by

Umat Hindu Cimahi Akhirnya Memiliki Sulinggih Setelah 43 Tahun

-Kabar Utama-106 views

Kabar Damai I Jumat, 30 April 2021

 

Bandung I Kabardamai.id I Sepanjang Pura Agung Wira Loka Natha di Kota Cimahi berdiri, yaitu  43 tahun lamanya, umat Hindu di Cimahi akhirnya kini memiliki Sulinggih. Sulinggih adalah tokoh penting dalam agama Hindu yang menjadi guru spiritual, jadi sandaran umat, tempat bertanya, pembimbing, dan tempat diskusi.

Mereka yang dinobatkan menjadi Sulinggih atau jika dalam agama Islam sebagai Kiyai, adalah sepasang suami istri, yaitu Jro Mangku Ida Bagus Nyoman Wirawan dan Jro Mangku Ida Ayu Dewi Susiani. Keduanya dikukuhkan dalam ritual Paridaksan Dwijati atau meningkatkan strata dari warga biasa menjadi Sulinggih, Rabu (28/4/2021).

Setelah menjadi Sulinggih, keduanya diberikan gelar Bhiseka sesuai pemberian Nabe, yaitu Ida Pedanda Gede Putra Pasuruan Watulumban untuk Diksita Lanang. Sementara untuk Diksita Istri, yakni Ida Pedanda Istri Ratna Manuaba.

“Mereka kini sudah sah menyandang predikat Sulinggih dengan gelar Bhiseka. Jadi tokoh sentral agama, sandaran umat, tempat bertanya, diskusi, dan lain-lain,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi I Nyoman dilansir dari INewsJabar.

Prosesi Paridaksan Dwijati merupakan puncak dari serangkaian ritual yang dilalui keduanya sebelum menjadi Sulinggih. Sebelumnya mereka harus melalui beberapa tahapan, seperti Diksa Periksa yakni berguru ke guru suci. Serta ditanya soal komitmen terhadap pelayanan pada umatnya seperti apa.

Baca Juga : Candi Prambanan Disiapkan Menag Jadi Pusat Ibadah Umat Hindu Dunia

Ada juga prosesi mejaruman, pegat sembah, dan amati raga. Setelah itu Nabe diberikan kepercayaan untuk membimbing Sulinggih sebagaimana mekanisme aguron.

“Masih ada prosesi lainnya untuk satu bulan kedepan yaitu, Ngelinggihan Wedha,” ujar Sukadana.

Dia menuturkan, ada beberapa pantangan yang sebetulnya harus dilakukan oleh keduanya setelah menjadi Sulinggih. Yakni tidak dibenarkan untuk bekerja lantaran bisa mengganggu pelayanan pada umat kecuali yang Sulinggih perempuan.  api jika mereka semua tersandung hukum bisa dibatalkan jadi Sulinggih.

“Ini menjadi sejarah tersendiri bagi umat Hindu di Cimahi lantaran akhirnya memiliki Sulinggih setelah 43 tahun menunggu,” paparnya.

Pura Agung Wira Loka Natha sendiri, merupakan pura tertua yang ada di Bandung Raya. Pendirian pura ini berawal dari gagasan Pusdikarmed (Pusat Pendidikan Artileri Medan) di kota administratif Cimahi, yang ingin mendirikan tempat ibadah semua agama untuk kepentingan ibadah para siswanya. Salah satunya adalah Pura.

Pada perkembangannya, pura ini tak hanya diperuntukkan bagi siswa Pusdikarmed, karena di wilayah Cimahi terdapat pusat pendidikan militer yang lain, seperti Pusdikbekang, Pusdik Infanteri dan lain-lain. Pembangunan tempat ibadah pun akhirnya dikoordinasikan oleh Kodiklat TNI AD. Kemudian Kapten Ketut Koyer dari Bina Rohani Kodiklat AD mengkoordinasikan gagasan ini dengan warga Hindu se-Bandung Raya.

Pantia pembangunan pura ini diketuai oleh Ida Bagus Sudjana. Pura dibangun secara swadaya oleh TNI AD dan masyarakat, serta mendapat dukungan pemerintah daerah setempat, Presiden RI, menteri agama dan bantuan dana dari dinas rohani Angkatan Darat, beberapa Pangdam (termasuk Pangdam Udayana) dan terutama warga Hindu se-Jawa Barat.

Tahun 1976 dilakukan peletakan batu pertama, yang khusus diambil dari Gunung Tangkuban Parahu. Hal ini dilakukan karena Warga Hindu meyakini bahwa tempat tinggi adalah tempat yang suci. Setelah sekitar dua tahun pembangunan, pada 14 Juli 1978 pura ini diresmikan oleh Dan Jen Kobangdiklat Mayjen TNI Alex Prawiraatmadja.

Namun secara ritual Hindu, pura ini diresmikan pada 15 Juli 1978 bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, yang merupakan hari turunnya kitab suci Wedha dan turunnya ilmu pengetahuan. Pura ini diresmikan oleh Pedanda Gde Oka Telaga dengan upacara Ngenteg Linggih dan diberi nama Pura Agung Wira Loka Natha.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Sumber: INews Jabar I Pikiran Rakyat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed