by

Sudhamek: Berbisnis dengan Kebersadaran Agung

-Kabar Utama-128 views

Kabar Damai I Sabtu, 17 April 2021

 

Jakarta I kabardamai.id I Indonesian Conference Religion and Peace (ICRP) menggelar sesi kedua dari ngobrol bareng tokoh. Kali ini, ICRP mengundang Sudhamek AWS selaku Chairman Garudafood sekaligus pendiri ICRP sebagai narasumber.

Pada sesi ini, Sudhamek memberikan materi mengenai Mindfullness Based Business, yang digelar pada Jumat, 16 April 2021, acara ini dilaksanakan melalui zoom meeting dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube resmi ICRP.

Menurut Sudhamek hal terpenting dalam kehidupan baik itu perihal bisnis maupun non bisnis harus selalu berdasar pada kebersadaran agung yang disebut dengan (mindfulness). Karena itu, kita semua selaku insan di dunia harus menerapkan prinsip-prinsip dalam berorganisasi dan berprofesi yang tidak mengutamakan keuntungan dan kepentingan pribadi. Namun lebih jauh dari itu, perlu adanya keinginan untuk berbagi kebaikan demi terwujudnya kehidupan yang mementingkan kebersamaan.

Baca Juga: Sudhamek, Pebisnis yang Mengedepankan Spritualitas Mengabdi Untuk Negara

Mindfullness sendiri saya anggap kebersadaran agung. Bukan semata-mata sadar atau waspada terhadap konsisi here and now, namun juga sadar dengan Tuhan Yang Maha Agung serta relasi dengan seluruh akhluk hidup. Sehingga muncullah dimensi vertical kebersadaran disini. Agung sendiri bermakna penanda dimensi spritualitas,” papar Sudhamek, Jumat 16 April 2021.

Sedangkan business adalah organisasi atau institusi yang terdiri dari sekumpulan manusia yang memiliki tujuan sama, dan bersama sama megelola organisasinya berdasarkan mindset- nya. Dari dua definisi diatas Sudhamek menjelaskan, mindfulness based business memiliki artian organisasi yang dijalankan dengan kebersadaran agung, yang sadar akan haikat manusia juga mempunyai spirit.

Sudhamek kemudia melanjutkan, “Kualitas pemikiran manusia akan menjadi pembeda antara mindfulness based business dengan profit obsessed business. Sehingga mindset pribadi menentukan bagaimana bisnis dikelola. Mindset sendiri datang dari paradigma berbasis ICA,” lanjut Sudhamek.

ICA sendiri berarti interdependent co-arising yang merupakan pola piker bahwa tidak ada satupun fenomena yang terjadi di dunia ini yang dilakukan secara sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa segala hal yang terjadi dalam dunia ini saling berkelindan, berkaitan dan berikatan antara yang satu dengan lainnya.

“Dari paradigma ICA kita akan menacari tahu tentang cara untuk selalu berpikir tentang kita bukan tentang saya dengan melakukan mindfulness practice. Sebagai pelaku business, tentunya kita ingin membangun sebuah business atau  perusahaan yang minfulness based, dengan empat inisiatif,” ujarnya.

Inisiatif pertama dengan merumuskan apa saja nilai-nilai dasar yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Nilai-nilai dasar ini dapat disebut juga dengan filosofi korporatsebuah perusahaan (corporate core values).

Inisiatif kedua adalah seleksi bisnis, untuk memulai bisnis sebuah perusahaan harus menajalankan bisnis yang sesuai dengan nilai-nilai spiritual. Intinya jangan samapai bisnis kita bertolak belakang dengan nilai-nilai spiritualitas. Jadikan spiritualitas penuntun dalam bisnis kita, menerapkan prinsip kebaikan seperti integitas, kejujuran, dan cinta kasih.

Sudhamek memaparkan kembali, “untuk inisiatif ketiga dan keempat yaitu menciptakan system yang kondusif dan membangun SDM. Nilai-nilai yang kondusif peting adanya agar nilai spiritualitas dapat terukur dan sistematis utuk kelanggengan perusahaan, sedangkan sumber daya manusia yang dibutuhkan juga harus manusia yang memiliki kebersadaran agung terhadap nilai-nilai spiritualitas,” terang Sudhamek.

Mindfulness based business refleksi pribadi untuk setiap orang menjalankan kehidupan sebagai bentuk intropeksi agar diri tetap terjaga. Dengan adanya minfulness based business Sudhamek memiliki harapan besar agar perusahaan atau organisasi lainnya pun dapat menerapkan mindfulness based business. [ ]

 

Penulis : Ai Siti Rahayu

Editor: Ahmad Nurcholish

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed