Yahya Cholil Staquf: Mari Bangun Gerakan Menghidupkan Gerakan Gus Dur

Kabar Utama1124 Views

Kabar Damai I Sabtu, 01 Januari 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Dikenal sebagai tokoh pemikir dan sekaligus sebagai bapak toleransi di Indonesia menjadikan banyak orang mengidolakan Gus Dur hingga saat ini. Meskipun telah tiada sejak dua belas tahun yang lalu, pesona Gus Dur tetap dielu-elukan banyak orang yang rindu akan diri dan pemikirannya.

Didalam Muktamar NU, Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan sekaligus mengingat kembali kiprah Gus Dur dalam kehidupan. Ia mengungkapkan bahwa dua belas tahun kepergian Gus Dur menjadi moment yang berat sehingga masih banyak yang merindukannya hingga saat ini.

“Dua belas tahun yang lalu, Gus Dur kembali kehadirat Allah. Dua belas tahun ini kita semua terpaksa meneruskan hidup tanpa kehadiran Gus Dur secara fisik bersama-sama kita. Tapi kita bisa merasakan betapa kita semua sampai detik ini terus menerus merindukan Gus Dur,”.

“Diluar sana, sekian banyak orang, anak-anak bangsa, anak-anak kemanusiaan tidak henti-hentinya merindukan Gus Dur,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Gus Dur adalah sosok yang tidak dapat tergantikan, hal ini sekaligus menjadi isyarat bahwa setelah dua belas tahun kepergiannya belum ada tokoh lain yang tampil dengan pesona dan kecerdasan serta pemikiran sepertinya.

“Kita merindukan Gus Dur karena kita semua masih merasakan kebutuhan akan kehadiran Gus Dur ditengah berbagai masalah dan sekian banyak kesulitan yang melingkupi kita dan bangsa ini merundung kemanusiaan alangkah sedikit yang tampil dengan kecerdasan untuk menawarkan jalan keluar seperti Gus Dur,”.

Baca Juga: Haul Gus Dur, Tepis Prasangka Kuatkan Moderasi Beragama

“Ditengah mendung moral yang menggelapi dunia disekitar kita, alangkah sedikit yang hadir ditengah-tengah manusia dengan kejujuran penuh seperti Gus Dur. Ditengah-tengah begitu banyak ketidakpastian masa depan, kekalutan alangkah sedikit yang mampu tampil dengan gerakan-gerakan provetik seperti Gus Dur,” terangnya.

Menurutnya pula, tidak ada lagi hari ini seorang manusia yang bisa berperan menggantikan Gus Dur. Ini karena Gus Dur adalah idealisme dan juga visi yang memanusiakan.

“Tetapi kita semua mengenal Gus Dur, kita menghabiskan seluruh masa belajar kita untuk belajar tentang Gus Dur. Kita tahu apa yang ada dalam diri Gus Dur, kita tahu bahwa Gus Dur adalah idealisme dan visi. Idealisme Gus Dur adalah idealisme kemanusiaan inklusif, kemanusiaan universal bahwa kita sebagai manusia harus berpihak kepada seluruh manusia tanpa kecuali, tanpa peduli latar belakang apapun,”.

“Visi Gus Dur adalah bergerak untuk mengupayakan transformasi realitas, transformasi masyarakat seluas-luasnya menuju kualitas pendidikan yang lebih baik untuk semua,” bebernya.

Menghadirkan Gus Dur kembali memang tidaklah mungkin, namun kembali menghidupkan gerakan dan pemikiran Gus Dur adalah hal yang dapat dilakukan.

“Kalau tidak ada satu orangpun yang bisa menggantika  Gus Dur, mari kita sediakan seribu orang untuk bekerja seperti Gus Dur. Kalau seribu orang belum cukup untuk menghadirkan Gus Dur, mari kita sediakan sejuta orang untuk bekerja laksana Gus Dur,” tambahnya.

Menghidupkan gerakan pemikiran Gus Dur adalah upaya yang dapat dilakukan agar menjadikan peradaban manusia lebih baik kedepannya.

“Kalau sejuta orang belum cukup, mari kita ajak seluruh umat manusia untuk bersama-sama mengadopsi, mempercayai nilai-nilai yang dulu diperjuangkan oleh Gus Dur, gerakan yang dulu dijihadi oleh Gus Dur, nilai-nilai kemanusiaan universal dan perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik dan mulia bagi peradaban umat manusia seluruhnya. Mari kita bangun gerakan menghidupkan gerakan Gus Dur,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *