by

Survei UGM: Masyarakat Setuju Pancasila Jadi Ideologi Wujudkan Indonesia Religius

-Kabar Utama-109 views

Kabar Damai I Selasa, 13 April 2021

Yogyakarta I kabardamai.id I Sebagian besar masyarakat menganggap Pancasila sebagai ideologi untuk mewujudkan Indonesia religius berdasarkan Islam. Pandangan itu diketahui melalui survei Pusat Studi Pancasila UGM bersama Indonesia Presidential Studies (IPS) berjudul Pandangan Publik tentang Pancasila.

Melansir laman BPIP, Direktur Eksekutif IPS Nyarwi Ahmad menjelaskan hasil survei menyatakan mayoritas masyarakat Indonesia atau 90,6% responden menyatakan setuju atau sangat setuju dengan pandangan bahwa Pancasila adalah Ideologi NKRI yang dapat digunakan untuk menentukan identitas bangsa Indonesia.

“Sementara 63,5 persen masyarakat juga sangat setuju/setuju dengan pandangan bahwa Pancasila merupakan ideologi untuk mewujudkan negara-bangsa Indonesia yang religius berdasarkan agama mayoritas/Islam,” ujarnya dalam Rilis Hasil Survei Nasional Pandangan Publik Tentang Narasi Pancasila: Pancasila Sebagai Ideologi NKRI VS Pancasila Sebagai Ideologi Untuk Mewujudkan Negara Berbasis Islam, Jumat (9/4).

Menggunakan metode multi stage random sampling, survei ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi pada pertengahan hingga akhir Maret. Dalam riset ini, diasumsikan setidaknya ada tiga arus konservatisme pasca orde baru yang mempengaruhi pandangan masyarakat tentang Pancasila.

Metode survei dilakukan dengan multi stage random sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara tatap muka dengan 1.200 responden dengan margin eror 2,9 persen. Evaluasi dilakukan dengan berdasar gender, desa-kota, kategori wilayah kota/ propinsi yang pernah menerapkan Perda Syariah dan non-syariah, afiliasi keagamaan, usia, kategori generasi.

“Kontestasi narasi Pancasila terus berkembang diiringi dengan menguatnya tiga ragam konservatisme. Pertama, nasionalisme konservasi. Kedua, konservatisme Islamis, dan ketiga konvergensi konservatisme nasionalisme dan Islamis yang memunculkan narasi NKRI Bersyariah,” ujarnya, seperti dikutip bpip.go.id.

 

Baca Juga : Benny Susetyo: Generasi Milenial Harus Gunakan Gadget Terapkan Nilai Pancasila

Ketua Pusat Studi Pancasila UGM Agus Wahyudi mengatakan riset ini berkonsentrasi melihat konteks spirit reformasi dan demokratisasi. Di tengah bermacam perspektif ini, pemerintah memegang peran kunci dalam memberi interpretasi nilai-nilai Pancasila.

 

“Apakah narasi dan perkembangan Pancasila di ruang publik sekarang kondusif untuk mengarah atau memperkuat misalnya konsolidasi demokrasi kita. Atau sebenarnya demokrasi justru mengalami kemunduran,” paparnya.

 

Dasar Membangun Bangsa Satu Abad Ke depan

Dalam survey tersebut juga terungkap, Pancasila masih dapat digunakan sebagai ideologi negara dan dapat digunakan untuk membangun Indonesia satu abad ke depan. Pancasila dinilai masih eksis di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, mereka yang menganut pandangan Pancasila sebagai ideologi NKRI yang digunakan untuk menentukan identitas bangsa Indonesia jumlahnya jauh lebih besar dibanding mereka yang mendukung pandangan Pancasila adalah ideologi untuk mewujudkan negara-bangsa Indonesia berbasis agama mayoritas (Islam).

Nyarwi berpandangan pasca reformasi tiga tren konservatisme terus berkembang di Indonesia. Mainstreaming Nasionalisme Konservatif ditandai dengan menguatnya pandangan bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi negara yang dapat dipergunakan oleh pemerintah tidak hanya untuk mencapai tujuan negara, namun juga untuk menentukan konstruksi identitas bangsa Indonesia.

Sedangkan menguatnya mainstreaming Konservatisme Islamism adalah di kalangan organisasi-organisasi Islam. Selain suka beraliansi dengan aktor-aktor anti-demokrasi,  mereka juga secara intens menyuarakan nilai-nilai Islam sebagai dasar kehidupan masyarakat Indonesia.

“Sementara itu onvergensi konservatisme Nasionalisme dan Islam, Religous Nasionalism, tren terakhir ditandai dengan menguatnya pandangan atau gerakan NKRI Bersyariah,” ungkapnya. [ ]

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed