by

Tindakan Teror terhadap Gerakan Masyarakat Sipil Ancam Kebebasan Demokrasi

Kabar Damai I Jumat, 11 Juni 2021

Pontianak I Kabardamai.id I Upaya peretasan, food bombing, penyebaran data pribadi (doxing), hingga teror digital berupa telepon (robocall) dari berbagai nomor tidak dikenal, dialami beberapa pegiat anti korupsi Gerakan Rakyat Anti-Korupsi (Gertak) Kalimantan Barat (Kalbar), yang menyelenggarakan nonton bareng dan diskusi “The End Game : Ronde Terakhir Melawan Korupsi” produksi Watchdoc pada Sabtu (5/6/2021).

Sebelumnya, di aksi kamisan  Gertak Kalbar melakukan aksi tolak pelemahan KPK di Bundaran Digulis, Kamis ( 3/6). Salah satu pegiat anti korupsi Gertak Kalbar yang mengalami peretasan, bahkan difitnah mengirimkan pesan berisi kebencian dan SARA yang menyasar golongan tertentu.

Baca Juga: Siaran Pers: Pemecatan Pegawai KPK Hingga Aksi Teror Terhadap Rakyat

Selain itu, serangan digital juga dialami akun instagram  Watchdoc yang mengalami upaya peretasan. Hal yang sama juga dialami oleh Ikatan Mahasiswa Administrasi Negara (Imahara) Fakultas Hukum USU, yang menyelenggarakan Kuliah Umum secara daring dengan tajuk “Alih Status Pegawai KPK dari Sudut Pandang Hukum Administrasi Negara”, yang mana ada upaya “sabotase” berupa pengiriman video porno pada kegiatan yang tengah berlangsung tersebut.

Kejadian yang terjadi berupa upaya peretasan, food bombing, doxing dan robocall di atas yang dialami pegiat anti-korupsi merupakan suatu tindakan teror nan intimidatif, yang mengancam kebebasan berpendapat yang  telah diatur konstitusi.

Hal itu memperlihatkan bahwasanya terdapat sekelompok pihak yang memiliki kemampuan dan sumber daya, yang menginginkan agar upaya menunjukkan bahwasanya pelemahan KPK yang kini terjadi benar-benar terjadi tidak dapat diakses dan diketahui masyarakat secara luas.

Mengingat korupsi merupakan pukulan mundur bagi penegakan demokrasi di Indonesia. Berbagai kalangan hendaknya bersama-sama mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Mengingat dampaknya sangat besar dan masif bagi kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini dan mendatang.

Berdasarkan penjelasan di atas, kami dari Aksi Kamisan Pontianak menyatakan sikap :

  1. Mengecam keras tindakan teror pengecut yang melakukan peretasan, food bombing, doxing dan robocall yang dialami pegiat anti-korupsi Gertak Kalbar
  2. Tindakan teror pada gerakan masyarakat sipil merupakan suatu bentuk kemunduran demokrasi
  3. Pemecatan sejumlah pegawai KPK yang dinyatakan tak lulus  Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) merupakan bentuk penyingkiran dan pelemahan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia
  4. Menuntut keras kepada Joko Widodo selaku Presiden agar menentukan sikapnya dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

 

Hidup Korban Jangan Diam, Lawan!

Sumber: Kamisan Pontianak

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed