by

Tampil di Berlin, Kesenian Belegur Bali Mendapatkan Apresiasi Dunia Internasional

Kabar Damai I Jumat, 27 Agustus 2021

Berlin I Kabardamai.id I Selain upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia yang dipimpin oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin juga melaksanakan peletakan batu pertama gedung KBRI baru di Berlin yang dimeriahkan dengan pertunjukkan Baleganjur Bali.

Penampilan kesenian Baleganjur dari Bali dibawakan oleh Puspa Githa Pertiwi, kelompok gamelan Bali binaan Rumah Budaya Indonesia (RBI), di Berlin. Baleganjur sendiri adalah pertunjukan gamelan Bali yang dibawakan dalam iring-iringan atau dalam formasi berbaris.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin, Ardi Marwan mengapresiasi tim Puspa Githa Pertiwi yang berhasil memeriahkan acara peletakan batu pertama dengan baik.

“Semua personel Baleganjur mampu menghadapi tantangan, dan menampilkan pertunjukan yang bagus. Saya senang melihat mereka mendapatkan sambutan yang positif saat tampil,” disampaikan Atase Ardi Marwan saat dihubungi secara virtual pada Kamis (26/8).

Atase Ardi Marwan menuturkan, perhatian para undangan langsung tertuju kepada para penabuh gamelan yang masuk ke area peletakan batu pertama dengan diiringi suara gamelan Bali yang membahana.

“Tepuk tangan pun mengiringi aksi barisan yang beranggotakan 15 orang. Kamera pun diarahkan kepada iring-iringan yang dipimpin oleh seorang perempuan yang membawa sesajen khas Bali di kepalanya.” Jelas Atase Ardi Marwan.

Respon yang diterima itu, kata Ardi Marwan membuktikan bahwa pertunjukan tersebut mendapatkan sambutan hangat.

“Tentu hal ini tidak mudah, kelompok Puspa Githa Pertiwi sendiri menghadapi banyak kesulitan saat menyuguhkan penampilan tersebut,” ujar Ardi Marwan yang sekaligus sebagai penanggung jawab RBI.

Koordinator RBI, Brigit Steffan menjelaskan cuaca gerimis dengan hawa yang cukup dingin membuat para penampil merasa kedinginan, dan pembawa sesajen harus konsenstrasi ekstra agar tidak terpeleset karena berjalan lantai yang licin sembari mengusung beban berat di kepalanya.

Baca Juga: Wayang Kulit dan Reog Ponorogo Diperkenalkan di Jepang

“Mereka mengenakan kostum yang tipis, sehingga wajar kalau sedikit kedinginan. Tetapi, kami senang, penampilan kami mendapatkan sambutan baik,” ungkap Brigit.

Birgit menuturkan, saat hari H penampilan, personel Puspa Githa Pertiwi harus sudah datang di lokasi pada pukul 6.30 pagi untuk dirias, meski mereka baru akan tampil pada siang hari. “Sesajen Bali (banten) yang berisi buah-buahan juga baru disusun pagi itu untuk menjaga agar tetap segar,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya mempersiapkan Baleganjur tersebut dalam waktu hanya sekitar sepekan. Karena dilakukan pada hari kerja, latihan-latihan tersebut kerap diikuti para personel yang tidak lengkap. Tercatat hanya dua kali personel lengkap datang ketika latihan. Para personel baleganjur tersebut berlatih di bawah arahan Art Jannik Starkarat.

“Meski banyak kesulitan, mereka tetap semangat karena tampil dalam hari bersejarah bagi Indonesia dan bagi KBRI Berlin,” paparnya.

Sebagai informasi tambahan, KBRI Berlin berlokasi di Lehrter Str. Sementara itu, kantor yang baru yang saat ini sedang mulai dibangun berada di kawasan Tiergarten, Berlin dan berdiri di atas tanah seluas 3.500 meter persegi tersebut dihadiri banyak pihak.

Selain staff KBRI, para pelajar dan warga Indonesia di Jerman, sejumlah tamu VIP pun hadir pada hari spesial tersebut. Di antaranya adalah para duta besar dari negara-negara sahabat dan perwakilan parlemen Berlin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed