Tiga Bukti Asyiknya Menjadi Islam di Indonesia

Kabar Utama393 Views

Kabar Damai | Kamis, 21 April 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Islam adalah agama yang damai, darisana diajarkan banyak hal tentang kebaikan. Menjadi Islam merupakan rahmat yang disyukuri oleh banyak orang, terlebih di Indonesia, Islam adalah agama yang dianggap aman, nyaman dan juga mengasyikkan.

Hatim Ghazali, Pengajar di Sampoerna University menjelaskan tentang bagaimana Islam di Indonesia menjadi agama yang mengasyikkan.

Ia mengungkapkan, ada saat ini sebagian umat Islam merasa terancam hidup di Indonesia karena merasa dihalang-halangin untuk melakukan ibadah dan tidak mendapatkan kebebasan. Padahal, jika dirujuk pada tiga hal maka akan membuat kita sepatutnya bersyukur dalam menjadi umat Islam yang ada di Indonesia.

Pertama, berislam di Indonesia sangatlah mudah. Sebagai contoh, ketika dalam perjalanan umat Islam di Indonesia akan sangat mudah menjumpai rumah ibadah baik dalam bentuk mushala, masjid di mall di SPBU dan sebagainya yang dapat mudah ditemui sehingga mudah melaksanakan solat. Dinegara yang lain, akan tidak mudah dalam menjumpai masjid.

Kedua, Islam di Indonesia tidak bertentangan dengan ide-ide kebangsaan seperti nasionalisme, demokrasi, pancasila. Bahkan menjadi penopang terkuat dalam penegasan nasionalisme dan demokrasi. Di negara Islam yang besar seperti di Timur Tengah, banyak yang terlibat konflik karena gagal mengawinkan antar gagasan Islam dan gagasan negara.

Baca Juga: 2022 Tahun Toleransi : Menjadikan Islam Indonesia Barometer Moderasi Beragama

Sedangkan di Indonesia berkat pada kyai dan para tokoh agama, dapat berhasil memadukan wacana negara dengan keislaman, wacana keislaman dan demokrasi  sehingga Islam kemudian tidak bertentangan dengan pancasila. Sehingga corak keislaman di Indonesia sangat lembut dan tidak bertentangan antar Islam dan negara sehingga tidak ada konflik.

Ketiga, Islam di Indonesia tidak menganggap agama lokal sebagai agama yang bertentangan dengan Islam. Sebaliknya sejumlah tradisi yang ada di nusantara ini itu diperkaya dengan Islam sendiri.

“Contohnya, sebelum mengadakan solat idul fitri para perantau ada tradisi mudik, setelahnya ada halal bi halal yang sebenarnya tidak ada dalam Islam namun melakukan perbuatan yang sangat Islami dan mengajarkan pergaulan serta silaturahmi,” jelasnya.

Begitu juga dengan tradisi mudik yang tidak lepas dari peran mulai dari Wali Songo dan lainnya. Itulah kemudian kita harus bangga menjadi Islam Indonesia karena negara kita menjadi aman, damai dan tetap dapat saling melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan dengan baik bahkan pada tengah malam juga menjadi aman untuk melaksanakan ibadah.

Karena itulah dalam menjadi Islam di Indonesia harus percaya diri, harus bangga bahkan corak keislaman di Indonesia harus dipromosikan dilevel dunia karena ini akan menjadi property dan jenis keislaman yang berhasil menggabungkan Islam dengan gagasan-gagasan kenegaraan.

“Ini tidak dimiliki oleh negara-negara lain dan Indonesia telah memberikan contoh yang sangat baik, ini patut untuk disebarkan dilevel atau skala yang jauh seperti forum-forum PBB hingga jenis keislaman di Indonesia itu merata dimiliki oleh negara-negara lain,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *