Survey PPIM 2021, Pengamat: Pendidikan Keagamaan Harus Kembangkan Berpikir Kritis

Kabar Damai I Jumat, 07 Januari 2021

Jakarta I kabardamai.id I Pengamat dan praktisi pendidikan keragaman, Muhammad Mukhlisin menanggapi hasil riset dan survei nasional oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (PPIM UIN). Menurutnya, pendidikan khususnya pendidikan keagamaan harus mengembangkan kemampuan berpikir kritis murid. Terutama pada saat pandemi seperti sekarang ini, untuk menghindari hoax, dan ketaatan menjaga prokes. 

Survei yang dilakukan pada  1 September-7 Oktober 2021 itu menyatakan bahwa sebanyak 12.9% responden menyatakan bahwa vaksinasi bertentantang dengan ajaran agama. Sebanyak 39% siswa percaya bahwa Pandemi COVID-19 adalah hukuman dari Tuhan. Selain itu, sekitar 48% responden memiliki sikap fatalis, atau percaya bahwa upaya manusia tidak banyak berarti karena segala sesuatu termasuk kesehatan sudah ditentukan oleh Tuhan. 

“Umumnya pendidikan agama diajarkan secara dogmatis dan menganjurkan ketaatan peserta didik untuk menjadi pribadi yang saleh. Namun, saat ini, sangat penting mengajarkan keterampilan berpikir kritis dalam beragama. Banyak sekali hoaks berbasis agama yang tersebar di media sosial belakangan ini” tegasnya. 

Baca Juga: BNPT dan Mathla’ul Anwar Dorong Pemuka Agama Dakwah Bernada Kebangsaan

Menurut pria yang membuat program Sekolah Guru Kebinekaan ini, kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi yang dibutuhkan pada abad 21. Komptensi itu adalah berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. 

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya pemerintah meberikan peningkatan kapasitas guru dalam membangun kapasitas berpikir kritis murid. Hal tersebut bisa diselaraskan dengan program-program yang sudah ada, seperti program moderasi beragama di Kementerian Agama atau program-program lain di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

“Menurut pengalaman kami, guru mempunyai peran dominan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis murid. Oleh sebab itu, dukungan pemerintah untuk peningkatan kapasitas guru agama sangat penting.” ujar Manajer Program Yayasan Cahaya Guru tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *