk kedepannya,” jelasnya.

Terakhir, menurutnya inilah life skill, pelajaran kehidupan ilmu yang harus dimiliki oleh anak agar dia bisa menjadi pribadi yang tangguh dikemudian hari. Orang tua perlu mengajari anak untuk berani mencoba, berani gagal dan berani mengambil risiko karena dari situ anak akan banyak mengambil pelajaran untuk bekal hidupnya dikemudian hari.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed