by

UHN IGB Sugriwa Dukung Candi Prambanan Jadi Pusat Religi Hindu Nusantara

Kabar Damai I Sabtu, 12 Juni 2021

Denpasar I kabardamai.id I Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN IGB) Sugriwa mendukung pencanangan Candi Prambanan sebagai pusat religi Hindu nusantara dan dunia.

“Sebagai pusat religi, selain bermanfaat untuk keajegan Hindu, Candi Prambanan secara tak langsung mendatangkan manfaat ekonomi bagi wilayah sekitar dan negara. Kami mendukung pencanangan ini,” kata Wakil Rektor UHN IGB Sugriwa, I Made Surada pada acara webinar nasional pencanangan Candi Prambanan sebagai pusat religi Hindu nusantara dan dunia, Kamis, 10 Juni 2021.

Dilansir dari laman Kementerian Agama RI, Webinar nasional ini terselenggara hasil kerja sama Ditjen Bimas Hindu  dan LPPM UHN IGB Sugriwa. Hadir sebagai narasumber, Daud Aris Tanudirjo dan Nurkotimah. Selaku moderator, Ida Ayu Tary Puspa.

Daud Aris Tanudirjo memaparkan materi dengan judul ‘Sejarah Kompleks Candi Prambanan Warisan Budaya Hindu’. Sedang Nurkotimah, menjelaskan tentang ‘Ritual Hindu Candi Prambanan’.

I Made Surada, menyambut baik pelaksanaan webinar nasional ini. Baginya, Candi Prambanan merupakan warisan para leluhur yang dibangun dengan Sraddha dan Bhakti yang tinggi.

“Bangunan dan patung-patung sebagai tempat pemujaan menggambarkan proses penciptaan, pemeliharaan, dan pralina alam semesta,” kata Surada, dikutip dari kemenag.go.id (11/6).

Baca Juga: Puja Mandala, Inspirasi Toleransi dari Pulau Dewata

Surada juga menjelaskan bahwa Candi Prambanan menjadi cerminan perbedaan yang bisa berjalan selaras sejalan dengan sesanti Bhinneka Tunggal Ika. “Semoga webinar nasional ini berjalan baik, dan mendatangkan pemikiran-pemikiran cemerlang yang lahir dari para narasumber terkait candi prambanan sebagai pusat religi Hindu,” harap Surada.

DirjenBimas Hindu, Tri Handoko Seto menyampaikan harapan kiranya webinar nasional ini bisa menghasilkan dokumen atau rekomendasi guna mewujudkan upaya pencanangan candi Prambanan sebagai pusat religi Hindu Nusantara dan Dunia.

“Jangan sampai webinar berhenti begitu saja, tapi saya harap agar menghasilkan dokumen atau rekomendasi yang bisa kita gunakan bersama,” kata Tri Handoko Seto.

Pusat Ibadah Umat Hindu Dunia

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Candi Prambanan tengah disiapkan untuk menjadi pusat ibadah Hindu dunia. Dia menjamin Kemenag akan mengafirmasi usulan semua agama.

Terkait Candi Prambanan itu awalnya disinggung oleh anggota Komisi VIII Fraksi PDIP Komang Koheri. Dia berharap Candi Prambanan bisa dijadikan pusat ibadah umat Hindu di dunia.

“Alangkah indahnya gimana kalau Candi Prambanan juga dijadikan pusat ibadah umat Hindu, Gus, mungkin nanti jadi juga umat Hindu di seluruh dunia jadi rujukan sehingga tidak hanya jadi tempat wisata dan yang sangat miris bahwa kaum-kaum agama Hindu ketika dia melakukan ritual tidak bisa masuk karena alasan menjadi, apa namanya, sebagai kawasan wisata,” kata Komang, dalam rapat, Kamis, 8 April 2021.

Menjawab hal itu, Gus Yaqut menyampaikan rencana itu tengah berjalan. Dia meyakinkan bahwa Kemenag akan mengafirmasi semua agama.

“Soal Prambanan kita sudah siapkan, Pak Komang, jadi tinggal jalan. Jadi jangan khawatir karena kita akan mengafirmasi semua agama. Jadi sebelum Bapak bertanya, kita sudah laksanakan kira-kira begitu. Ya sesuai permintaan tadi,” ujarnya, dikutip dari detikcom (8/4).

Pusat Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Kebudayaan

Melansir warta Bali Express, 21 Maret 2021, disebut telah beredar Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Hindu Nomor 26 tahun 2021 tentang Tim Kerja Pencanangan Candi Prambanan sebagai Tempat Ibadah Hindu Nusantara dan Hindu Dunia. SK yang ditetapkan di Jakarta tertanggal 16 Februari 2020 tersebut, ditandatangani Dirjen Bimas Hindu, Tri Handoko Seto.

Dalam salah satu poin di dalamnya tertera bahwa berbagai laporan dan hasil studi arkeologi, filologi, ilmu sejarah dan studi kebudayaan atas Candi Prambanan (Siwa Grha) dan candi-candi Hindu lainnya, menunjukkan bahwa tujuan pendirian dan fungsi Candi Prambanan dan sebagian besar candi-candi Hindu lainnya adalah sebagai Puja Mandala atau tempat sembahyang, melakukan Sadhana, Yoga, tempat Dharmayatra dan Pasraman/lembaga pendidikan.

Sehubungan dengan fungsinya, sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Candi Prambanan dan candi-candi Hindu lainnya dapat dimanfaatkan untuk ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, dan kesejahteraan masyarakat.

Disebutkan pula surat keputusan tersebut sebagai tindak lanjut aspirasi majelis tertinggi agama Hindu, yaitu Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan berbagai organisasi kemasyarakatan serta komponen umat Hindu di seluruh Indonesia, terkait wacana untuk menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Pemujaan umat Hindu Nusantara dan Dunia.

Ketua PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya saat dikonfirmasi terkait hal itu melalui telepon dan pesan elektronik WhatsApp belum memberikan jawaban. Sementara Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si tak menampik adanya pencanangan Candi Prambanan sebagai Tempat Ibadah Hindu Nusantara dan Hindu Dunia.

“Menurut sejarah perkembangan Hindu di Jawa Tengah, Prambanan merupakan candi yang terbesar dan ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Jadi, menurut kami di PHDI, ini adalah hal yang positif,” ungkapnya, Rabu, 17 Maret 2021, seperti dikuyip dari baliexpress.jawapos.com.

Dilihat dari lokasi Prambanan, menurutnya sangat strategis. Kemudian melihat dari ornamen, sejarah, dan peradaban, menurutnya memungkinkan digunakan sebagai tempat ibadah Hindu.

Ia menerangkan, sebelumnya Candi Prambanan oleh PHDI Pusat dirintis sebagai pusat pelaksanaan Tawur Kasanga dan Nyepi secara nasional. “PHDI Pusat yang awalnya merintis sebagai pusat tempat tawur secara nasional. Jadi ini sebenarnya langkah maju dalam perkembangan agama Hindu,” terangnya.

Ditambahkan Prof. Ngurah Sudiana, ketenaran Prambanan sebagai destinasi, sudah dikenal secara internasional. Sehingga, ketika dicanangkan sebagai tempat ibadah Hindu Nusantara dan Dunia, tak terlalu sulit menyosialisasikannya.

“Tinggal sekarang bagaimana umat Hindu itu sendiri yang ada di Indonesia dan di dunia untuk memanfaatkan secara maksimal. Sehingga tidak hanya pencanangan, tetapi dari segi praktik juga yang terpenting. Kita patut berbangga, karena di dunia kita mempunyai peninggalan-peninggalan yang menjadi monumen-monumen peradaban, seperti Prambanan, Pura Besakih, dan lainnya,” terang Rektor UHN IGB Sugriwa ini. [kemenag/detik/baliexpress]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed