Suara Puan, Suara Rakyat: Pentingnya Representasi Gender dalam Diskusi Publik

Opini180 Views

Jakarta | Kabardamai.id | Melibatkan perempuan dalam isu-isu sosial adalah langkah penting untuk menciptakan masyarakat yang adil dan setara. Ketika semua anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, masyarakat diharapkan mampu mengatasi masalah ketidaksetaraan dan diskriminasi.

Perempuan mampu membawa pandangan, pengalaman, dan pemahaman unik ke dalam isu-isu sosial. Ketika perempuan terlibat dalam pembuatan keputusan dan perwakilan, hal ini dapat memperkaya keragaman perspektif yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah yang kompleks dan efektif. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa kelompok yang memiliki perwakilan gender yang seimbang dalam pengambilan keputusan cenderung menghasilkan keputusan yang lebih baik. Keputusan yang diambil dengan mempertimbangkan berbagai perspektif gender dinyatakan mampu mewakili kebutuhan dan aspirasi seluruh masyarakat.

Faktanya, saat ini ketidakseimbangan representasi gender masih menjadi masalah utama. Terdapat kegiatan yang hanya melibatkan pembicara laki-laki dan tidak mencerminkan keragaman masyarakat dan gagal memasukkan perspektif dan pengalaman perempuan dalam diskusi dan pengambilan keputusan.

Ketika hanya satu kelompok gender yang mendominasi pada sebuah diskusi atau kegiatan, tentu ada risiko terbatasnya keragaman pemikiran dan pandangan. Tentu, hal semacam ini dapat menghambat kreativitas dan inovasi dalam pemecahan masalah. Akibatnya, mereka mungkin enggan untuk berpartisipasi atau berbicara dalam forum.

Baca juga: Memutus KDRT untuk Menghentikan Kekerasan Intergenerasi (kabardamai.id)

Ketika perempuan dikesampingkan dalam diskusi dan kegiatan, masyarakat kehilangan potensi untuk berkontribusi besar, karena separuh populasi adalah perempuan yang tidak memiliki representasi. Penting untuk diingat bahwa kesetaraan gender bukan hanya masalah perempuan, tetapi juga masalah seluruh masyarakat. Ketika perempuan memiliki akses yang setara untuk terlibat dalam isu-isu sosial tentu akan tercipta lingkungan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi semua orang.

 

Penulis: Nurul Sayyidah Hapidoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *