by

Upaya Konservasi Hutan dan Pelestarian Lingkungan di Indonesia

Kabar Damai I Selasa, 21 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I Berkaitan dengan konservasi lingkungan hidup menjadi topik yang selalu menarik untuk disimak. Hal ini karena berkaitan dengan lokasi atau tempat hidup makhluk hidup yang ada di dunia ini. Menjaga dan merawat menjadi sebuah keharusan bagi setiap individu yang ada.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendeskripsikan konservasi sebagai pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan, pengawetan, dan pelestarian. Sedangkan Margareta, et al. (2010) menyebutkan konservasi adalah suatu tindakan perlindungan atau pengawetan untuk melestarikan sesuatu dari kerusakan, kehancuran, kehilangan, dan sebagainya.

Definisi dari konservasi hampir sama dengan pelestarian lingkungan, pelestarian lingkungan adalah upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negative yang ditimbulkan suatu kegiatan. Serta menjaga kestabilan lingkungan untuk menjadi tempat hidup manusia, hewan dan tumbuhan.

Konservasi hutan dan pelestarian lingkungan di Indonesia memiliki korelasi yang penting demi keberlangsungan hidup manusia. Namun, walaupun sudah menjadi sebuah isu global yang telah lama mewarnai pemberitaan di seluruh dunia, serta diperkirakan tetap akan menjadi sebuah isu yang akan terus dibahas hingga kapanpun, permasalahan perihal kedua isu diatas seolah semakin muncul ke permukaan.

Permasalahan tentang eksploitasi hutan selalu mengalami peningkatan setiap  tahunnya. WWF menyebutkan sejak tahun 2009 hingga 2013, hutan di Indonesia telah kehilangan luas 4,6 juta hektar, sama dengan luas Provinsi Sumatra Barat. Bahkan, dalam periode 10 tahun ke depan, Forest Watch Indonesia memprediksi hutan di Riau akan hilang, diikuti Kalimantan Tengah dan Jambi.

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang relatif tinggi berkisar antara 1,3% pertahun serta penyebaran yang tidak merata sehingga memerlukan lahan sebagai tempat tinggal membuat  wilayah hutan terus dieksploitasi. Selain itu, mata pencaharian mayoritas penduduk Indonesia yang bersifat agraris memerlukan lahan yang cukup luas pula. Di pulau Jawa misalnya, terjadi alih fungsi lahan hingga 50 hektar pertahun.

Baca Juga: Kehutanan yang Maha Hijau

Selain itu, berbagai perilaku manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat membawa dampak kerusakan wilayah konservasi dan lingkungan misalnya penggundulan hutan, merusak ekosistem hutan bakau, menimbun rawa untuk bangunan, mendirikan bangunan fisik pada aliran sungai (DAS), dan serta pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan dapat menyumbangkan porsi besar dalam hal kerusakan lingkungan.

Selain dampak yang dirasakan akan berpengaruh kepada manusia, eksploitasi hutan dan wilayah-wilayah konservasi akan berdampak pula pada menurunnya fungsi ekosistem sebagai sumber kehidupan makhluk hidup. Tanaman-tanaman akan semakin langka termasuk hewan-hewan yang akan sulit ditemukan jika ekosistem hidupnya mengalami kerusakan.

Kembali kepada permasalahan konservasi hutan dan pelestarian lingkungan yang  penting untuk terus diperhatikan keberlangsungannya, sudah sepantasnya upaya-upaya dilakukan guna menanggulangi permasalahan yang telah ada. Upaya pelestarian juga tidak akan memperoleh hasil maksimal jika hanya mengandalkan pemerintah saja, peran pelestarian hutan dan lingkungan juga sepatutnya di laksanakan semua golongan masyarakat untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

Pemerintah telah melakukan upaya-upaya yang telah ditempuh  dalam hal pelestarian lingkungan diantaranya, (1) Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 tentang Tata Guna Tanah, (2) Menerbitkan UU. N0 4 Tahun 1988 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, (3) Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986 tentang AMDAL (Analisis Terhadap Dampak Lingkungan) serta peraturan-peraturan lain yang bertujuan guna pelestarian lingkungan di Indonesia.

Sedangkan upaya yang dapat ditempuh masyarakat antara lain melakukan reboisasi, melarang dan melaporkan pelaku pembabatan hutan, menerapkan sistem tebang pilih, penerapan sanksi yang berat bagi pelanggar peraturan serta melakukan pelestarian lingkungan pada wilayah daratan, sepanjang aliran sungai (DAS), serta seluruh ekosistem yang ada.

Penulis: Rio P

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed