by

Toleransi Terhadap Nikmat yang Dimiliki Tetangga dan Saudara

Kabar Damai | Minggu, 15 Mei 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Tuhan adalah zat yang maha adil dan lagi bijaksana. Ia diyakini dapat berlaku adil kepada semua umatnya, termasuk dalam memberikan nikmat dalam berbagai bentuk.

Ahmad Said Asrori dalam kanal TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, menjelaskan bagaimana hal yang harus dilakukan oleh manusia ketika tetangga atau keluarga mendapatkan nikmat dari Tuhan.

Ia menyatakan, dalam suatu waktu Rasul bersabda dalam satu hadist yang artinya ‘tidaklah sempurna iman seseorang diantara kamu semua sehingga seseorang itu mencintai apa yang dimiliki oleh sauraranya seperti mencintai apa yang dimiliki oleh dia’.

Artinya, seseorang akan sempurna imannya maka kala seseorang itu merasa bahagia, senang apabila ada saudaranya mendapatkan kesenangan. Ikut bersyukur jika ada saudara atau sahabat mendapatkan kenikmatan. Seperti apabila nikmat itu diterima olehnya.

“Dari hadist ini, umat Islam dilarang keras manakala ada sahabat atau saudara mendapatkan kenikmatan namun kita malah merasa terganggu dengan kenikmatan yang diberikan kepada saudara atau sahabat,” ungkapnya.

Menurutnya, mengapa harus ikut senang dengan nikmat tetangga ialah karena barang waktu seseorang dapat meminta tolong kepada saudara atau sahabat dengan menggunakan kenikmatan yang diberi Tuhan kepadanya.

Baca Juga: Anak Muda Bicara Toleransi: Begini Cara Kami Keluarga Lintas Agama Merawat Keberagaman

“Sehingga kita umat Islam tidak boleh iri dan dengki kepada nikmat yang diberikan Allah kepada sahabat kita dan saudara kita,” tambahnya.

Seringkali, ada orang yang apabila saudara atau sahabat mendapatkan kenikmatan maka akan merasa terganggu, ini adalah hal salah dan tidak boleh dihindari. Sebab, jika hal tersebut terjadi maka akan menyebabkan iman menjadi tidaklah sempurna.

“Ini dawuh yang luar biasa, kita tidak hanya ikut bersyukur dan berbahagia serta ikut senang manakala ada teman-teman mendapatkan anugerah kenikmatan,”.

“Jika kita dapat melakukan itu, makai man kita akan dapat meningkat bahkan pada tingkat yang sempurna,” jelasnya.

Banyak orang yang sakit hati dan fikiran dan kemudian mengganggu terhadap tingkah lakunya  karena tidak merasa nyaman terhadap nikmat yang diberikan kepada saudara dan keluarga. Hal ini menjadi sumber penyakit, yangmana sifat semacam ini disebut iri dalam bahasa sehari-hari.

Semakin besar atau nikmat yang diberikan justru membuat hati semakin sakit dan semakin terganggu pikiran. Hal ini adalah hal yang tidak boleh terjadi karena dapat merembet dan menjadi penyakit-penyakit yang lain dan berat untuk dijalani karena menjadi perbuatan dosa yang besar.

“Orang yang hasut, iri dan dengki itu tidak akan dianggat derajatnya menjadi pemimpin atau tokoh pada tataran yang lebih mulia,” tuturnya.

Oleh karenanya, ia mengajak kita semua apabila melihat tetangga mendapatkan nikmat baik materi dan lain sebagainya agar kemudian mendoakan agar nikmat tersebut menjadi nilai tambah agar semakin mendekatkan diri pada Allah.

“Sebab hakikatnya kenikmatan itu anugerah pemberian dari Allah,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed