Tentang Kekerasan Cyber dan Ikhtiar Menghindarinya

Kabar Utama148 Views

Oleh: Muhammad Amar Dzikry

Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki ketergantungan terhadap orang lain, membutuhkan interaksi dengan lingkungan. Interaksi ini salah satunya melalui komunikasi. Seiring majunya teknologi, komunikasi antar-manusia semakin lama terus berkembang. Jika sebelumnya manusia berkomunikasi secara lisan, kini mulai dapat dilakukan dengan telegraf, telepon, faksimili, email, sms, telekonferensi, dan sebagainya. Semakin kekinian, proses komunikasi menjadi lebih praktis. Transfer informasi pun jadi lebih gampang dilakukan. Dan itu bisa juga mengakibatkan Cyberbullying jika kita kurang bijak menggunakannya.

TIK singkatan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpangan, penyebaran, dan penyajian informasi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bahasa Inggris disebut Information and Communication Technology (ICT). Teknologi informasi menggambarkan perkembangan peradaban manusia yang diiringi melalui perkembangan cara penyampaian informasi.

Dulunya manusia purba menyampaikan informasi melalui lukisan di dinding-dinding goa. Sekarang arus informasi sudah bisa diakses dengan mudah melalui internet. Begitu pula ragam informasinya. Masa sekarang semakin banyak informasi yang diserap.

Internet seolah mampu memberikan informasi tanpa batas. Namun, hal ini tidak dirasakan pada zaman lampau. Pada awal sejarah, bahasa dipakai sebagai alat tukar informasi. Hanya saja, bahasa lisan memiliki kelemahan yakni informasinya mudah dilupakan dan tidak bisa disimpan lama, termasuk ada keterbatasan jangkauan suara.

Lalu, sedikit lebih maju, informasi berkembang menggunakan gambar dari zaman purba sampai sekarang. Sejak ditemukan alfabet dan angka arabik, penyampaian informasi berjalan lebih efisien.

Alfabet memudahkan manusia untuk menyampaikan informasi melalui tulisan. Saat ditemukan teknologi pencetakan, informasi menjadi lebih mudah disebarkan. Hal serupa juga terjadi ketika mulai muncul radio, televisi, hingga komputer yang membuat informasi menyebar jauh lebih luas jangkauannya.

Baca Juga: Mewaspadai dan Mencegah Kekerasan Cyber

Setelah itu, teknologi informasi menjadi suatu disiplin ilmu yang penting. Teknologi informasi merupakan sebuah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, meliputi memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Ilmu teknologi informasi digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, bahkan sampai ke urusan pemerintahan dalam pengambilan keputusan.

Dalam teknologi informasi diperlukan seperangkat komputer dan sistem jaringan sesuai kebutuhan. Setidaknya ada tiga hal untuk membantu mendapatkan informasi yang relevan dan akurat, yaitu data, alat pengolah data, dan metode pengolah data.

Menurut laman Sumber Belajar Kemendikbud, teknologi komunikasi untuk menyampaikan informasi telah bergulir sejak zaman prasejarah. Awalnya, komunikasi menggunakan suara dengusan dan isyarat tangan. Lalu, berkembang sampai sekarang yang menggunakan peralatan komunikasi lebih modern.

Masa Prasejarah (… sampai 3000 SM) Di zaman prasejarah, manusia purba berkomunikasi melalui informasi di dinding-dinding gua. Mereka menceritakan pengalaman berburu dan binatang buruannya. Mereka melukis untuk mewakili berbagai hal yang hendak dikatakan.

Obrolan di antara manusia masih sebatas dengusan, bahasa isyarat, dan gerakan tangan. Masa Sejarah (3000 SM sampai dengan 1400 M) Di masa sejarah, teknologi komunikasi berevolusi menjadi lebih baik. Proses menggambar di dinding gua masih berlangsung.

Namun, berkembang lagi caranya dengan menggunakan simbol seperti pada masa kehidupan Bangsa Sumeria yang memakai huruf piktograf di era 3000 SM. Lalu, periode 2900 SM muncul huruf hieroglif oleh bangsa Mesir kuno. Di tahun 1570-1045 SM, sistem menulis ikut berkembang pada masa dinasti Shang di Cina.

Masuk ke masa tahun 500 SM, bangsa Mesir kuno memakai pohon papyrus sebagai kertas. Serat papyrus ditulisi beragam informasi.Selanjutnya, Tsai Lun dari bangsa Cina menemukan kertas dari serat bambu dan memungkinkan sistem pencetakan memakai blok kayu yang ditoreh dan dilumuri tinta.

Masa Modern (1400 M – sekarang) Pada masa modern teknologi komunikasi telah memungkinkan informasi bisa menyebar sangat luas. Di masa ini ditemukan koran, telegraf, telepon, mesin ketik, radio, televisi, hingga internet yang memudahkan orang berkomunikasi sekaligus menyampaikan informasi lebih cepat.

Di samping itu, penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia juga membawa dampak buruk bagi semangat juang bangsa Indonesia. Mereka memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk membuli orang-orang lemah yang ada di social media atau yang biasa dikenal sebagai Cyberbullying.

Cyberbullying adalah istilah yang digunakan pada saat seorang anak atau remaja mendapat perlakukan tidak menyenangkan seperti dihina, diancam, dipermalukan, disiksa, atau menjadi target bulan-bulanan oleh anak atau remaja yang lain menggunakan teknologi Internet, teknologi digital interaktif maupun teknologi mobile. Jika orang dewasa ikut terlibat tidak lagi disebut sebagai cyberbullying tetapi disebut cyber harassment atau cyber stalking.

Ada tiga macam metode   cyberbullying   yaitu   direct attacks (pesan-pesan dikirimkan secara langsung ke anak),  posted   and   public   attacks   yang dirancang untuk  mempermalukan target  dengan memposting atau menyebarkan informasi atau gambar-gambar yang memalukan ke publik, dan cyberbullying by proxy (memanfaatkan orang lain untuk membantu mengganggu korban, baik dengan sepengetahuan orang lain tersebut atau tidak).

55% siswa mengatakan cyberbullying terjadi pada   saat mereka berada di lingkungan sekolah dan 45% mengatakan cyberbullying terjadi pada saat mereka berada di luar lingkungan sekolah. itu, sebagai manusia cerdas jangan mau melakukan bullying jenis ini. Alih-alih korban mengadu kepada kepolisian dapat membuat Anda berhadapan dengan hukum dan dijatuhi pidana.

Solusi dari saya ialah sebaiknya untuk anak di bawah umur yang sudah diizikan bermain handphone oleh orangtua agar selalu diawasi saat anak sedang bermain handphone dan selalu mengecek apa yang sudah dibuka oleh anak kita baik itu game, galeri, maupun social media karena apabila anak sudah kecanduan untuk bermain social media dia akan mudah terpengaruh oleh lawan mainnya di social media dan itu dapat menyebabkan ia akan terbully oleh lawan mainnya di social media .

Orang yang melakukan kekerasan di social media harusnya dihukum apabila ia telah terus terusan melakukannya dan membuat orang lain takut akan kehidupannya yang tidak kembali normal. Orang yang telah menyalahgunakan teknologi hanya untuk membuli di social media ialah orang yang rugi karena, apabila kita menggunakan teknologi dengan benar kita akan mendapat informasi tentang dunia luar yang kita ketahui dan itu akan membuat negara dan bangsa kita damai tidak ada lagi kekerasan di social media apabila kita menggunakan teknologi dengan baik dan benar.

Muhammad Amar Dzikry, Siswa SMAN 1 Pontianak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *