by

Tradisi Kumbh Mela, Festival Hindu Penyebab Tsunami Covid-19 di India

Kabar Damai | Selasa, 04 Mei 2021

Haridwar – India | kabardamai.id | Festival Keagamaan Kumbh Mela dikabarkan menjadi salah satu pemicu masifnya penularan Covid-19 di India beberapa waktu belakangan. Melansir Reuters, Minggu (2/5/2021), ratusan ribu orang bedesak-desakan untuk berenang dalam festival keagamaan Kumbh Mela di Sungai Gangga, Haridwar India, pekan kedua bulan lalu.

Setelah festival tersebut digelar, kasus Covid-19 melonjak lebih dari 300 ribu orang setiap hari. Hal itu yang kemudian menyebabkan sistem kesehatan di India terancam lumpuh.

Tradisi Ziarah Terbesar India

Kumbh Mela dalam agama Hindu merupakan ritual keagamaan yang dirayakan empat kali selama 12 tahun. Ritual mandi bareng ini biasanya dilakukan di empat lokasi, yakni Haridwar, Prayag, Ujjain dan Nashik.

Berdasarkan daftar “Intangible Cultural Heritage of Humanity” UNESCO pada tahun 2017, Kumbh Mela didasarkan pada mitologi Hindu dan pertempuran antara Dewa Wisnu, yang dianggap sebagai pelindung alam semesta, dan setan-setan di atas kendi berisi “amrit.”

Wisnu muncul sebagai pemenang, berhasil memegang kendi dan terbang dengan Garuda, makhluk besar seperti burung. Menurut teks-teks Hindu kuno, ketika Wisnu terbang menjauh dari iblis-iblis, sebanyak empat tetes nektar jatuh ke empat kota kuno, yakni Prayagraj, Nasik, Haridwar, dan Ujjain.

Baca Juga : Jadi Bagian Silabus, Arab Saudi Masukan Epos Ramayana dan Mahabharata

Dilansir Britannica, Kumbh Mela merupakan tradisi ziarah terbesar di India. Tradisi ini juga adalah ziarah massal umat Hindu yang berlangsung selama 2 bulan ke depan, di mana para peserta ziarah secara simbolis membasuh dosa-dosa mereka di sungai yang dinilai suci di India. Salah satu pemandangan paling mencolok adalah “shahi”, prosesi kerajaan umat Hindu yang biasa dikenal dengan “sadhus”.

 

Sungai Gangga Membebaskan dari Dosa

Peserta di Kumbh Mela berasal dari semua lapisan penduduk Hindu, mulai dari sadhus (orang suci), orang tanpa busana, hingga para petapa. Para peserta festival akan berbondong-bondong melakukan ziarah dan mandi di Sungai Gangga.

Sungai Gangga dan agama Hindu sangat erat kaitannya. Umat Hindu meyakini bahwa mandi di Sungai Gangga dapat membebaskan orang dari dosa dan mandi pada saat Kumbh membawa keselamatan dari siklus hidup.

Mereka mengibaratkan sungai sebagai Dewi Gangga dan mereka yakin jika mandi di sungai membawa keberuntungan, menghapus dosa, dan memfasilitasi moksa (pembebasan dari siklus hidup dan mati).  Dewi Gangga sering digambarkan dalam budaya India memiliki empat tangan dan duduk di atas vahana (kendaraan) miliknya, Makara, hewan berkepala buaya dan ekor lumba-lumba.

Pada 2013, Festival Kumbh Mela diikuti oleh 120 juta penduduk Hindu di Allahabad. Festival ini pun memecahkan rekor sebagai kegiatan yang paling besar dan ramai di dunia, karena menghadirkan orang banyak dalam kurun satu waktu.

Meredam Kemarahan Umat Hindu

Seperti dilansir The Associated Press, Selasa (2/5/2021), Modi dan Partai BJP memberikan izin untuk tetap menggelar festival lantaran tidak mau membuat marah umat Hindu, yang merupakan pendukung terbesar partai tersebut.

Hal senada pun disampaikan Kepala Menteri Negara Bagian Uttarakhand, Tirath Singh Rawat. “Iman kepada Tuhan akan mengatasi ketakutan akan virus,” ujarnya.

Mengetahui hal itu, sejumlah pakar kesehatan setempat telah mengimbau agar festival itu dibatalkan. Mereka khawatir para pengunjung festival dapat terinfeksi dan kemudian membawa virus itu kembali ke kota dan desa mereka nantinya.

Namun pemerintah tetap memberikan izin untuk melaksanakan festival dengan alasan akan mematuhi protokol kesehatan yang diatur, di mana otoritas wilayah akan mempersingkat durasi festival dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, saat acara digelar, otoritas wilayah Haridwar mengatakan sangat sulit untuk menerapkan langkah-langkah social distancing. Disebutkan juga bahwa tes COVID-19 dilakukan bagi mereka yang memasuki area tersebut.

“Kami terus mengimbau orang-orang untuk mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Tapi karena kerumunan yang besar, hal itu praktis tidak memungkinkan,” kata perwira polisi senior setempat, Sanjay Gunjyal.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Sumber: Britannia I CNBC I Kumparan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed