by

TIK dan Upaya Bijak Mengatasi Bully

Oleh: Raffy Hisyam

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) didalam bahasa Inggris biasanya juga disebut sebagai  Information and Communication Technology (ICT). Sebelum kita memasuki pemahaman pengertian dari teknologi informasi dan komunikasi, kita harus terlebih dahulu memahami pengertian  dari masing-masing istilah dari teknologi informasi dan komunikasi secara terpisah.

Pengertian dari teknologi menurut KBBI, ada dua pengertian teknologi, yaitu Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai sebuah tujuan praktis atau sebuah ilmu pengetahuan terapan. Teknologi juga disebut sebagai sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Menurut KBBI pengertian informasi adalah penerangan, pemberitahuan, kabar atau juga berita tentang sesuatu hal. KBBI, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dengan mudah dipahami. Komunikasi juga berarti hubungan atau suatu kontak.

Menurut Kemdikbud, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memuat semua teknologi yang bersangkutan dengan penanganan informasi. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpangan, penyebaran, dan penyajian informasi. TIK mengacu pada teknologi yang menyediakan akses informasi melalui telekomunikasi. TIK mirip dengan Teknologi Informasi (TI) tetapi tujuan utama dari TIK pada teknologi komunikasi, seperti internet, jaringan nirkabel, telepon seluler, dan media komunikasi lainnya.

Bully merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti sesama dan dilakukan secara terus menerus. Bullying juga memiliki dampak pada sang korban seperti mengalami masalah terhadap mental si korban. Bullying pada anak bisa memicu perasaan rendah diri, depresi, rasa takut yang berlebih, serta kesulitan tidur dengan nyenyak. Kondisi ini juga menyebabkan si korban memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

Memicu masalah Kesehatan si korban, sebab dampak bullying bisa membuat anak atau remaja berisiko merusak atau menyakiti diri sendiri, misalnya dengan mengonsumsi makanan tidak sehat atau hal lain yang bisa berdampak pada kesehatan tubuh. Merasa takut akan orang disekitar dan malas untuk berangkat ke sekolah. Anak yang mengalami bullying juga mungkin akan tetap berbohong untuk selalu menutupi perilaku yang diterima si korban.

Baca Juga: Agama Sumber Inspirasi, Bukan Alat Politik

Mengalami penurunan prestasi akademik. Hal ini bisa terjadi akibat si korban tidak memiliki keinginan lagi untuk belajar atau merasa kesulitan untuk fokus dalam menerima pelajaran karena stress yang berlebih. Berpikiran untuk membalas dendam.
Ini adalah dampak bullying yang paling berbahaya. Sebab, anak mungkin berpikiran untuk melakukan kekerasan pada orang lain sebagai upaya balas dendam atas perundungan yang dialami si korban akibat trauma yang korban alami.

Kekerasan cyber atau cyber bullying adalah bentuk kekerasan yang dialami korbandan melalui dunia cyber atau internet. Cyber bullying adalah kejadian dimana si korban diejek, dihina, diintimidasi, atau diperjelekan oleh anak atau remaja lain melalui media internet, teknologi digital atau handphone.

Bentuk dan metode tindakan Cyber bullying beragam. Bisa berupa pesan ancaman melalui medsos atau email korban, menyebarkan foto dimedia teknologi yang mempermalukan korban, membuat situs web untuk menyebar fitnah dan menghina korban hingga mengakses akun jejaring sosial orang lain untuk mengancam korban dan membuat masalah.
Motif si pelaku juga beragam. Ada yang melakukannya karena emosi dan ingin balas dendam, frustrasi, ingin mencari perhatian, bahkan ada pula yang menjadikannya sebuah hiburan pengisi waktu luang. Tidak jarang motifnya kadang-kadang hanya ingin bercanda.
kekerasan cyber yang berkepanjangan berpotensi mematikan rasa percaya diri korban, membuat korban menjadi murung, khawatir, dan selalu merasa bersalah atau gagal karena tidak mampu mengatasi sendiri gangguan yang menimpanya. Bahkan ada pula korban kekerasan cyber yang berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena tak mampu lagi menahan sakit dihatinya.

Biasanya pelaku mencari informasi lewat alat komunikasi digital untuk mencari data pribadi sikorban, dan menyebarkannya kepublik sehingga sikorban akan diserang atau diserbu pengguna teknologi komunikasi digital, pelaku biasanya disebut sebagai Netizen yang tak senang melihat si korban dan menjadikan sebuah kekerasan hanya sekedar bercandaan tanpa mengetahui perasaan sikorban, maka dari itu teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya memudahkan hidup manusia ternyata ada dampak negative bagi manusia.

Untuk mencegah terjadinya kekerasan cyberJika kamu merasa sedang di-bully, langkah pertama yang harus kita  lakukan adalah  mencari bantuan dari orang yang kamu percayai seperti orang tuamu, anggota keluarga terdekat atau orang dewasa yang kamu percayai .Di sekolah, kamu bisa menghubungi guru yang kamu percaya seperti guru BK, guru olahraga, atau guru mata pelajaran lain.Dan jika kamu merasa tidak nyaman untuk berbicara dengan seseorang yang kamu kenal, hubungi Telepon Pelayanan Sosial Anak (TePSA), kamu bisa ngobrol dengan konselor profesional yang ramah Jika terjadi bullying terjadi di media sosial, kamu bisa memblokir akun si pelaku dan melaporkan mereka di medsos  yang sedang kamu pakai.

Media sosial berkewajiban menjaga keamanan penggunanya, Mengumpulkan dan menyimpan bukti-bukti yang bisa membantumu nanti untuk menunjukkan apa yang telah korban alami – misalnya seperti pesan dalam  chattan mu dan screenshot postingan di medsos.Agar  pelaku berhenti, kuncinya ialah perlu diidentifikasi dan dilaporkan lebih lanjut. Hal ini juga dapat menunjukkan kepada pelaku bully bahwa tindakan mereka tidak dapat diterima. Jika kamu berada dalam keadaan bahaya saat itu juga, maka kamu harus menghubungi polisi atau layanan darurat yang kamu dapatkan dari alat teknologi informasi mu atau alat komunikasi mu.

Siapapun bisa menjadi korban cyberbullying. Jika kamu melihat kejadian itu terjadi pada seseorang yang kamu tahu, cobalah menawarkan dukungan atau bantuan kepada temanmu. Penting untuk mendengarkan temanmu.

Mengapa dia tidak mau melaporkan kasus cyberbullying itu? Bagaimana perasaan dia? Beritahu dia bahwa tidak perlu melaporkan secara formal kepada pihak tertentu, tetapi penting untuk berbicara dengan seseorang yang mungkin bisa membantu korban.Ingat, teman kamu mungkin sedang merasa depressi atau ketakutan. Berbaik hatilah kepadanya. bantu dia mencari solusi apa yang harus dikatakan dan kepada siapa tawarkan untuk pergi bersama jika mereka memutuskan untuk melapor. Yang paling penting, ingatkan dia bahwa kamu tidak sendirian dan kita dapat membantunya. Jika teman kamu masih tidak ingin melaporkan kejadian itu, maka dukung dia dalam menemukan orang dewasa yang dapat dipercayai membantu mengatasi situasi tersebut, dalam situasi tertentu dampak dari cyberbullying dapat mengancam nyawa si korban.

Nama : Raffi Hisyam, Siswa SMAN 1 Pontianak

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed