by

Terpikat Roh Dusta

Oleh:  Pdt. Royke Endersen Rondonuwu (Ketua Sinode dan Wakil Gembala Sidang Jemaat Gereja Kristen Kristus Harapan)

Semua orang tentunya tidak ingin didustai dan dicap sebagai pendusta bukan? Akan tetapi faktanya, masih banyak orang yang terpikat dan bahkan dibuai oleh dusta.

Dusta, adalah salah satu senjata klasik Iblis dalam menghancurkan relasi manusia dengan Allah, relasi manusia dengan dirinya sendiri (demi ego), dan relasi manusia dengan sesamanya (keluarga dan masyarakat). Dusta memiliki daya pikat sekaligus daya hancur yang sangat dahsyat.

Saat ini, dusta pun seakan ikut bermetamorfosis dengan kemajuan teknologi. Gampangnya mengakses layanan media social, (google, FB, IG, WA, youtube, Tiktok, dan lainnya) dengan beragam aplikasi android yang canggih, telah memberi akses cepat bagi penyebaran dusta, bagaikan virus yang memikat dan mematikan di tengah pandemi.

Dalam Kitab 1 Raja-raja 22:19-23 dijelaskan, penglihatan Nabi Mikha tentang rencana memusnahkan Ahab. Yang menarik perhatian di sini, Allah mengizinkan Ahab dihancurkan oleh roh dusta. Setidaknya ada dua hal yang ingin saya bagikan dalam bagian ini, yaitu:

Pertama, munculnya roh dusta. Munculnya roh dusta dalam ayat 21-22, tidak memberi penjelasan lengkap tentang asal-usul roh dusta ini. Dia tiba-tiba tampil, menawarkan usulan untuk membujuk Ahab supaya maju berperang, agar dia tewas di medan perang. Usulannya diterima oleh Allah.

Baca Juga: Teladan Dakwah Rasulullah

Pertanyaan di sini ialah, apakah Tuahn kehabisan cara sehingga harus mengikuti usulan roh dusta? Tidak! Karena Allah itu Mahatahu, segala sesuatu ada dalam kendali dan kontrol-Nya. Pada ayat 23, Allah telah lebih dahulu menaruh roh dusta dalam mulut nabinya, dan memang Ahab telah ditetapkan ditimpa malapetaka. Kehadiran roh dusta sejalan dangan Ahab yang condong kepada dusta. Cerita ini harus dipandang dari sisi Ahab sebagai pendosa.

Injil Yohanes 8:44, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta, dan bapa segala dusta”.  Ayat ini, jelas dan tegas memberikan suatu petunjuk bahwa, roh dusta di sini tidak lain ialah si Iblis. Bandingkan dengan diskusi Tuhan dan Iblis dalam kisah Ayub 2:1-7. Iblis dapat menyamar sebagai malaikat terang (2 Korintus 11:4). Waspadalah!

Ahab terpikat bujukan roh dusta. Kitab 1 Raja-raja banyak mencatat bahwa, selama 20 tahun pemerintahan Ahab sebagai Raja Israel, ia melakukan kejahatan yang melebihi para pendahulunya. Menikahi Izebeel dan menjadi penyembah baal (1 Raja-raja16:29-34). Dengan bujukan isterinya, dia merampas kebun anggur Nabot. Berkali-kali ditegur tetapi tidak mau peduli. Hatinya lebih suka pada nasehat dusta nabi-nabi palsunya dari pada mendengar nasihat Nabi Allah (1 Raja-raja 21:1-40). Jadi jelas, tidak ada catatan perbuatan baik yang dilakukan Ahab di hadapan Allah.

Fakta di atas menunjukkan bahwa Ahab suka didustai dan suka dibuai oleh dusta. Ahab terpikat oleh dusta dan menjadi anti kebenaran Allah. Dusta telah mengendalikan dan mengontrol kehidupannya. Ia pun mati oleh dusta yang merupakan jalan yang ia pilih. Jadi jelas bahwa dalam kasus Ahab, keputusan Allah adalah benar. Untuk itu, janganlah mau terpikat dan dibuai oleh dusta. Waspadalah!

Kedua, menghadapi roh dusta. Serangan roh dusta sejak dari taman Eden hingga saat ini tetap terus berlangsung. Manakah yang lebih banyak kita konsumsi setiap hari ketika kita menggunakan android?  Untuk itu, kita perlu menguasai diri dalam segala hal. Cintailah kebenaran firman Tuhan dan biasakanlah melakukan kebenaran tanpa rasa takut dan gentar. Wajib tentunya memperlengkapi diri dengan seluruh  perlengkapan senjata Allah.

Dalam 2 Timotius 4:3-4 disebutkan, “karena akan datang waktunya orang tidak lagi dapat menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng”. Apa yang dikatakan dalam ayat ini adalah suatu kenyataan yang pasti kita hadapi. Ini merupakan tantangan bagi gereja Tuhan untuk senantiasa memegang teguh kebenaran Firman Tuhan, sebagai antisipasi dari hadirnya nabi-nabi serta guru-guru palsu yang memutarbalikan kebenaran dan memecah belah persatuan.

Dalam menghadapi serangan roh dusta, perlu bagi kita sebagai gereja untuk menjadi agen-agen kebenaran bagi bangsa ini, agar Indonesia tidak dikontrol dan dikendalikan oleh roh dusta tetapi oleh Allah di dalam Yesus Kristus Juruselamat kita. Amin.

PdtRoyke Endersen Rondonuwu (Ketua Sinode dan Wakil Gembala Sidang Jemaat Gereja Kristen Kristus Harapan)

Sumber: https://kemenag.go.id/read/terpikat-roh-dusta-amb0a

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed