by

Wawasan Kerukunan Hindu dalam Tri Hita Karana

Kabar Damai I Rabu, 17 November 2021

Kayong Utara I kabardamai.id I Komang Gegel, SH. H, Penyuluh Non PNS Agama Hindu dalam program Pelita Dharma Bimas Hindu menjelaskan tentang bagaimana wawasan kerukunan terbentuk melalui Tri Hita Karana. Ia menyatakan bahwa ketika berbicara tentang kerukunan, negara Indonesia merupakan negara yang penduduknya majemuk sehingga  tentu saja keberagaman baik dari sisi etnis, budaya bahkan yang tidak kalah penting juga agama. Makin banyaknya keberagaman tersebut, maka semakin satu NKRI yang disatukan melalui pancasila.

“Hidup berdampingan secara damai, tidak ada gejala sosial yang menyimpang. Artinya menghargai satu sama lain, walaupun perbedaan ada tetapi disitulah keunikan yang patut dilestarikan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah telah mencanangkan kerukunan antar umat beragama antar pemerintah melalui Tri Kerukunan yang patut kita jalankan dimana bagiannya merupakan rukun terhadap internal agama. Kemudian yang kedua, kerukunan antar umat beragama dan ketika kerukunan antar umat agama dan juga pemerintah bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus selalu hidup rukun dan damai. Karena itu, manusia merupakan mahkluk sosial yang membutuhkan satu sama lain atas dasar Indonesia.

Berbicara tentang konsep kerukunan, agama Hindu merupakan agama yang mewarisi wahyu Tuhan. Dalam  Veda, tentu saja banyak sloka-sloka yang memuat tentang kerukunan salah satunya didalam catur Veda yaitu bagian atapa Veda. Sloka ini mengingatkan kita bahwa dalam hidup ini harus menjalin keharmonisan, kerukunan antar sesama.

“Sloka Veda dalam Atharvaveda III.30.4 bahwa Yena deva viyanti, no ca vidvisate mithah, Tat krnmo brahman vo grhe samjnana purunebhyah (Artinya: Wahai umat manusia! Bersatulah dan rukunlah kamu seperti menyatunya para dewata. Aku telah anugerahkan hal yang sama kepadamu, oleh karena itu ciptakanlah persatuan diantara kamu),” terang Komang Gegel.

Baca Juga: Konsep Dasar Beragama Hindu

Pada hal ini, kita dapat mengambil makna bahwa kita dilahirkan disini dari Tuhan itu sendiri, memiliki sifat-sifat yang sama sifat ketuhanan. Sebagai manusia, bisa berfikir yang digunakan sebagai konsep hidup rukun dan ciptakan perdamaian diantara sesama manusia.

Mengacu pada konsep kerukunan, dalam agama Hindu bisa diimplementasikan melalui Tri Hita Karana yang mengandung pengertian, dibagi menjadi tiga kata yaitu Tri artinya tiga, Hita artinya Harmonis, Rukun dan Karana artinya penyebab. Hal inu sangat tepat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari karena mengandung pengertian bahwa Tri Hita Karana adalah tiga hal yang menyebabkan keharmonisan. Dari makna kata saja, kita dapat mengetahui bahwa kita menginginkan manusia satu dengan manusia yang lain adanya keharmonisan.

“Hidup rukun dalam ajaran agama Hindu dapat direalisasikan dalam Tri Hita Karana yang merupakan salah satu ajaran agama Hindu yang mengajarkan tentang bagaimana menjalin hubungan yang harmonis dan rukun kepada sesama manusia dan juga lingkungan,” tambahnya.

Terakhir, Komang Gegel berpesan agar implementasi hal baik dari Tri Hita Karana sejatinya dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal tersebut untuk menciptakan kerukunan, jika hidup harmonis maka kerukunan akan terbina. Agar terbina, maka terapkan Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed