Mewujudkan Perdamaian Adat

Kabar Utama330 Views

Oleh: Febrian Amar Baihaqi

 

Masyarakat adat merupakan kesatuan masyarakat yang tetap dan teratur dimana para anggotanya bukan saja terikat pada tempat kediaman suatu daerah tertentu, baik dalam kaitan duniawi sebagai tempat kehidupan maupun dalam kaitan rohani sebagai tempat pemujaan terhadap roh-roh leluhur (teritorial), tetapi juga terikat pada hubungan keturunan dalam ikatan pertalian darah dan atau kekerabatan yang sama dari satu leluhur, baik secara tidak langsung karena pertalian perkawinan atau pertalian adat (genealogis).

 

Terjadinya konflik disebabkan karena rendahnya pengakuan Negara atas hak ulayat dan adanya pengabaian hak Masyarakat Adat dalam proses penetapan fungsi lahan. Pemerintah pun cenderung berpihak kepada investor. Ditambah, putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/2012 terkait pengakuan hutan adat belum dijalankan.Akibatnya, sebagian Masyarakat Adat kehilangan tempat tinggal, kehilangan lahan pertanian, harus membayar denda jutaan rupiah, bahkan di antara mereka harus mendekam di balik jeruji besi karena mempertahankan hak-haknya.

Baca Juga: Pesan Islam untuk Menghormati dan Memuliakan Masyarakat Adat

Masyarakat harus berupaya untuk mempertahankan perdamaian masyarakat adat agar konflik tidak akan terjadi. Upaya  upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mewujudkan perdamaian masyarakat adat, diantaranya:

 

1.         Saling Menghargai

 

Hal utama yang paling penting untuk bisa dilakukan yaitu dengan saling menghargai. Dengan menghormati satu sama lain, itu membawa manfaat yang baik. Di sisi lain, sangat nyaman untuk saling menghormati.

 

2.         Kebersamaan

 

Baik dalam kondisi susah maupun senang, kita harus bisa untuk tetap menjalin kebersamaan. Tetaplah menjadi bagian dari masyarakat yang memang siap membantu sesama.

 

3.         Kesetaraan

 

Menunjukkan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama, tidak lebih tinggi atau tudak lebih rendah antara satu sama lain.

 

4.         Toleransi

 

Kemampuan seseorang memperlakukan orang lain yang berbeda. Toleransi termasuk sikap positif seperti menghargai dan menghormati orang yang berbeda agama, ras, bahasa, suku, dan budaya. Toleransi merujuk pada sikap saling menghargai antar sesama.

 

 

 

Perdamaian tentu menjadi hal yang indah bagi mereka yang sedang mengalami perpecahan. Sebagai contoh dari organisasi global maupun regional, organisasi SEATO (Southeast Asia Treaty Organization) bertujuan untuk membendung pengaruh komunis di kawasan Asia Tenggara. Maka dari itu, kita sebagai rakyat Indonesia harus bisa bekerja sama dalam mempertahankan adat kita agar Indonesia lebih maju.

 

Menjaga Perdamaian adat itu mudah dan sederhana. Cara yang paling mudah adalah dengan cara sopan santun ketika di daerah orang lain, dengan cara tersebut kita bisa menjaga perdamaian masyarakat adat dan permasalahan permasalahan yang ada segera di bicarakan dengan baik antar adat.

 

Oleh: Febrian Amar Baihaqi, Siswa SMAN 1 Pontianak

 

SUMBER REFERENSI:

 

·        https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5925756/mengulas-seato-organisasi-pertahanan-untuk-membendung-pengaruh-komunisme

 

·        http://hukum.studentjournal.ub.ac.id/index.php/hukum/article/view/876

 

·        https://katadata.co.id/padjar/infografik/60176fce4fa52/masyarakat-adat-dan-konflik

 

·        https://id.m.wikipedia.org/wiki/Masyarakat_adat

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *