by

Transmisi Nilai-Nilai Pancasila ke Generasi Z

Kabar Damai I Kamis, 17 Juni 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Perkembangan teknologi disertai dengan derasnya arus informasi memicu penanaman nilai-nilai Pancasila terhadap generasi muda patut mendapat perhatian serius, terutama bagi pemerintah. Bukan hanya dalam aspek penerapan nilai-nilai pancasila tetapi pengetahuan generasi muda terhadap aspek tekstual pancasila juga perlu mendapatkan perhatian.

Pentingnya pemerintah memperhatikan pengetahuan generasi muda terhadap aspek tekstual pancasila terlihat melalui hasil survey yang dilakukan Tirto.id pada Juli 2018 lalu.  Survey tersebut dilakukan terhadap 990 responden yang berusia 17 hingga 20 tahun untuk mengetahui pemahaman dan preferensi generasi Z di Indonesia mengenai pancasila.

Untuk mengetahui pemahaman generasi Z terhadap pancasila, mereka diminta untuk menyebutkan teks pancasila, menunjukkan masing-masing lambang sila-sila dalam pancasila serta mengurutkannya.  Hasilnya, tidak semua generasi Z yang mampu menyebutkan teks pancasila dengan benar, berhasil dalam pertanyaan riset ini. Riset menemukan bahwa hanya 33,74  persen dari total generasi Z mampu menyebutkan teks dan menunjukkan lambang pancasila dengan benar.

Kanal youtube Suara SETARA menampilkan Dr. Rima Agristina,S.H.,S.E.,M.M. (Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP) serta Bonar Tigor Naipospos (Wakil ketua SETARA Institue). Keduanya membincangkan tentang Transmisi Nilai-Nilai Pancasila ke Generasi Z. Rabu, (9/6/2021).

Diawal pemaparannya, Rima Agristina mengungkapkan bahwa dewasa kini masih banyak anak muda yang tidak memahami pancasila.

“Kami dari BPIP melihat banyak anak muda yang tidak menyadari pentingnya merawat daripada ideologi pancasila. Ada yang sudah melaksanakan dalam keseharian tapi belum secara kental memahami pengamalan nilai-nilai pancasila. Bahkan ada yang tidak tau lambang-lambang pancasila sehingga mereka tidak memahami maknanya,” ungkapnya.

Baca Juga: Cerita Anak Muda Kendari Merawat Keberagaman

Menanggapi permasalahan yang sama, Bonar Tigor mewajarkan generasi muda yang gagap dalam menjelaskan pancasila. Namun menurutnya, yang terpenting tentang bagaimana pancasila menjadi internalisasi dan menjadi panduan dalam kehidupan sehari-hari.

Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan media saat ini, semua orang dapat mengakses apapun. Terlebih bagi para generasi milenial dan juga generasi Z. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penerapan pancasila melalui media dan waktu. Menanggapinya, Rima menyatakan bahwa BPIP menanggulanginya melalui kampanye pancasila melalui tindakan.

“Kami selalu mengkampanyekan pancasila dalam tindakan. Ini yang ingin kita ajak kepada generasi muda bahwa walaupun didalam dunia digital sekalipun, nilai-nilai pancasila juga sangat relefan. Karena saat mereka berinteraksi dengan teknologi tetap dapat mengucapkan salam, menghargai perbedaan keyakinan dan itu termasuk penerapan nilai-nilai pancasila,” jelasnya.

Berkaitan dengan adanya kasus anak muda yang tergabung dalam gerkaan ekstrimisme. Rima menyatakan bahwa anak-anak muda memang suka pada sesuatu yang berbeda, oleh karenanya memberikan pemahaman kepadanya menjadi hal vital yang harus dilakukan.

“Anak-anak muda senang pada sesuatu yang berbeda, saat ada simbol dari negara lain langsung diambil begitu saja. Tapi kita juga harus hati-hati saat mereka sudah menggunakan simbol itu berarti semerta-serta mereka sudah menganut simbol itu,”.

“Justru jangan langsung menghukum, namun melihat apakah mereka hanya mengambil untuk identias saja. Maka, penting memberikan pemahaman kepadanya,” papar Irma.

Berkaitan dengan transmisi pancasila, Bonar menjelaskan agar pancasila tetap mengalir begitu saja namun secara konteks dan penerapan dapat dipahami.

“Transmisi nilai-nilai pancasila memang susah-susah gampang, susah dalam retorika namun dalam penerapan lebih gampang. Yang harus dihindari adalah menjadikan pancasila sebagai dogma. Biarkan mengalir begitu saja tapi orang paham bahwa apa yang ia lakukan itulah pancasila,” pungkas Bonar.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed