by

Wujudkan Body Positivity, Pemerintah Norwegia Larang Influencer Mengedit Foto

Kabar Damai, Selasa 13 Juli 2021

Jakarta I kabardamai.id I Isu tentang pandangan tubuh ideal memang menjadi masalah yang banyak dialami oleh kita semua, termasuk generasi Z. Sebab, tak bisa dimungkiri bahwa media sosial juga kini berperan besar untuk membentuk pandangan terhadap tubuh ideal.

Ya, adanya influencer juga memberikan pengaruh terhadap bagaimana seseorang melihat tubuhnya. untuk mendukung gerakan body positivity di media sosial. Pemerintah Norwegia mengeluarkan hukum tentang promosi di media sosial oleh para influencer.

Melansir Insider, pemerintah Norwegia melarang influencer dari negaranya untuk mengedit foto mereka di media sosial. Peraturan ini juga berlaku untuk iklan online di media sosial. Peraturan tentang larangan edit foto di media sosial ini keluar saat Raja Nowergia memutuskan di rapat parlemen.

Raja Norwegia merasa harus untuk memperbarui aturan di Marketing dan Control Act yang dibuat pada 2009 lalu. Aturan ini berbunyi, “Siapapun yang menerima pembayaran atau keuntungan lain dengan menukarkan postingan.”

Tentu saja ini akan memberikan dampak pada brand, perusahaan, dan influencer sendiri yang memang fokus di media sosial. Peraturan ini berlaku untuk sebelum dan sesudah posting foto di Snapchat dan Instagram.

Tidak diperkenankan untuk menggunakan filter yang merubah bentuk tubuh.

Menurut Vice, ada saja influencer yang dibayar karena menggunakan filter ‘pembesar bibir’, ‘pinggang yang langsing’, dan ‘berotot’. Menteri Anak dan Keluarga Norwegia menjelaskan bahwa ada studi yang melaporkan bahwa efek tersebut bisa membuat seseorang mengidap anoreksia.

“Anak muda dipaparkan dengan konten di iklan dan postingan sudah mengedit secara digital. Ini memberikan pandangan tentang tubuh ideal terhadap anak muda yang sungguh tidak mungkin untuk diraih,” jelas Menteri Anak dan Keluarga Norwegia.

Baca Juga: Komnas Perempuan Berikan Tips Mengentaskan Beban Ganda Perempuan saat PPKM

Dengan adanya aturan ini, pemerintah Norwegia berharap bisa mengurangi dampak buruk terhadap tekanan imej tubuh untuk anak muda.

“Sangat penting untuk melawan keinginan untuk melakukan perubahan yang lebih mengganggu tampilan seseorang,” kata Kementerian.

Beberapa influencer di Norwegia pun juga mendukung adanya keputusan ini.

“Anak muda sekarang tumbuh dengan tubuh ideal yang tidak pantas. Saya merasa aturan ini bisa membantu mereka mengerti kalau ini tidak sesuai yang terlihat. Ini sudah diedit,” jelas influencer, Husebye.

Sebelum Norwegia, ada juga Inggris yang memberlakukan aturan serupa. Pada September 2020 lalu, pemerintah Inggris melarang influencer menggunakan filter yang tidak realistis.

Mengenal Body Positivity

Body Positivity mula-mulanya adalah istilah yang digunakan dalam gerakan fat acceptance atau penerimaan lemak dalam tubuh secara utuh di penghujung tahun 1960-an. Kemudian sekitar tahun 1996 istilah body positivity kembali menjadi topik hangat terkait pengedukasian kepada khalayak umum mengenai betapa pentingnya memprioritaskan pandangan positif dalam diri terhadap tubuh yang kita miliki dengan mengalihkan fokus kita untuk menurunkan berat badan dengan melakukan diet-diet yang dapat membahayakan kesehatan tubuh untuk jangka panjang atau olahraga berlebihan.

Kemudian istilah body positivity terus mengalami perkembangan dan perluasan sejak tahun 2012, hingga kemudian makna dari body positivity mengalami sedikit perubahan namun tetap dengan pesan yang baik, yaitu yang mulanya hanya fokus pada penerimaan berat tubuh menjadi ke mindset “all bodies are beautiful” atau menanamkan mindset bahwa seluruh tubuh adalah baik atau indah dengan segala keunikannya.

Mindset Body Positivity

Body positivity adalah dimana seorang individu menanamkan mindset atau pola pikir positif bahwa setiap orang termasuk dirinya layak memiliki pandangan yang positif terhadap tubuhnya sendiri, terlepas dari bagaimana society dan pandangan budaya atau tren terhadap tubuh yang ‘ideal’.

Namun pemaknaan body positivity tidak haya sebatas itu, menanamkan body positivity dalam diri juga berarti menanamkan mindset dalam diri bahwa kita bersyukur dan merasa bagus atau baik dengan tubuh kita sendiri meskipun akan adanya perubahan yang muncul secara alamiah seperti penuaan, kehamilan, atau perubahan lain yang disebabkan dari perubahan gaya hidup.

Mengapa sangatlah penting untuk menanamkan body positivity dalam diri? Karena body positivity erat keterkaitannya dengan kesehatan mental seseorang. Bentuk pandangan diri kita terhadap tubuh sendiri tentunya berperan dalam bagaimana kita merasakan, berpikir, atau bertindak maupun berperilaku terkait body image atau image tubuh.

Pandangan terhadap body image sangatlah krusial dalam menentukan dan atau mempengaruhi kesehatan psikologis kita, sebab body image merupakan pandangan subjektif seorang individu terhadap tubuhnya, yang tentunya berbeda dengan bagaimana tubuhnya terlihat sesungguhnya. Memiliki body image yang baik berarti telah menanamkan  pola pikir body positivity.

Penelitian juga menyatakan bahwa memiliki body image yang negatif yang berwujudkan rasa ketidakpuasan akan tubuhnya sendiri dapat menjadi pemicu resiko terancamnya kesehatan mental seseorang, termasuk dengan memicu munculnya simptom-simptom depresi dan eating disorders.

Pada dasarnya, body positivity adalah salah satu bentuk usaha kita untuk mengganti pola berfikir negatif yang lama menjadi yang baru dan jauh lebih sehat untuk fisik dan psikologis kita; yaitu penerimaan, rasa syukur, dan mind set bahwa tubuh kita adalah sempurna dengan segala bentuk atau kekrangan dan kelebihan yang ada.

Menanamkan body positivity berarti juga berarti melakukan penerapan self-love terhadap tubuh kita secara mendalam. Dengan menanamkan body positivity juga berarti kita harus berkomitmen untuk memperlakukan tubuh kita dengan baik sebagaimana bentuk rasa hormat dan syukur atas apa yang kita miliki.

Seperti mengkonsumsi makanan sehat dengan porsi yang cukup pula, atau membeli dan memakai pakaian tubuh kita ‘saat ini’, bukan membeli atau memakai pakaian untuk versi tubuh kita di masa kan datang karena kita merasa tidak puas dan ingin mengubahnya, atau senantiasa merasa nyaman dan bahagia tanpa harus terus membandingkan diri dengan standar ideal yang diciptakan society.

Penulis: Ai Siti Rahayu

Diolah dari berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed