Studi Singkat di Australia: Negara Multikultural yang Menghargai Keberagaman Identitas

Opini8 Views

Di awal Maret 2023, saya dan dua puluh empat pemimpin perempuan terpilih lainnya mengikuti short course Leadership for Youth Interfaith Women Leaders di Melbourne, Australia. Sebelum menginjakkan kaki di Australia, saya sudah terpesona dengan semangat inklusivitas yang ditunjukkan para warganya. Dari keberagaman identitas yang saya amati dari para pramugari maskapai Qantas Airlines, saya tahu betul ada nilai-nilai keberagaman yang menjadi pondasi dari negara Australia. Dan benar saja, ketika saya transit di Sydney, saya melihat begitu banyak majalah dinding yang memperlihatkan perayaan identitas ragam gender yang dipromosikan melalui tagline “Pride is in the Air: Proudly Celebrating Love, Equity and Diversity” oleh Sydney Worlpride 2023, Qantas Airlines, dan Sydney Gay and Lesbian Mardi Gras. Meski secara spesifik merujuk ke keberagaman gender, secara luas nilai yang mereka tunjukkan adalah inklusivitas. Saya tentu saja merasa sangat termotivasi untuk belajar di Australia. Dan saya yakin, tidak hanya Sydney, namun Melbourne pun akan menunjukkan semangat yang serupa.

Dan benar saja, ketika saya sampai di Melbourne, berkali-kali saya dibuat takjub oleh para warganya. Seperti yang terjadi ketika saya kesasar di suatu tempat, ada seorang warga yang menghampiri dan membantu mencarikan lokasi tujuan yang saya cari. Atau ketika saya memasuki toko-toko di pinggir jalan maupun di pusat perbelanjaan, ketika penjaga toko dengan tulus melayani dan menanyakan kabar saya. Juga seperti yang dialami oleh peserta short course lain, ketika mereka terjebak dalam lift gedung apartemen, ada dua orang warga kulit putih yang menolong hingga mereka sampai di depan pintu apartemennya. Hal-hal seperti ini terlihat sederhana namun memberi dampak yang luar biasa bagi saya. Saya tahu bahwa saya bisa membenarkan asumsi saya yang mengatakan bahwa Australia adalah negara multikultural yang menghargai keberagaman identitas.

Tujuan saya datang ke Australia adalah untuk mengikuti short course Australia Awards Indonesia bertajuk Leadership for Youth Interfaith Woman Leaders selama dua minggu di Deakin University, Melbourne, Australia. Selama course berlangsung, saya dan 24 delegasi pemimpin perempuan Indonesia lainnya mengikuti rangkaian short course yang terdiri dari pemberian materi dalam kelas, kunjungan, hingga berjejaring dengan tokoh, ahli, komunitas, organisasi, dan perwakilan pemerintah Australia. Selama dua minggu tersebut, kami belajar mengenai kepemimpinan perempuan, gender, keterlibatan orang muda, dialog lintas budaya dan lintas iman, pengelolaan program dan proyek, hingga mendapat kesempatan untuk bertukar pikiran dan berjejaring dengan tokoh dan ahli terkait asal Australia. Beberapa organisasi yang terlibat dalam acara ini antara lain: Darebin City Council; Youth Leadership Centre for Multicultural Youth; Department of Foreign Affairs and Trade; Department of Gender Equity, Respect and Inclusion, Diversity, Equity and Inclusion, Deakin University; WIRE Women’s Support and Information.

Short course ini tentunya sangat bermanfaat terhadap pemerolehan ilmu, ketrampilan, dan jejaring entah bagi saya pribadi maupun Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) sebagai organisasi tempat saya bernaung. Banyak hal yang bisa saya manfaatkan dari keterlibatan saya pada short course ini. Diantaranya adalah mengembangkan program-program ICRP mendatang dalam upaya untuk terus memberdayakan orang muda, khususnya perempuan, untuk terus berkontribusi terhadap usaha-usaha penanaman nilai-nilai toleransi, inklusif, dan pluralis. Ke depannya, saya akan memanfaatkan semua ilmu yang saya peroleh untuk mengembangkan award project sekaligus pilot project ICRP yaitu usaha penanggulangan krisis iklim melalui kerja lintas iman. Diharapkan nantinya hasil dari project ini dapat mengembangkan program ICRP di tahun mendatang yang tidak hanya menggabungkan isu keagamaan dan perubahan iklim, namun juga dengan isu-isu urgent lainnya.

 

Penulis : Linda Desyana Koswara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *