by

Tidak Pernah Berhenti Percaya

Pemirsa yang saya kasihi. Tidak ada satu orang pun yang menghendaki hidup dalam kemalangan. Tidak seorang pun di antara kita yang menghendaki bertahun-tahun mengalami sakit. Tidak seorang pun di antara kita yang menghendaki kondisinya semakin hari semakin memburuk.

Namun, dalam pembacaaan firman Tuhan kali ini (Markus 15: 25-34), kita ditemukan dengan satu fakta yang sangat luar biasa.

Alkitab dengan gamblang menyatakan kepada kita, ada seorang wanita yang sudah mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun. Bukan waktu yang singkat, selama 12 tahun wanita ini mengalami sakit penyakit. Pergumulan, keluh kesah dan air mata pastilah sudah menghampiri seluruh hidupnya untuk waktu yang lama. Maka tidak gampang untuk menjalani kehidupan-kehidupan yang berat seperti wanita ini, apalagi dalam kondisi yang lama.

Namun yang membuat kita terkagum-kagum adalah justru wanita ini mampu melewati masa-masa sulit dalam kehidupannya. Kalau kita membaca seluruh bagian Firman Tuhan kali ini, setidaknya ada tiga situasi yang dialami oleh wanita itu. Pertama, ia mengalami penderitaan fisik atas sakit yang telah menahun. Bahkan, Alkitab menyebutkan bahwa kondisinya semakin memburuk dan kritis.

Kedua, wanita ini mengalami krisis keuangan ataupun krisis ekonomi karena semua hartanya telah habis terjual untuk biaya pengobatannya. Hal ketiga, yang membuat kita semakin miris adalah dia mengalami apa yang disebut sebagai masalah rohani.

Imamat Taurat Musa dalam Imamat 15:19 mengatakan: Jika seorang wanita yang mengalami pendarahan, maka dia dianggap najis selama ia mengalami pendarahan itu. Maka dapat kita membayangkan bagaimana kondisi rohani wanita ini, dia tidak boleh bergaul sembarangan pada masyarakat umum pada waktu itu. Kalau kondisinya dalam keadaan najis maka ia pun tidak boleh sembarangan datang ke Bait Allah pada masa itu, oleh karena kondisi fisiknya itu.

Karena itu, dalam kondisi yang sangat berat itu, apa yang dapat kita pelajari dari kehidupan wanita ini? Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari.

Pertama, tidak kehilangan arah, di tengah-tengah pergumulan selama 12 tahun ini. Wanita ini telah memberikan makna yang kuat. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, meski kehidupannya mengalami pergumulan yang begitu berat, begitu menyakitkan, namun satu hal yang membuat kita terkagum-kagum adalah wanita ini tidak pernah berputus asa.

Jikalau wanita ini mengalami pendarahan bertahun-tahun, maka sebenarnya kondisi fisiknya semakin lemah oleh karena darahnya bisa berkurang, dan ia mengalami komplikasi penyakit yang lainnya. Namun, satu hal yang membuat kita begitu terkagum adalah wanita ini mampu melewati masa-masa sulit dalam kehidupannya. Mengapa bisa terjadi? Karena wanita ini tidak pernah kehilangan harapan, tidak pernah berhenti untuk percaya, tidak menyerah dalam kondisi yang berat sekalipun.

Karena itu, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menerpa bangsa kita dan tidak tahu kapan akan berakhir, hal itu berimbas kepada persoalan ekonomi yang semakin berat, yang menerpa seluruh masyarakat Indonesia. Apa yang kita perbuat? Apa yang kita kerjakan? Apa tindakan kita? Maka wanita ini telah memberikan pelajaran iman yang luar biasa, apapun kondisimu, bagaimanapun beratnya bebanmu, maka sekali-kali tidak boleh menyerah, tidak boleh berputus asa, tidak boleh engkau kehilangan harapan. Di tengah-tengah situasi yang berat ini, semangat juangmu tidak boleh pudar.

Baca Juga:  Tidak Takut dengan Ketakutan

Hal kedua, wanita ini tetap mendekat kepada Yesus. Kita bisa membayangkan betapa lemahnya wanita ini, betapa ringkihnya dia, namun wanita ini berupaya menyeruak maju untuk mendekati Yesus. Dalam kerumunan orang banyak yang ada di sekitar Yesus, maka wanita ini terus berupaya untuk maju, untuk mendekat kepada Yesus. Fokus hidupnya tertuju hanya kepada Yesus. Kondisi fisiknya boleh lemah, badannya boleh tidak kuat tetapi tidak menghalangi dia untuk terus maju dan melangkah kepada Yesus.

Maka, bagaimana pun kondisi hidupmu, bagaimana pun kondisi keadaanmu, bagaimana pun lemahnya engkau hari ini, hal penting yang kita pelajari adalah tidak boleh keadaan yang seperti itu menghalangimu untuk datang mendekat kepada Yesus. Fokusmu harus tetap tertuju kepada Tuhan. Kesulitan ekonomi, persoalan sakit penyakit, pergumulan hidupmu tidak boleh menghalangimu untuk datang semakin mendekat kepada Yesus.

Ketiga, wanita ini memiliki keyakinan iman yang tinggi. Luar biasa iman dari wanita ini, walaupun kita tidak tahu siapa namanya (Ayat 28). Tetapi Alkitab menjawab dengan jelas bagaimana imannya dibuktikan, asal ku jamah saja jubah-Nya maka aku akan sembuh.

Luar biasa para pemirsa yang saya kasihi. Badannya boleh sakit, kondisi keuangannya boleh morat-marit, tetapi imannya tidak pernah pudar. Kondisi hidupnya boleh sulit, barangkali ia dikucilkan oleh masyarakat karena dianggap najis, tetapi itu tidak menyurutkan imannya untuk percaya kepada Yesus. Maka pada waktu ia mendengar Yesus datang, ia berusaha mendekati Yesus dan berkata: Asal kujamah saja jubah-Nya aku pasti sembuh.

Saudara-saudara para pemirsa yang berbahagia. Apapun kondisi kita, bagaimanapun sulitnya hidup mita, maka jangan membuat iman kita loyo, jangan membuat iman kita pudar, dan akhirnya mati.

Keempat, segala kondisi yang buruk, penyakit, dan segala pergumulan wanita ini berakhir, berlalu dan kesembuhan dinyatakan dalam hidupnya. Maka apa yang dapat kita pelajari dari bagian ini? Maka hal-hal baik, happy ending, Tuhan siapkan bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Hal-hal indah, Tuhan nyatakan bagi mereka yang beriman kepada Yesus. Hal-hal baik, Tuhan kerjakan bagi mereka yang tidak pernah berhenti untuk berharap dan percaya kepada-Nya.

Bapak, ibu saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Maka, jika Tuhan sanggup memulihkan keadaan wanita ini, Tuhan sanggup menyembuhkan segala sakit penyakitnya, Tuhan sanggup memulihkan keadaan hidupnya, maka Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Karena itu bapak, ibu, saudara-saudara, pada waktu kita mengalami pergumulan yang sulit, pada waktu kita mengalami bermacam-macam persoalan hidup, maka marilah kita meyakini, bahwa Tuhan akan bertindak, Tuhan akan berbuat, Tuhan akan memulihkan keadaanmu tepat pada waktunya.

Karena itu, jangan pernah berhenti berharap, jangan pernah berhenti percaya, jangan engkau kehilangan iman, tetapi fokuslah kepada Allah. Lihatlah bagaimana Tuhan bertindak memulihkan keadaan hidupmu. Kiranya Tuhan memberkati kita. Amin

Pdt. Suyono Asun, M.Th. (Sinode Gereja Persekutuan Pengabar Injil atau GPPIN)

Sumber: https://kemenag.go.id/read/tidak-pernah-berhenti-percaya-orvod

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed