by

Ular Tangga Moderasi Beragama Karya Mahasiswa KKN IAIN Kudus

Kabar Damai | Selasa, 21 September 2021

Kudus | kabardamai.id | Penguatan moderasi beragama terus dilakukan oleh seluruh lini Kementerian Agama. Salah satunya oleh Tim Kuliah Kerja Nyata Institut Agama Islam Negeri Kudus di Desa Dersalam (Tim KKN-IK Dersalam) yang menciptakan permainan edukasi “Ular Tangga Moderasi Beragama”.

Melansir laman Kemenag, permainan ular tangga berukuran 3m x 3m ini untuk pertama kalinya dimainkan di SDN 4 dan SDN 5, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus, pada Jumat, 17 September 2021. Anggota KKN-IK Dersalam, Maurin Pratiwi mengatakan, permainan ini bertujuan untuk mengenalkan moderasi beragama pada anak sejak dini.

“Materi moderasi beragama yang umumnya berat dikemas menjadi permainan menarik,” ujar Maurin, dikutip dari kemenag.go.id (19/9).

Dijelaskan Maurin, permainan  ini,  menyasar siswa kelas 4 hingga 6 sekolah dasar dan madrasah Ibtidaiyah. Ia menambahkan, pembelajaran pada tahap kelas atas SD berkisar pada pengenalan agama resmi di Indonesia dan toleransi.

Melalui ular tangga raksasa, siswa kelas 4 hingga kelas 6 diajak mengenal arti penting saling menghargai dan menghormati antar agama.

“Jadi kalau kita di kelas 4, 5, 6 SD mengajarkan tentang agama di Indonesia sama sikap kita kepada teman atau orang yang berbeda agama,” ujar mahasiswi jurusan  Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menerangkan.

Sementara anggota KKN-IK lainnya, Melina menjelaskan  bahwa pendidikan moderasi beragama pada anak bertujuan untuk memupuk pendidikan karakter toleransi dan kerukunan.

Baca Juga: BPIP dan Komite Olahraga Tradisional Kenalkan Pancasila Melalui Permainan

“Selain itu, kita juga mengajarkan nasionalisme melalui Pancasila dan semboyan bangsa Indonesia,” tutur Melina, Mahasiswa KKN-IK.

Dalam permainan, siswa dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing beranggotakan 4-5 anak. Kemudian siswa bermain layaknya permainan ular tangga pada umumnya.

“Yang membedakannya dengan permainan lain adalah ukuran permainan sangat luas sehingga anak bisa menjadi ‘bidak’ sendiri. Selain itu ada kotak berisi pertanyaan seputar moderasi beragama dan toleransi yang harus dijawab siswa,” terang Melina.

Dari uji coba yang dilakukan, bermain “Ular Tangga Moderasi Beragama” memberikan kesan positif bagi siswa sekolah dasar. Salah satunya diungkapkan Vella, salah seorang siswa yang memainkan permainan tersebut.

Bagi Vella, ini pengalaman pertama kali bermain ular tangga raksasa. “Seru bisa injak ular tangganya. Tadi juga dikasih pertanyaan soal semboyan Indonesia senang banget,” ujar Vella.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN IK Dersalam Rofiq Addiansyah, mengaku salut atas kreatifitas mahasiswanya, “Saya sangat mendukung kegiatan ini. Materinya sangat bermanfaat dan mudah diterima,” ujarnya.

 

Perkemahan PTK untuk Perkuat Moderasi Beragama

Permainan Ular tangga – Sumber Foto: Kemenag.go.id

Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah, mengatakan, Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan (PWN PTK) XV yang akan digelar 9-14 November 2021  akan didesain sebagai wahana memperkuat moderasi beragama dan semangat kebangsaan.

“PWN PTK sangat strategis untuk mendesiminasikan gagasan moderasi beragama untuk mahasiswa dan menguatkan solidaritas,” terang Nyayu Khadijah saat pembukaan Rapat Koordinasi Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN Se-Indonesia di Palembang, Selasa, 14 September 2021.

PWN PTK XV akan berlangsung di Jakabaring Sport Center (JSC) dan UIN Raden Fatah Palembang. Giat ini akan dihadiri 450 pramuka penegah-pandega PTK se-Indonesia.

“UIN Palembang menjadi tempat dilaksanakan kegiatan, namun kesuksesan kegiatan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkap Nyayu Khodijah di hadapan 58 WR/WK III PTKIN se-Indonesia.

Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Rosidin Hasan, mengatakan,  Provinsi Sumatera Selatan merasa bangga menjadi tuan rumah pelaksanaan PWN PTK XV.

“Kebanggaan ini dikarenakan atmosfer keberagaman moderasi beragama akan menyala di bumi Sriwijaya. Provinsi Sumatera Selatan menjadi poros keberagaman dalam agenda nasional tersebut,” ungkap Rosidin Hasan, dikutip dari kemenag.go.id (19/9).

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Direktorat Diktis Ditjen Pendidikan Islam Ruchman Basori mengatakan berbagai pendekatan dan metode tengah dilakukan untuk mendiseminasikan moderasi beragama, salah satunya melalui PWN PTK.

“Berbagai menu kegiatan PWN PTK diarahkan untuk meningkatkan wawasan dan sikap moderasi beragama, semangat kebangsaan dan Pendidikan anti korupsi,” kata mantan aktivis 1998 ini.

Ruchman menambahkan, dalam PWN juga akan dipecahkan Rekor MURI berupa pembuatan pantun moderasi beragama terbanyak, yang akan ditulis peserta perkemahan dan civitas akademika PTKIN.

Rakor ini dihadiri Wakil Rektor (WR) II UIN Palembang, Abdul Hadi, WR III Hamidah, Kepala Biro AUPK, Karo AAKK Mirwan Fasta, Ketua Forum WR/WK III PTKIN se-Indonesia Sumper Mulia Harahap, dan Waslitev PWN PTK XV 2021. [kemenag.go.id]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed