by

Trilogi Pendidikan Ala Ki Hajar Dewantara

Oleh: Rio Pratama

Pendidikan adalah aspek penting dalam kehidupan manusia. Hal ini sesuai dengan tujuan dan fungsi pendidikan itu sendiri yang terdapat pada UU pasal 3 No. 20 Tahun 2003 yang mana berbunyi

‘Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggungjawab’.

Terlepas dari itu, tujuan pendidikan juga sebaik-baiknya selain guna menciptakan insan yang berkembang namun juga sejatinya juga harus merdeka. Ini pula seperti yang sesuai dengan konsep pendidikan oleh bapak pendidikan Indonesia, Raden Mas Suwardi Suryadiningrat atau yang kita kenal bersama dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Tentang Ki Hajar Dewantara

Dikenal sebagai tokoh pendidikan serta seringnya nama Ki Hajar Dewantara disebut pada setiap perayaan hari pendidikan membuat kita tidak asing dengan tokoh yang satu ini. Beliau adalah Suwardi Suryadiningrat yang merupakan pendiri Perguruan Taman Siswa, sebuah perguruan yang memberi kesempatan dan hak pendidikan kepada para pribumi.

Ia lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta, ia adalah merupakan cucu dari Sri Paku Alam III  dari keluarga keraton Yogyakarta. Sedangkan ayahnya bernama GPH Soerjadiningrat.

Terlahir dari keluarga keraton membuatnya dapat mengenyam pendidikan formal pada sekolah yang baik seperti misalnya STOVIA, namun ia tidak selesai dalam belajar disana. Ia juga sangat dekat dengan masyarakat serta lekat pula pada budaya lokal khas Paku Alaman. Namun, ia yang kerap mengkritik Belanda kemudian dibuang ke negara Belanda dan ia gunakan waktu tersebut untuk belajar disana.

Ki Hajar Dewantara juga merupakan tokoh yang terampil, ia juga berprofesi sebagai wartawan dan kerap menulis serta mempropaganda tentang perjuangan dari tulisan-tulisannya. Kiprahnya sangat besar terutama dalam rangka meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa.

Trilogi Ki Hajar Dewantara

Sebagai tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara juga menciptakan trilogi yang menjadi tiga hal ampuh dalam pelaksanaan pendidikan itu sendiri. Trilogi tersebut ialah Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Ngarso Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani.

Baca Juga: Perempuan di Mata Asghar Ali Engineer

Ing Ngarso Sung Tulodo artinya yang didepan memberi teladan. Dalam hal ini, peranan guru sangat besar dalam memberi teladan kepada para peserta didiknya. Istilah atau pepatah guru kencing berdiri, murid kencing berlari sangat mungkin untuk terjadi. Oleh karenanya, teladan guru harus senantiasa ditunjukkan kapan saja dan dimana saja.

Ing Ngarso Mangun Karso artinya yang ditengah membangun keinginan. Dalam hal ini, pemberian motivasi dan memposiskan dirinya seorang guru sehingga dapat menjadi teman dan juga tempat peserta didiknya berangkat untuk berkembang menuju cita-citanya.

Tut Wuri Handayani yang artinya dari belakang memberi dorongan. Hal ini berarti guru harus selalu mendorong peserta didiknya dalam mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan yang dikehendaki.

Implementasi trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara apabila dilakukan dengan sebaik-baiknya tentu akan berdampak baik pula. Tujuan dalam memerdekakan peserta didik melalui trilogi ini juga sudah barang pasti dapat terjadi. Oleh karenanya, mari berusaha dan saling mendukung agar cita-cita pendidikan dapat terwujud melalui triologi yang ada.

Penulis: Rio P

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed