by

Tino AME, Artis Of Borneo Membawa Dayak Mendunia

Kabar Damai I Jumat, 09 Juli 2021

Sintang I Kabaedamai.id I Membahas tentang kebudayaan asli Indonesia tentu menjadi hal yang menarik dan juga unik, terlebih dengan luasnya Indonesia yang membentang sangat luas dari Sabang hingga Merauke, terdiri dari ribuan pulau dan juga banyak hal beragam sehingga menjadikan kuantitas antar satu wilayah dan wilayah yang lain juga kemudian beragam pula.

Budaya berkaitan dengan bentuk atau cara hidup yang berkembang yang dimiliki oleh sekelompok orang dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Budaya harus dilestarikan karena menjadi local wisdom dan identitas dari suatu kelompok itu sendiri.

Dayak menjadi suku yang menarik, populasinya tersebar di Kalimantan dan juga sebagian wilayah Malaysia. Kuantitas Dayak dengan berbagai sub suku juga turut hadir di Kalimantan Barat. Dayak di Kalbar masih sangat menjunjung tinggi adat, tradisi dan juga budaya yang dimiliki.

Hal ini tidak hanya dilakukan oleh golongan tua, melainkan anak-anak mudanya yang juga sangat bangga akan kebudayaan yang mereka miliki. Oleh karenanya, upaya-upapa pelestarian dilakukan salah satunya oleh Tino AME, Artis of Borneo.

Tino AME adalah seorang pemuda Dayak dari Sintang, Kalimantan Barat. Pria yang juga lekat dan dikenal dengan Dayak Ganteng ini kini berusia 25 tahun dan memiliki hobi bermusik dengan spesifikasi pencipta lagu Dayak, pop dan juga Rohani.

Ia juga senang bermain musik. Kini ia juga merupakan seorang pengajar disalah satu kampus di Sintang serta seorang pengajar di sekolah musik bernama Tino AME Studio.

Baca Juga: Menghapus Stigma Kasar dan Pelaku Kekerasan Bagi Orang Madura

Ia merupakan musisi yang cukup terkenal tidak hanya di Kalimantan Barat, namun juga dalam lingkup nasional dan juga internasional. Konsistensinya dalam bermusik terutama dalam lagu daerah berbahasa Dayak dimulai dari kesadarannya tentang melestarikan kebudayaan. Selain itu, Dayak dipilih karena minim saingan.

“Berawal dari iseng ternyata lagu Dayak ini menjadi identitas yang baik yan harus kita up terus supaya dunia lebih mengenal lagu Dayak. Bisa meng-Indonesia seperti lagu Jawa, Batak dan lainnya yang dengan mudah diterima di Kalimantan,” ungkapnya.

Ia mulai bermusik Dayak pada tahun 2014 yang diseriusi pada kanal youtubenya sendiri. Sebelumnya, ia kerap menyanyikan karya lagu orang lain atau mengaransemen lagu orang lain pula.

Tino AME menyadari bakatnya dalam menciptakan lagu sudah ada sejak kecil. Menurutnya, ia memiliki kebiasaan unik yaitu membuat lagu dari judul-judul lagu yang sudah ada. Kemampuan dalam menciptakan lagu menurutnya didapatkan sendiri. Sedangkan dalam bermusik, ia belajar sendiri pula.

Ia yang merupakan keturunan Dayak Kanayatn tidak hanya menyanyikan lagu Dayak dari satu sub suku saja. Hal ini karena Dayak memiliki sangat banyak sub suku. Dalam bahasa Dayak sendiri antara satu dan lainnya berbeda sesuai dengan jenisnya masing-masing.

Dalam menciptakan lagu diluar dari sub sukunya, ia kerap menciptakan lagu tersebut dalam bahasa Indonesia dan kemudian belajar dan mengubahnya dalam bahasa Dayak yang dimau. Untuknya, dalam tahap ini sekaligus menjadi tahap belajar bahasa dan budaya Dayak untuknya.

Muda, penuh talenta, serta berkontribusi dalam pelestarian Dayak melalui lagu-lagu yang dibuat serta dinyanyikannya membuat masyarakat khususnya di Kalbar menyambut baik Tino AME.

“Sejauh ini mereka menyambut baik, mereka mengenal saya Artis Of Borneo khususnya penyanyi Dayak. Aku pengennya Dayak yang general dalam berkarya,” tuturnya.

Tino AME cukup produktif dalam menciptakan lagu dan atau musik daerah membuatnya terus berupaya mempertahankan brandnya sebagai pencipta lagu daerah dan musisi daerah sehingga membuatnya pula merasa memiliki tanggung jawab untuk terus berkarya kepada masyarakat.

Dikenal oleh banyak orang membuat Tino AME tidak lupa pada fansnya. Adapun demikian membuatnya secara baik mengelola komunikasi dengan netizen yang dilakukan dengan cara yang simple, misalnya saja menyapa dari media sosial, membalas komentar dan sebagainya. Semuanya dilakukannya seorang diri.

Kini, ia sedang menyelesaikan formal education starata II nya dan tidak lupa terus berkarya dalam Dayak. Ia membagi waktu dengan cara memprioritaskan salah satunya.

“Aku memprioritaskan pendidikan dulu, kalau ada yang tabrakan misal harus manggung dan bertambarakan dengan ujian aku akan tetap pilih ujian,” tegasnya.

Ia selalu menjadi pemuda yang bersyukur atas semua pencapaian yang telah ia terima hingga kini.

“Hidup ini selalu banyak berkah, Tuhan tidak pernah ingkar janji atas semua kejadian dihidup aku,”pungkasnya.

Tino AME adalah potret pemuda Dayak Kalbar yang tidak hanya terkenal, namun juga terus berupaya memperkenalkan Dayak melalui karya-karya yang dibuat. Melalui karyanya, semoga budaya Dayak semakin diminati bangsa sendiri dan juga semakin dikenal ke mancanegara.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed