by

Untuk Apa Membenci yang Lain?

Kabar Damai | Jumat, 16 April 2021

Jakarta | kabardamai.id | Rabu, (14/4) sore, kajian virtual melalui IG Live @caknursociety berlangsung lancar meski sempat khawatir lantaran hujan deras disertai petir dan angin kencang ikut mengiringi siaran kami. Alhamdulillah, sinyal tetap kencang. Tak ada gangguan sama sekali.

Topik obrolan kemarin sore yakni soal “Menghargai Kemanusiaan Universal”. Mas Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia, hadir sebagai narasumber kami.

Tema itu sengaja kami ketengahkan, di momentum bulan Ramadan pula, sebagai refleksi kami atas peristiwa kekerasan dan teror berbasis agama atau yang diakibatkan pemahaman agama yang tidak benar yang terjadi lagi beberapa waktu silam di negeri ini.

Kita ingin sama-sama memahami bagaimana seharusnya memanusiakan manusia, menjalani dan memaknai hidup secara positif, dan membuang jauh-jauh kebencian terhadap yang lain. Sikap dan tindakan seperti ini jelas tak datang sendiri, tiba-tiba menjelma ke dalam diri, melainkan harus dilatih, dibiasakan, sehingga menjadi budaya, sehingga seseorang merasa ganjil kalau melakukan hal-hal negatif.

Mengapa harus memanusiakan manusia? Apa dasarnya?

 

Baca Juga : Kang Jalal, Pentingnya Spiritualitas dan Akhlak, dan Kontribusinya Bagi Islam Indonesia

Sebagai Muslim, kita tentu pernah (sering) mendengar firman Allah, “Siapa saja yang membunuh manusia tanpa alasan hukum yang bisa dibenarkan, atau melakukan perusakan di bumi, itu sama derajatnya dengan membunuh seluruh jiwa manusia. Siapa saja menyelamatkan jiwa seorang manusia, sama halnya dengan ia menyelamatkan seluruh jiwa manusia,” (Al-Maidah: 32).

Ayat di atas sering sekali sekali menjadi sandaran para mubalig, ustaz, guru, akademisi di kala berbicara tentang pentingnya menghargai hidup orang lain, pentingnya memanusiakan manusia.

Menurut Mas Komar, setiap orang harus menghargai manusia yang lain, apa pun latar belakangnya, sebab sebab kita berasal dari sumber yang sama, kita juga akan menuju Tuhan yang sama, meskipun berangkat dari terminal yang berbeda-beda. Setiap kita pada dasarnya adalah teman seperjalanan menuju Hakikat Akhir yang sama.

Kalau demikian, untuk apa membenci yang lain? Karena alasan apa menghardik yang berbeda? Pasti tidak ada keuntungan yang bisa diraih (sekecil apa pun) dari kebencian terhadap yang lain.

Mas Komar percaya, sikap dan pandangan seseorang yang sempit lebih dikarenakan oleh minimnya bacaan, sedikitnya pengetahuan, dan dangkalnya perasaan terhadap orang lain.

Sekiranya orang itu itu bergaul luas dan mengetahui lebih banyak tentang orang lain, niscaya dia tidak akan mudah membenci apalagi sampai mengkafir-kafirnya orang lain jelas-jelas seiman dengannya.

“Bergaul akan membuat orang memiliki wawasan komparatif dan membuat dirinya toleran,” tegas Mas Komar.

Selain itu, sikap membenci jelas-jelas bertentangan dengan misi Nabi Muhammad ketika diutus ke bumi. Nabi selalu mengedepankan rahmah (cinta) yang terefleksi lewat tutur kata yang lembut, bahkan kepada orang jelas-jelas menghardiknya. Akhlak mulia inilah yang seharusnya diteladani umat manusia.

Terkait pesan rahmah (cinta) ini, penting untuk disampaikan, jika ada mubalig, guru, ustaz yang dalam ceramahnya selalu mencaci maki, menebar kebencian, menganjurkan kekerasan, sebaiknya segera meninggal guru ustaz semodel itu, sebab selain bententangan dengan cara/jalan Nabi, ustaz itu lambat laun akan merusak diri kita dengan meracuni pikiran dengan asupan-asupan buruk.

Karena itu, di era teknologi dengan suguhan informasi serba cepat, kita begitu sering diberikan berbagai informasi yang beragam yang sulit membedakan kebenaran dan kebohongannya. Maka, kecerdasan digital (digital intelligent) muklak kita perlukan agar tidak terjerumus ke dalam kubungan nista.

Agama harus memancarkan cinta kepada sesama, mengumandangkan rahmat kepada semesta. Inilah agama kebenaran yang sejati, merujuk kepada pandangan Cak Nur. Ajaran yang mengarahkan orientasinya untuk kemanusiaan universal.

 

Penulis: Fachrurozi Majid

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed