by

Tripusaka: Kebijaksanaan, Cinta Kasih, dan Berani

Oleh Js Sun Vera

Seiring perubahan iklim politik dan kemajuan teknologi informasi, kebebasan berpendapat mengalami perubahan dari masa-masa sebelumnya. Keberanian menyampaikan pendapat dan bertindak meningkat, terutama di dunia maya, kadang justru menjadi kontra produktif.

Menghakimi orang lain atau kelompok tertentu, menghujat lembaga, sampai ujaran kebencian setiap hari bertebaran di berbagai media sosial.  Ketika terjerat pelanggaran pasal Undang-Undang Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan berpotensi mendapat sanksi hukum, barulah tergagap dan berusaha menempuh jalur damai.

Di dunia nyata pun demikian, keberanian bertindak meningkat. Ada perseteruan antar saudara, anak menempuh jalur hukum untuk menuntut hak waris dari orang tua, dan yang lebih miris, bahkan pembunuhan antar anggota keluarga.

Memiliki keberanian yang demikian tentu sangat merugikan bagi diri sendiri dan orang lain. Hal ini terjadi karena keberanian yang tidak memiliki landasan yang tepat. Nabi Kongzi membekali kita dengan ajaran Tripusaka (San Da De). Ajaran ini terdiri atas Kebijaksanaan, Cinta Kasih, dan Berani.

Keberanian harus dilandasi dengan kebijaksanaan dan cinta kasih, barulah menghasilkan tindakan Berani yang bermanfaat. Keberanian tanpa kebijaksanan adalah tindakan konyol, ibarat maju perang tanpa senjata.

Baca Juga : Hidup Rukun dan Toleran dalam Kemajemukan

Setiap hari dapat kita lihat di berbagai media sosial, tulisan maupun video yang memuat ujaran kebencian, menjelek-jelekkan orang lain, lembaga, atau institusi pemerintah. Ketika diklarifikasi, ternyata hanya omong kosong tanpa bukti dan data, hingga harus berurusan dengan hukum.  Untuk berani mengeluarkan pendapat, kita harus mencari informasi selengkap mungkin, menyampaikan pendapat harus ada data yang dapat dipertanggungjawabkan, dan memiliki dasar argumentasi yang jelas.

Keberanian tanpa cinta kasih akan menjadi tindakan yang kejam.  Beberapa waktu lalu beredar berita yang sangat mengiris hati, seorang anak menempuh jalur hukum menuntut ibu kandungnya untuk mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh ayahnya. Dapat dibayangkan betapa hancurnya perasaan dan harga diri seorang ibu yang dituntut di hadapan hukum oleh anak yang sangat dicintai. Berani bertindak harus mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan, jangan sampai menyakiti atau melukai orang lain, apalagi orang tua sendiri.

Dengan berlandaskan kebijaksanaan dan cinta kasih, maka tindakan berani menjadi tindakan yang mempunyai efek manfaat. Berani mengungkapkan kebenaran, dengan didukung data dan fakta yang telah diteliti dengan baik, akan menjadi sebuah pencerahan yang sangat berarti, bahkan dapat meluruskan sejarah. Berani bertanggung jawab atas sebuah kesalahan dapat menyelamatkan orang lain yang tidak bersalah dari hukuman.

Jadi, berani dalam ajaran Tripusaka sangat luas maknanya, bukan hanya berani secara fisik, tetapi berani secara keseluruhan, termasuk berani berjuang dalam hidup. Meskipun hidup dalam keadaan serba kekurangan, namun tetap memegang teguh satya dan kebenaran.

Berani bangkit dari kegagalan, terus berusaha meskipun banyak rintangan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Berani menerima konsekuensi dari sebuah pilihan, tetap mempertahankan dan mencari solusi demi kebaikan dalam sebuah pernikahan yang dilanda permasalahan, dan lain-lain.

Keberanian sangat penting dimiliki oleh setiap insan. Namun, yang terutama harus diperhatikan adalah tujuan dari tindakan yang dilakukan dan landasan yang tepat berupa kebijaksanaan dan cinta kasih.

Mari kita renungkan ayat suci dalam Zhong Yong XIX: 10. Nabi bersabda, “Suka belajar itu mendekatkan kita kepada Kebijaksanaan; dengan sekuat tenaga melaksanakan tugas mendekatkan kita kepada Cinta Kasih, dan Rasa Tahu Malu mendekatkan kita kepada Berani.”

Semoga kita semua dapat terus belajar untuk membina diri, berani menjadi diri sendiri, dan menerapkan cinta kasih yang luas kepada sesama. Shanzai.

 

Js Sun Vera, Rohaniwan Khonghucu

 

Sumber: https://kemenag.go.id/read/tripusaka-kebijaksanaan-cinta-kasih-dan-berani-m8dl3

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed