by

Tentang Ahmadiyah, Surga dan Neraka

Kabar Damai I Rabu, 29 September 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Rasa antipasti terhadap Ahmadiyah kerap memunculkan diskriminasi dna juga fitnah-fitnah yang kemudian merugikan. Bahkan, urusan surga dan neraka yang sejatinya adalah urusan Tuhan juga kerap kali menjadi permasalahan yang kerap diangkat kepermukaan oleh golongan intoleran dalam hal diskriminasi tersebut.

Mln. Muhammad Ali melalui Ahmadi Talk menjelaskan tentang surga dan neraka yang akan didapatkan sesuai dengan amalan yang dilakukan oleh manusia, tanpa memandang apakah ia Ahmadi ataupun bukan.

Diawal pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa berkenaan dengan ganjaran surga dan neraka, yang pertama adalah bahwa memang setiap dari manusia pasti akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah, apakah dia menyatakan diri beragama ataupun tidak atau dia menyatakan diri muslim atau bukan, atau menyatakan diri sebagai seorang Ahmadi yaitu yang mengikuti Ahmadiyah atau tidak mengikuti pasti semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah.

“Telinga kita, mata kita, hati kita, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah. Jadi artinya bahwa selama kita hidup di dunia ini, selama kita mempergunakan telinga yang dianugerahkan oleh Allah untuk mendengar, selama Allah menganugerahkan kepada kita mata yang kita gunakan untuk melihat dan Allah menganugerahkan hati yang kita gunakan untuk merasakan, mempertimbangkan maka itu akan senantiasa Allah meminta pertanggung jawabannya,” jelasnya.

Baca Juga: Menyoal Ahmadiyah di Kalbar, Abdul Syukur: Jangan Mudah Terprovokasi

Ia juga menambahkan, setiap dari manusia akan dimintai pertanggungjawabannya, apakah dia bukanlah Ahmadiyah atau dia sudah masuk, selama dia masih hidup di dunia ini pasti akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah.

Tidak secara otomatis ketika masuk ke Ahmadiyah maka akan masuk surga. Karena yang masih hidup di dunia ini tetap saja ketika dia menggunakan telinga untuk mendengar yang untuk apa telinga itu dipergunakan, kemudian selama dia mempergunakan mata untuk melihat, untuk apa itu di dipergunakan. Karena kalau kita melihat di dalam Alquran bahwa tujuan kita diciptakan Itu untuk beribadah. Jadi tidak diciptakan oleh Allah kita ini kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah

“Kami sebagai muslim meyakini bahwa agar setiap yang dianugerahkan oleh Allah ini mampu memenuhi apa yang menjadi tujuannya yaitu beribadah, maka Allah telah menganugerahkan Islam kepada umat manusia,”.

“Didalam Islam ini terdapat ajaran-ajaran yang kalau umat manusia ini mengikuti ajaran itu maka tentu kita akan mampu memenuhi apa yang menjadi tujuan kita dengan syarat tentunya mengikuti ajaran yang ada di dalam Islam,” paparnya.

Menurutnya, pernyataan sebagai seorang muslim saja tentu belumlah cukup sebelum ada pembuktian dalam pengamalan, jadi kalau menyatakan diri sebagai seorang muslim belum tentu nanti akan secara otomatis masuk ke dalam surga sebelum ada pembuktian.

Dalam pengamalan, termasuk juga orang-orang Ahmadiah tidak serta-merta otomatis akan masuk ke dalam surga sebelum ada pembuktian bahwa dia sudah mengamalkan apa yang diajarkan oleh Islam, apa yang diajarkan oleh Alquran apa yang diajarkan oleh yang Rasulullah.

Lebih jauh, ia membacakan pernyataan Khalifah Ahmadiyah yang kedua tentang surga dan neraka.

Ada kekeliruan paham terdapat pada beberapa orang mengenai Ahmadiyah yang mengatakan bahwa menurut pendirian orang-orang Ahmadi semua orang kecuali orang-orang Ahmadi akan masuk neraka. Hal ini pun merupakan akibat daripada ketidaktahuan atau perasaan antipati belakang, kami sekali-kali tidak mempunyai etika bahwa selain daripada orang Ahmadi semua orang akan masuk ke dalam neraka, pada hemat kami ialah bahwa  Ahmadi masuk kedalam neraka seperti orang-orang yang bukan Ahmadi akan masuk surga sebab surga bukan hanya sekedar ucapan mulut belaka melainkan surga itu dicapainya sebagai hasil penguraian dari pada berbagai pertanggungjawaban. Begitu pula tentang neraka, ia bukanlah merupakan akibat dari pada keingkaran dimulut saja melainkan untuk menjadi umpan neraka itu menghendaki banyak syarat-syaratnya. Seseorang tidak akan masuk kedalam neraka sebelum kepadanya disampaikan petunjuk-petunjuk selengkapnya. Kendatipun ia adalah seorang pengingkar kebenaran yang sebenar-benarnya,”.

Dari pernyataan ini, dapat kita menarik kesimpulan bahwa ternyata bisa saja orang Ahmadiyah yang mendapatkan hukuman dari Allah berupa neraka, tetapi tidak menutup kemungkinan masuk kedalam surga dan umat Islam pada umumnya pun dalam kondisi yang sama seperti bisa saja masuk ke dalam surga.

Artinya bahwa ganjaran yang diberikan Allah saja yang maha mengetahuinya dan itu akan diberikan sesuai dengan bagaimana kondisi pengamalan kita terhadap apa yang kita yakini.

“Kita meyakini Islam sebagai agama, tetapi keyakinan itu saja belumlah cukup dalam-dalam lisan saja sebelum kita mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya.

Penulis: Rio P

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed