by

TNI Sosialisasikan Nilai-nilai Pancasila di Wilayah Perbatasan

Kabar Damai I Selasa, 22 Juni 2021

Nunukan I kabardamai.id I Tak hanya pekerjaan secara fisik yang dijalankan dalam Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan ke 111 Tahun 2021, yang diselenggarakan Kodim 0911/Nunukan di Desa Binusan Dalam, Nunukan, Kalimantan Utara. Namun, ada nilai-nilai Pancasila yang ditanamkam para Satgas TMMD ini.

Dilansir dari laman BPIP, Perwira Seksi Teritorial Lettu Inf Muhajir mengatakan, dalam sasaran non fisik memang sudah direncanakan kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan dan sosialisasi di berbagai bidang yang berkaitan dengan kebutuhan dasar para warga Desa Binusan Dalam.

“Akan tetapi, apabila dilakukan dalam waktu TMMD ini secara berkelanjutan setiap harinya, maka akan lebih optimal dalam penyampaian dan bukan hanya sekedar lewat di telinga,” kata Lettu Muhajir, Senin, 21 Juni 2021.

Baca Juga: Transmisi Nilai-Nilai Pancasila ke Generasi Z

Lettu Muhajir menjelaskan, kali ini para anak-anak desa atau generasi penerus bangsa yang menjadi sasaran nonfisik Satgas TMMD ke 111, dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan.

“Wilayah perbatasan merupakan wilayah yang amat strategis dan memiliki pengaruh paling besar terhadap kedaulatan NKRI. Sama halnya dengan ungkapan makna tapal batas dan beranda terdepan NKRI yang selalu digadang-gadang menjadi pagar terdepan dalam menghadapi segala ancaman,” terang Lettu Muhaji.

Memberikan Pelajaran Tambahan

Di Papua, Pos Waris Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di wilayah perbatasan, seperti yang dilakukan Danpos Waris Letda Inf Tatok yang memberikan pelajaran tambahan tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila bagi Siswa-Siswi SD YPPK Kenandega/Waris di luar jam sekolah, Rabu, 17 Maretr 2021).

Rumah Belajar Bromo merupakan tempat yang telah di sediakan untuk pemberian pelajaran tambahan di luar pelajaran dari sekolah bagi Siswa-Siswi SD YPPK Kenandega/Waris yang berada didalam Pos Waris Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua.

“Pelajaran tambahan bagi calon-calon generasi penerus bangsa yang ada di perbatasan ini bertujuan agar suatu hari nanti bisa menjadi anak muda yang hebat dan membanggakan khususnya bagi Kampung Banda dan bangsa Indonesia pada umumnya, pelajaran yang diberikan ini dilakukan di luar dari jam sekolah, sehingga tidak mengganggu waktu belajar formal mereka,” tegas Letda Inf Tatok, dikuti dari inilahjogja.com.

“Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan ini memang tidak formal seperti saat di sekolah, namun tidak akan mengurangi esensi dan sasaran yang ingin dicapai, dimana kegiatan tersebut dilakukan dengan pendekatan khusus agar mereka tidak canggung menghadapi orang baru terutama TNI yang berperan sebagai guru, apalagi mereka sempat libur panjang dari kegiatan belajar mengajar di sekolah akibat wabah Covid-19,” tambahnya.

Voni selaku salah satu Guru di sekolah SD YPPK, mengucapkan terima kasih kepada Letda Inf Tatok Danpos waris yang telah berkenan mendampingi dan membantu mengisi waktu tambahan belajar, dimana hal tersebut menurutnya sangat berarti dalam upaya mencerdaskan anak-anak perbatasan.

Selain itu, salah satu siswa kelas 4 SD YPPK, Zenet Meho mengatakan bahwa sangat senang bisa belajar bersama dengan TNI.

“Kami senang diajari Kakak Tentara Pos Waris. Kami sangat gembira sekali, karena selain dapat pelajaran tambahan seperti mengenal Pancasila, kami juga secara bergilir menyebutkan dan menghafalkan lima sila dalam Pancasila. Semoga Kakak tentara personel pos waris selalu bersama dan membimbing kami,” ujarnya.

TNI Bisa Menjadi Motor Rekonsiliasi

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Yudi Latif mengatakan  bahwa TNI dapat menjadi motor bagi pembumian nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“Army harus menjadi leaders. Menjadi mobilisasi untuk mengisi negara ini dengan nilai-nilai Pancasila seperti yang dilakukan Founding Father,” kata Yudi Latif saat mengisi Seminar Nasional Memperingati Hari Kelahiran Pancasila bertema ‘Api Semangat Pancasila dalam Bela Negara’ yang dilaksanakan di Auditorium Unhan RI, Selasa, 1 Juni 2021.

Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu melihat saat ini sudah terjadi perpecahan antaranak bangsa dan rasa tidak saling percaya. Sebenarnya pada momen seperti ini, Yudi mengharapkan sosok Sudirman itu hadir di TNI. Sudirman dianggap mampu memecah kebuntuan tersebut.

“Di mana kekuatan-kekuatan pertahanan negara jadi kekuatan rekonsiliasi nasional, tetapi tidak ikut campur dalam urusan politik praktis,” tambahnya.

Lebih jauh Yudi juga menilai pemuda Indonesia harus mengilhami semangat Proklamator RI Bung Karno dalam mengimplementasikan visi bernegara. Bung Karno dan bapak bangsa lainnya, menurut Yudi, mampu melihat peluang untuk kemerdekaan RI di tengah gejolak dan tarik-menarik kepentingan kolonialisme. [bpip/jpnn]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed