by

Toleransi di Indonesia: Rekam Jejak Anak Muda Dalam Keterlibatan Revolusi Perdamaian

Oleh: Feby Kartikasari

Dalam praktik memahami konteks keragaman dalam hal produk dan perspektif sangat penting bagi negara-negara dengan budaya yang sangat beragam. Hal ini tidak hanya untuk melestarikan budaya yang ada, tetapi juga untuk mencegah perpecahan akibat hilangnya toleransi antar anggota masyarakat.

Indonesia kaya akan keanekaragaman budaya, dengan 1.331 suku bangsa, 741 bahasa daerah, 6 agama resmi dan 245 kepercayaan. Bhineka Tunggal Ika adalah semangat utama penghormatan terhadap perbedaan dan keragaman sudah menjadi buah dari bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, ruang publik tercipta  dengan budaya berbeda yang dapat diakomodasi oleh semua pihak harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan perbedaan dan keragaman namun rentan terhadap perpecahan karena perbedaan yang ada. Pemecahan masyarakat dapat menimbulkan konflik yang merugikan banyak pihak.

Oleh karena itu, toleransi sangat penting bagi keragaman dan pluralisme masyarakat. Esensi toleransi harus ditanamkan sejak dini agar dapat menerima perbedaan yang ada. Contoh perilaku toleransi seperti mengizinkan tetangga untuk beribadah kepada Tuhan, membantu warga saat hari raya, dan menghargai perbedaan budaya yang ada tanpa membeda-bedakan tetangga.

Baca Juga: Edukasi Rasisme pada Remaja sebagai Pengembangan Paham Perdamaian

Sikap dan toleransi terhadap keragaman dalam masyarakat adalah kunci untuk mempromosikan persatuan dan inklusi serta mencegah perpecahan di antara masyarakat Indonesia. Setiap orang harus menoleransi keragaman suku, agama, ras, budaya, dan antargolongan.

Generasi muda masa kini, atau yang biasa disebut dengan generasi milenial berperan penting dalam menyongsong kehidupan masa depan. Apalagi jika dikaitkan dengan isu peran milenial dalam menciptakan perdamaian dunia. Hal ini penting untuk dipikirkan oleh generasi muda saat ini.

Pemuda memiliki banyak peran dalam hal ini karena semangat juang para pemuda sangat tinggi dikalangan dan fisiknya masih kuat, pikirannya memiliki ide-ide intelektual perlu dikembangkan untuk pembangunan bangsa dan negara.

Jika negara dapat maju ke segala arah, tentunya perdamaian akan tercipta ketika peran intelektual untuk kebaikan negara sampai batas tertentu, sehingga negara dapat dikatakan sebagai negara adidaya. Karena anak muda memiliki kekuatan yang luar biasa.

Milenial atau anak muda  seperti apa yang dibutuhkan negara? Ialah generasi mgenerasi yang menopang harkat dan martabat negaranya, generasi yang memahami sejarah negaranya, generasi yang melestarikan budaya negaranya, generasi yang peduli sesama makhluk, terutama mereka yang tertindas.

Perdamaian dunia akan diwujudkan oleh generasi muda di masa depan, karena itu adalah prinsip Indonesia yang diatur dalam undang-undang 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa.

Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno proklamator kemerdekaan Indonesia pernah berkata bahwa dia menyemangati kaum muda dengan pernyataan “Beri saya seribu orang tua. Saya pasti akan mencabut Smel dari akarnya dan memberi saya sepuluh anak muda. Saya pasti akan mengguncang dunia,” 

Feby Kartikasari, Peserta Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed