by

Survei SMRC: 82 Persen Publik Berpandangan Pancasila Ideal dan Tak Boleh Diubah

Kabar Damai I Sabtu, 02 Oktober 2021

Jakarta I Kabardamai.id I 1 Oktober setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pancasila adalah merupakan ideologi bangsa yang menjadi dasar dan landasan dalam kehidupan bernegara. Peranannya sakral karena lahir dari buah fikir dan perdebatan serta usaha keras para pendiri bangsa kita.

Berdasarkan asal katanya, Pancasila berasal dari Bahasa Sanskerta dan terdiri dari dua suku kata. Panca artinya lima dan sila artinya baru sendi. Sesuai dengan namanya, maka terdapat lima sila dari Pancasila tersebut seperti Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat  Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Berkaitan dengan Pancasila bukan hanya sebatas pada sebuah mata pelajaran di sekolah yang kerap dipelajari. Bukan pula karena adanya lima butir sila tanpa makna yang tidak punya fungsi dalam kehidupan, Pancasila lebih daripada itu semua.

Pancasila juga memiliki fungsi dan bentuk ideologi yang sangat ideal, bahkan peranannya tidak dimiliki oleh banyak negara lain di dunia. Mengingat hal tersebut, sebagian besar masyarakat Indonesia meyakini bahwa Pancasila adalah yang paling tepat sebagai ideologi.

Mayoritas warga, 82%, menilai “Pancasila adalah rumusan terbaik dan tidak boleh diubah atas alasan apapun bagi Indonesia yang lebih baik.” Demikian salah satu temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk ‘Sikap Publik pada Pancasila dan Ancaman Komunis’ yang dirilis secara daring pada Jumat, 1 Oktober 2021 di Jakarta.

Baca Juga: Sejarah Hari Kesaktian Pancasila: Mempertahankan Ideologi Bangsa

Survei opini publik ini digelar pada 15 – 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei yang dipresentasikan Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, menunjukkan bahwa dukungan pada Pancasila sangat kuat. Ada empat pilihan disodorkan pada responden dalam survei ini.

Pertama, Pancasila sebagian besar harus diubah untuk membuat Indonesia lebih baik.

Kedua, beberapa sila dari Pancasila perlu diubah atau dihapuskan untuk membuat Indonesia lebih baik.

Ketiga, walaupun Pancasila buatan manusia dan karena itu mungkin ada kekurangan, sejauh ini paling pas bagi kehidupan Indonesia yang lebih baik.

Keempat, Pancasila adalah rumusan terbaik dan tidak boleh diubah atas alasan apa pun bagi Indonesia yang lebih baik.

Dari empat pilihan itu, 82 persen menyatakan bahwa Pancasila rumusan terbaik dan tidak boleh diubah. Sementara yang menyatakan bahwa “walaupun Pancasila buatan manusia dan karena itu mungkin ada kekurangan, sejauh ini paling pas bagi kehidupan Indonesia yang lebih baik” sebanyak 10 persen.

Hanya 2 persen yang berpendapat Pancasila sebagian besar harus diubah dan 1 persen yang menilai beberapa sila dari Pancasila perlu diubah atau dihapus. Ada 5 persen yang menyatakan tidak tahu atau tidak jawab. Saidiman menilai temuan ini menunjukkan bahwa komitmen warga pada Pancasila sangat kuat.

 

Penulis: Rio P

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed