by

SURVEI SMRC: Prabowo Menurun, Ganjar dan Anies Menguat

Kabar Damai I Senin, 11 Oktober 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Dukungan publik pada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden mengalami penurunan. Sementara Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan mengalami peningkatan dukungan publik.  Hal ini disampaikan dalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk ‘Partai dan Calon Presiden: Kecenderungan Sikap Pemilih Menjelang 2024.

Survei opini publik ini dilakukan pada 15 – 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

Hasil survei yang dipresentasikan oleh Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, ini menunjukkan bahwa dalam simulasi pilihan semi terbuka, Prabowo mendapat dukungan 18,1%, disusul Ganjar Pranowo 15,8% dan Anies Baswedan 11,1%. Sementara Sandiaga Uno mendapatkan 4,8%, dan nama-nama lain di bawah 4%. Ada 16,3% yang tidak menjawab atau tidak tahu.

Deni menjelaskan bahwa dari Maret 2020 ke September 2021, dukungan kepada Ganjar Pranowo dalam simulasi semi terbuka naik dari 6,9% menjadi 15,8%. Dukungan untuk Anies Baswedan sedikit naik dari 10,1% menjadi 11,1%. Sementara dukungan kepada Prabowo Subianto cenderung melemah dari 19,5% menjadi 18,1%.

Sementara itu dalam simulasi pilihan tertutup terhadap 15 nama, Prabowo mendapat dukungan 20,7%, disusul Ganjar Pranowo 19% dan Anies Baswedan 14,3%. Sementara Sandiaga Uno mendapatkan 6,5%, Tri Rismaharini 4,6%, Agus Harimurti Yudhoyono 4,5%, Ridwan Kamil 4,4%, dan nama-nama lain di bawah 3%. Masih ada 16,3% yang tidak menjawab atau tidak tahu.

Baca Juga: Survei SMRC: Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Potensial Menangkan Suara Jika Menjadi Calon Presiden

Dari Oktober 2020 ke September 2021, dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam simulasi 15 nama naik dari 11,7% menjadi 19%. Hal yang sama terjadi pada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan: ada peningkatan dukungan publik dari 10% menjadi 14,3%. Sementara dukungan kepada Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, sedikit melemah dari 22,2% menjadi 20,7%.

Penurunan dukungan pada Prabowo dan kenaikan suara Ganjar dan Anies juga bisa dilihat dalam simulasi pilihan tertutup terhadap tiga nama. Dalam simulasi pilihan tertutup terhadap 3 nama, pada survei September 2021 Prabowo mendapat dukungan 30,8%, disusul Ganjar Pranowo 29,3%, dan Anies Baswedan 25%. Yang belum tahu 14,8%.

“Dibanding hasil survei Mei 2021, dukungan untuk Ganjar pada September 2021 dalam simulasi 3 nama menguat dari 25,5% menjadi 29,3%. Anies sedikit naik dari 23,5% menjadi 25%. Sedangkan Prabowo cenderung melemah dari 34,1% menjadi 30,8%,” kata Deni.

 

PDIP dan Gerindra Cenderung Menurun

Dalam survei ini selain mencatat tentang elektabilitas tokoh juga turut mengkaji tentang partainya. Darisana, didapati  hasil yang menunjukkan bahwa jika pemilu diadakan sekarang, PDIP mendapat dukungan terbesar, 22,1%, disusul Golkar 11,3%, PKB 10%, Gerindra 9,9%, Demokrat 8,6%, PKS 6%, dan Nasdem 4,2%. Sementara partai-partai lain di bawah 3%, dan yang belum tahu 18,8%.

Direktur riset SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa dilihat dari data tren hasil survei 2020-2021, PDIP cenderung mengalami penurunan. Pada survei Maret 2020, PDIP mendapatkan dukungan 25,9 persen suara publik. Ada penurunan sekitar 3,8 persen pada survei September 2021 menjadi 22,1%. Suara PDIP sempat naik menjadi 27,4 persen pada Oktober 2020, tapi setelah itu terus mengalami penurunan sampai sekarang.

Partai Gerindra juga mengalami hal yang sama. Pada survei Maret 2020, dukungan publik pada partai ini sebesar 13,6 persen. Suara Gerindra kemudian menurun menjadi 9,9 persen pada September 2021.

Sementara itu, pada periode yang sama, sejumlah partai terlihat mengalami penguatan dukungan. “Partai-partai yang mengalami penguatan dalam dua tahun terakhir adalah Golkar, PKB, Demokrat, PKS, dan Nasdem,” kata Deni.

Deni menyimpulkan bahwa terjadi persaingan yang cukup ketat antara partai Golkar, Gerindra, dan PKB untuk memperebutkan posisi kedua setelah PDIP.

 

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed