Unik, Pentas Seni Punakawan Tampil Sebagai Lokalitas Budaya Dalam Harmoni Natal 2022

Kabar Utama257 Views

Kabar Damai | Senin, 09 January 2023

Surabaya | Kabardamai id | Menyambut Hari Raya Natal 2022, Gereja Kristen Indonesia Darmo Satelit mengadakan ibadah natal dengan menampilkan pentas seni Punakawan di jalan Kupang Indah XV/11-15 Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/12/2022).

Dalam perayaan Natal tahun ini, GKI Darmo Satelit mengangkat tema “Kasih Karunia Allah Sudah Nyata” dengan mengundang seluruh pegiat lintas iman di Surabaya dan sekitarnya. Kedatangan mereka disambut baik oleh para calon pendeta dan panitia perayaan natal. Para umat kristiani yang sedang beribadah merasa tidak terganggu dan turut merayakan harmoni natal. Momen ini menjadi simbol perdamaian dalam perbedaan. Pemandangan berbeda dari natal sebelumnya tidak hanya dari hadirnya mereka, namun penampilan pewayangan Punakawan pun disajikan sebagai upaya kecintaan terhadap budaya lokal. Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Andri Purnawan selaku pendeta dari GKI Darmo Satelit ini mengungkapkan bahwa tujuan ditampilkannya punakawan ini menjadi upaya edukasi gereja terhadap jemaat atas kecintaan kepada budaya lokal yang ada.

“Identitas manusia lahir telah lekat pada lokalitasnya. Kita lahir dengan entitas budaya, maka umat itu harus mencintai budaya lokal. Jika dalam ritual pun aspek kebudayaan dirangkul, maka umat akan memiliki kecintaan terhadap budaya lokal.” tutur Pdt. Andri Purnawan dalam sambutannya sebelum ibadah berlangsung. Beliau juga mengutip pesan Gusdur terkait lokalitas agama, “Jadilah kristen yang kristen Indonesia.”

Beliau mengingatkan bahwa momentum keragaman ini menjadi sarana implementasi Natal yang penuh harmoni perdamaian. Penampilan punakawan dengan mengangkat kisah tentang realitas gejolak drama proposal natal berhasil mengundang gelak tawa para tamu undangan dan jemaat. Punakawan yang dimainkan oleh pengurus gereja tersebut berlangsung satu jam dengan improvisasi musik dan tarian. Salah satunya dengan mengganti lagu “Ojo Dibandingke” yang sempat viral dengan kalimat pemujaan terhadap Tuhan Yesus.

“Gusti Yesus kok dibanding-bandingke, saing-saingke, yo rabakal kalah. Tak eloni nganti tekan matiku yo Gusti Yesus, juru wilujengku” cuplikan lirik improvisasi lagu punakawan tersebut. Pemain punakawan dipilih dari pengurus Gereja yang aktif dan piawai dalam bermain drama. Mereka mendalami peran sesuai karakter pewayangan tersebut. Semar yang identik dengan sifat kebapakannya dikarenakan usianya paling tua, Gareng yang identik dengan kehati-hatiannya dalam berucap dan bertindak, Petruk yang terkenal dengan jenaka, cerdas, dan pandai mengambil hati, dan Bagong yang terkenal dengan pendiam, lugu dan sekali berbicara membuat orang tertawa. Mereka berhasil mementaskan kesenian tersebut dengan sempurna tanpa kesalahan sedikitpun.

Baca Juga: Pesona Tradisi Islam Lokal: Pesta Budaya Tabuik

“Bentuk penampilan punakawan dalam perayaan natal kali ini tidak hanya sebagai momentum kecintaan lokalitas budaya. Namun lebih dari itu, kami hendak menguatkan kecintaan jemaat terhadap Tuhan Yesus melalui seni yang berbeda seperti ibadah sebelum-sebelumnya.” ungkap Ki Petruk selaku Dalang dari Punakawan tersebut. Ia mengaku bersyukur dan tidak menyangka penampilan tersebut mampu menghipnotis para hadirin dari segala usia menikmati dengan canda tawa. Ia berharap agar bentuk kesenian seperti ini tetap dilestarikan oleh generasi penerus bangsa dan tidak menutup kemungkinan sebagai media baru pewarta injil tanpa menghilangkan esensinya.

Kehadiran para tokoh agama pegiat lintas iman tersebut sebagai bukti kasih Tuhan dalam perdamaian. Sebelum berlangsungnya ibadah natal secara sakral, Pdt. Andri mengundang perwakilan dari tokoh pegiat agama untuk maju keatas panggung. Sembari memperkenalkan identitas instansi lintas iman yang dibawa masing-masing tokoh, mereka diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai wujud persatuan dan perdamaian dalam semangat nasionalisme. Telah hadir diantaranya yakni Gus Nizam (pencipta syair tanpo waton), Iryanto Soesilo (Pendiri Roemah Bhinneka), Liem Tiong Yang (Rohaniawan Khonghucu), Cak Djadi Galajapo (Pelawak Lintas Iman), Hj. Nur Hayati Abdul Qodir (Istri Said Aqil Siradj), Sumriyah (Koordinator Gusdurian Suroboyo) dan tokoh-tokoh lainnya. “Alasan utama kami mengundang mereka (tokoh lintas iman) untuk memberikan pengalaman perjumpaan ritual peribadatan. Karena jika seseorang telah menerima peribadatan orang lain, pasti mereka saling menerima dalam sosial kemasyarakatan.” ungkap Pdt. Andri.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Said Aqil Siradj selaku pembina utama Roemah Bhinneka dan mantan Ketua PBNU menyapa para jemaat GKI Darmo Satelit serta seluruh hadirin melalui video ucapan yang ditampilkan pada layar tancap. “Selamat menyambut hari Natal tahun 2022. Semoga memperkuat dan memperkokoh solidaritas kita sebagai saudara sebangsa dan senegara, serta sebagai manusia bermartabat dalam menciptakan perdamaian dan keharmonisan dalam bingkai kehidupan.” ungkap KH. Said Aqil Siradj. Selepas semua prosesi penyambutan dilakukan, ibadah natal pun dimulai. Para jemaat GKI Darmo Satelit dengan khidmat mengikuti ibadah yang dipimpn langsung oleh Pdt. Andri Purnawan. Umat agama lain turut menghargai dan menghormati momen tersebut dengan tidak meninggalkan gereja. Acara tersebut berlangsung damai dan toleran.

“Kami turut senang dan setuju dengan adanya perjumpaan antar agama seperti ini. Pada dasarnya kita membenci suatu agama lain hanya karena doktrin buruk yang digaungkan bersama. Maka perbanyak komunikasi seperti ini menjadi ajang pemahaman bahwa semua agama setara dan semua manusia sama dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.” tutur Sumriyah selaku Koordinator Gusdurian Surabaya.

Sesampai pada ujung acara, para hadirin disambut dengan syahdu nyanyian gereja yang diiringi alat musik. Para hadirin dipersilakan menuju ke ruangan gereja yang lebih kecil lalu melakukan Ramah Tamah. Seluruh tokoh agama pegiat lintas iman, baik muda maupun tua senantiasa bersuka cita menyambut natal tahun ini. Mereka terlihat berbahagia dan berdialog sambil makan bersama. “Saya rasa tidak ada keuntungan sepihak dalam perjumpaan lintas agama ini. Namun menjadi momentum kebersamaan untuk saling menjaga dan meningkatkan rasa persaudaraan tanpa harus menggoyah keimanan seseorang. Itu tadi terlihat mereka bahagia dan itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami.” tutur Pdt. Andri dalam wawancara selepas acara usai.

entas Seni Punakawan Tampil Sebagai Lokalitas Budaya Dalam Harmoni Natal 2022
Gereja Kristen Indonesia Darmo Satelit mengadakan ibadah natal dengan menampilkan pentas seni Punakawan di jalan Kupang Indah XV/11-15 Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/12/2022). – Foto Oleh: Muhammad Ridwan Hidayat

 

Reporter :

Muhammad Ridwan Hidayat

Nuruddin Muhammad

Aldi Nasrullah

(Mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Sunan Ampel Surabaya)

Ridwan, Nuruddin, Aldi (Mahasiswa Studi Agama-Agama UINSA)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *