by

Walikota Salatiga: Semailah Perdamaian di Manapun Berada

-Peacetrain-58 views

Kabar Damai | Selasa, 27 April 2021

 

Salatiga I kabardamai.id I Kedatangan rombongan Peace Train Indonesia (PTI) ke-12 disambut baik  oleh Yulianto, Walikota Salatiga pada Sabtu, (24/4/2021). Yulianto sangat berterima kasih kepada peserta PTI 12, karena mau bertukar wawasan, ilmu pengetahuan sekaligus membangkitkan semangat untuk senantiasa merawat perdamaian.

“Terimakasih kepada semua teman Peace Train dari berbagai suku dan agama di Indonesia karena  sudah mau hadir dan bertukar pikiran dengan kota Salatiga. Kota Salatiga sendiri berhasil meraih penghargaan sebagai Kota paling Toleran di Indonesia,” ujar Yulianto membuka acara.

Kota Salatiga sendiri sebelumnya pernah menempati peringkat ketiga di tahun 2017, dan peringkat kedua di tahun 2018, hingga akhirnya berhasil meraih peringkat pertama di tahun 2021, dengan nilai 6.717 mengalahkan Kota Singkawang sebagai Kota Paling toleran di Indonesia.

Yulianto kemudian menjelaskan variable yang menjadi tolak ukur penobatan kota paling toleran, “Indeks kota paling toleran sendiri didasarkan  pada empat variable, yaitu regulasi pemerintah kota melalui RPJMD, tindakan pemerintah, regulasi sosial, serta demografi keagamaan yang menyangkut heterogenitas keagamaan penduduk dan inklusi sosial keagamaan.”

Selain variable-variabel diatas ada juga aspek gender, inklusi sosial, dan partisipasi masyarakat sipil sebagai konsiderasi.  Dengan variable tersebut ita dapat melihat bahwa adanya sinergitas yang sangat erat antara pemerintah dengan masyarakat kota Salatiga.

Baca Juga : Bersatu dalam Nada Toleransi

Pemerintah mengeluarkan, program, kebijakan dan regulasi, yang menjunjung inggi toleransi, kemudian disambut serta di implementasikan dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat, seperti toga, toma, institusi Pendidikan, organisasi kemasyarakatan yang didalamnya termasuk Percik (Persemaian Cinta Kemanusiaan) di tingkat akar rumput.

Lebih jauh lagi, Yulianto menambahkan tentang apa yang membuat Salatiga mampu merawat kebhinekaan.

“Bagi saya merawat toleransi adalah hal mutlak yang harus dilakukan di Salatiga, Kota yang seringkali dijuluki Indonesia Mini. Kota Salatiga adalah barometer ketentraman dan keberagaman nasional,” tandasnya.

Salatiga selalu membuat kebijakan yang sarat toleransi dan kemudian  mengimplementasikannya. Selain itu, Salatiga juga memompa semangat seluruh elemen untuk merawat toleransi dengan terus mengupayakan segala usaha yang dapat melestarikan atau bahkan meningkatkan hidup penuh kedamaian.

Penyerahan plakat ucapan terimakasih dari Pendeta Jimmy Sormin kepada Walikota Salatiga

Bertemu dengan peserta PTI12 dari beragam suku dan agama di Indonesia,  Walikota Salatiga ini berpesan untuk terus menyemaikan perdamaian di manapun berada. Indonesia memerlukan generasi muda yang mau dan mampu utuk menangkal radikalisme, primordialisme, serta perilaku-perilaku yang memecah belah persatuan.

“Dalam hidup ada empat pilar yang harus dijadikan landasan hidup sehingga nyala api perdamaian akan senantiasa terasa di seluruh penjuru tanah air,” tegasnya.

 

Penulis : Ai Siti Rahayu

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed