by

Waktu Melaksanakan Niat Pada Puasa Ramadhan

Kabar Damai | Jumat, 01 April 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Puasa dibulan ramadhan menjadi amalan yang selalu ditunggu oleh umat muslim dimanapun berada. Dengan melaksanakannya, seseorang dapat dikatakan dapat memperoleh derajat takwa dari Allah.

Hal ini seperti yang tertera pada Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”.

Oleh karenanya, dalam amalan ibadah ini harus dilakukan sesuai dengan rukun dan ketentuan yang baik dan benar. Satu diantaranya dengan melaksanakan niat sesuai dengan anjuran dan hukum agama.

Tentang seseorang yang pada malam hari tidak melakukan niat bersama karena tidak tarawih sehingga tidak melakukan niat bersama, namun ia melakukan sahur. Gus M Faesol Muzammil melalui kanal NU Online menjelaskan tentang hukumnya dalam Islam.

Baca Juga: Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram

Ia menyatakan bahwa niat adalah rukun puasa, niat harus dilakukan dimalam hari dimalam-malam bulan puasa. Niat harus terpenuhi minimal dua hal, pertama niat harus mantap dan tidak ragu-ragu. Kedua harus spesifik, karena fardhu ramadhan maka kewajiban ramadhan harus diucapkan dalam niat.

“Jadi niat yang diucapkan dalam malam ramadhan adalah saya niat melaksanakan puasa wajib ramadhan,” ungkapnya.

Lebih jauh, menurutnya tentu yang lebih sempurna ialah seperti yang diterangkan dibanyak kitab, yaitu dengan mengucapkan dalam hati “NAWAITU SHAUMA GHODIN ‘AN ADAA-I, FARDHI SYAHRI ROMADHOONA HAADZIHIS SANATI LILLAHI TA’AALA” yang artinya saya niat melaksanakan puasa esok hari sebagai bentuk kewajiban yang sekarang, kewajiban puasa ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala. Ini adalah niat yang paling sempurna.

Namun yang perlu diperhatikan bahwa niat tidak harus diucapkan, niat cukup didalam hati. Tentu yang lebih utama jika diucapkan, namun tidak ada keharusan dilakukan bersama-sama. Bisa dengan sendiri, minimal dengan didalam hati.

Perihal sahur, menurutnya juga tidak melambangkan niat, sahur adalah makan diwaktu sahur sebagai sebuah kesunahan orang yang akan melaksanakan puasa. Maka, yang paling penting bagi seseorang itu dimalam hari ada niat didalam hatinya bahwa ia akan melaksanakan puasa wajib ramadhan dan dilakukan sebelum fajar.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya “siapa yang tidak memalamkan puasanya sebelum fajar maka puasanya tidak sah”. Ini ketentuan dalam puasa wajib, harus menjatuhkan niat dimalam hari. Harus jatuh sebelum fajar. Mulai dari tenggelam matahari dan malam tiba, disitulah niat bisa dijatuhkan dan batas akhirnya adalah terbit fajar.

“Intinya, jika telah ada didalam hati kita diwaktu malam bulan ramadhan ada didalam hati kita untuk melaksanakan puasa wajib ramadhan meskipun tidak diucapkan dan meskipun tidak bersama-sama maka niatnya sah dan bisa mengesahkan puasa ramadhan kita,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed