by

Spirit Religiusitas Pondasi Kuat untuk Jaga Ideologi Pancasila

Kabar Damai I Minggu, 19 September 2021

Cirebon I kabardamai.id I Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. mengatakan perjalanan sejarah bangsa, santri merupakan kelompok yang spesial seperti halnya para intelektual modern penggagas gerakan kebangsaan hasil Politik Etis Belanda.

Hal itu disampaikan dalam acara Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Tokoh Agama, Santri, Pendidikan, Masyarakat, Pemuda dan Komponen Masyarakat lainnya di Cirebon, Jawa Barat Kamis, 16 September 2021.

Dilansir dari laman BPIP, kegiatan tersebut dalam rangka Menyambut Hari Santri Nasional 2021 dengan tema “Santri Indonesia Siaga Jiwa Raga”.

“Pengalaman dan spirit religiusitas ternyata juga menjadi pondasi kuat untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme, sama kuatnya dengan pengalaman para intelektual kebangsaan modern”, ucapnya, dikutip dari bpip.go.id (17/9).

Bahkan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digelorakan oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari memberi amunisi yang luar biasa terhadap para pejuang.

Baca Juga: BPIP Siapkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia

“Seruan Resolusi Jihad santri pada masa itu mampu menghalau kedatangan Brigade 49 Divisi India Tentara Inggris pimpinan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, yang merupakan hasil dari rencana Agresi Militer II Belanda untuk kembali menjajah tanah air kita”, terangnya.

“Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Guru, Dosen, Mahasiswa dan para Santri, kita merupakan bagian dari darah yang mengalir dalam perjuangan itu”, imbuhnya.

Yudian juga mengakui kemerdekaan Indonesia mewariskan Ideologi Pancasila sebagai amanah bersama, bagian dari memaknai jihad yang sesungguhnya “Hubbul Wathon Minal Iman” mencintai tanah air adalah sebagian dari iman kita.

“Yang mengkhawatirkan adalah bahwa fenomena semangat keberagaman yang meningkat ini terkadang membenturkan spirit religiusitas dengan semangat kebangsaan”, ujarnya.

Ia berharap perlu belajar dari tradisi pesantren untuk cara memilih guru terbaik, cara belajar yang baik dan berusaha mengamalkan ilmu agama dengan sebaik-baiknya sehingga tidak ada lagi perbenturan antara agama dan negara.

“Ke depan, di antaranya melalui kedeputian diklat dan kerja sama dengan berbagai pihak, kami bisa menyelenggarakan  pelatihan kepada para penceramah agama, penambahan materi pencegahan ekstremisme yang mengarah pada terorisme dalam kurikulum Pendidikan Tinggi, dan penyusunan standar kompetensi aparatur yang menangani orang terindikasi radikal-ekstrimis,” pungkasnya.

Bupati: Cirebon Selalu Jaga Toleransi

Dalam kesempatan yang sama Bupati Cirebon Dr. H. Imron Rosyadi, M.Ag mengapresiasi kepada BPIP karena telah melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila di kota wali ini.

“Kami sangat bersyukur karena BPIP telah melaksanakan kegiatan ini di wilayah kami”, ucapnya.

Meskipun demikian ia menegaskan masyarakat Cirebon selalu menjaga toleransi dan pluralisme yang sudah terbangun sejak berabad-abad sejarah.

Imron juga mendorong kepada BPIP untuk terus melakukan PIP kepada masyarakat terutama generasi milenial.

“Kami juga berharap di era globalisasi ini BPIP terus hadir untuk pembinaan karena banyaknya perubahan pemahaman”, ujarnya.

Selain pada generasi muda perbedaan pemahaman yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila kerap terjadi pada pegawai BUMN bahkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun TNI, Polri.

“Selain itu yang terpenting adalah pembinaan dan pendidikan pelatihan terhadap pegawai BUMN dan Pegawai Negeri”, tandasnya.

Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Dr. Baby Siti Salamah, M.Psi mengaku pihaknya akan terus berkomitmen untuk melaksanakan PIP kepada seluruh elemen masyarakat termasuk pegawai BUMN, PNS, TNI dan Polri.

“Perubahan zaman dan berbagai tantangan global juga menuntut penyelenggaraan PIP yang lebih adaptif, akomodatif dan pendekatan partisipatif dari seluruh kelompok yang menjadi target sasaran”, ujarnya.

Selain pegawai negara santri menjadi dasar dan pengakuan negara terhadap peran santri sebagai salah satu pilar kekuatan bangsa, sehingga BPIP selalu memberikan perhatian sebagai mitra dalam pengembangan program PIP.

Kepercayaan masyarakat terhadap para tokoh juga menjadi kekuatan dalam menguatkan ideologi pancasila di masyarakat, sekaligus menjadi penjaga nilai-nilai Pancasila untuk terus hidup, dikembangkan dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan tersebut juga narasumber hadir secara daring dan luring diantaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Prof. Dr. H.M. Ali Ramdhani, Plt. Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Kusdiantoro, S.Pi., M.Sc Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. H. Syihabudin Qalyubi, Lc., M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon. [bpip.go.id]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed