by

Wayang Kulit dan Reog Ponorogo Diperkenalkan di Jepang

Kabar Damai I Minggu, 22 Agustus 2021

Toyota I Kabardamai.id I Untuk menyosialisasikan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang serta menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI), Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi mengukuhkan kepengurusan dan keanggotaan Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan tim budaya Reog Ponorogo.

Pengukuhan ini diresmikan saat Dubes Heri menghadiri pertemuan dengan pengurus dan anggota PSHT didampingi Koordinator Fungsi Politik, Andi Ardiansyah dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Yusli Wardiatno di Gedung Toyota International Association (TIA), Kota Toyota, pada Sabtu (14/8/2021).

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI dan jajarannya disuguhi pementasan Pencak Silat, tarian dan Reog Ponorogo oleh anggota PSHT Jepang yang jumlahnya mencapai lebih dari 700 orang.

Menyaksikan itu, Dubes Heri sangat mengapresiasi dan berharap Pencak Silat dan Reog Ponorogo lebih populer lagi di Jepang dan dapat tampil pada berbagai festival budaya di berbagai kota di Jepang.

“Saya sangat berbahagia hari ini dapat meresmikan kepengurusan PSHT serta tim Reog Ponorogo. Pengukuhan hari ini diharapkan dapat memperkuat persaudaraan di antara semua WNI yang ada di Jepang. Ke depan, Pencak Silat akan bisa mengadakan kejuaraan dan Reog Ponorogo dapat melakukan safari budaya di berbagai kota di Jepang,” ujar Dubes Heri sebelum memotong tumpeng.

Sementara itu, Atdikbud Yusli Wardiatno menyambut baik peresmian tim budaya Reog Ponorogo. Reog merupakan salah satu budaya yang sering menarik perhatian masyarakat Jepang saat ditampilkan.

“Diplomasi budaya dipastikan dapat lebih mempekuat hubungan Indonesia-Jepang. Pementasan acara budaya ke depan harus disertai dengan penjelasan filosofi cerita dengan bahasa Jepang sehingga makin dipahami oleh masyarakat di sini. Memahami budaya orang lain akan mempererat rasa emosional orang dengan latar belakang budaya berbeda,” ungkap Yusli.

Salah satu anggota senior PSHT, Jatmiko dalam sambutannya meminta agar KBRI Tokyo membantu PSHT dan seluruh perguruan silat lainnya untuk bisa bergabung dengan Japan Pencak Silat Association (JAPSA).

Baca Juga: Budaya Wayang Kulit Berbahasa Indonesia Dipertunjukkan di Jepang

“Sehingga di masa depan dapat diadakan sebuah kejuaraan silat di Jepang yang resmi,” tutur Jatmiko.

Pada kesempatan ini, Dubes Heri bertemu dengan Presiden Direktur TIA, Akiko Toyoda. Dalam pertemuannya, mereka berhasil menyepakati penggunaan gedung TIA untuk pusat komunitas masyarakat Indonesia di Kota Toyota, baik dalam aktivitas terkait budaya, pendidikan berupa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), maupun pelayanan kekonsuleran KBRI.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed