by

Perempuan Inspiratif Ni Nengah Widiasih, Atlet Perempuan Powerlifting Disabilitas Indonesia

Kabar Damai I Kamis, 26, Agustus 2021

Jakarta I kabardamai.id I Saat ini 23 orang atlet putra-putri kebanggaan Tanah Air sedang bersiap dan berjuang di Paralimpiade Tokyo 2020. Salah satunya ialah sosok Ni Nengah Widiasih yang menjadi salah satu atlet perempuan Paralimpiade Tokyo 2020 di cabang olahraga angkat berat.

Ini bukan kali pertama Ni Nengah Widiasih menjadi salah satu atlet perempuan paralimpiade, sebelumnya perempuan berambut panjang ini pernah meraih medali perunggu di Paralimpiade Rio 2016.
Atas pencapaiannya itu, Ni Nengah Widiasih juga menargetkan dirinya membawa pulang medali di Paralimpiade Tokyo 2020.

Ni Nengah Widiasih sudah menggeluti dunia atlet sejak SD (sekolah dasar). Perempuan asal Bali itu cerita awalnya dia menyukai olahraga sejak dia duduk di bangku 4 SD. Saat itu, Widi- biasanya disapa, hanya iseng saja untuk mengikuti olahraga balap atletik. Tak disangka, Widi berhasil mengikuti kejuaraan seperti Pekan Olahraga Pelajar Cacat (Popcat) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Tidak lama kemudian, Widi melabuhkan hatinya ke cabor angkat berat.

Alami krisis kepercayaan diri

Di balik prestasi yang ditoreh Widi di Kancah Internasional, rupanya perempuan kelahiran 12 Desember 1992 ini sempat alami krisis kepercayaan diri karena kekurangannya. Dia cerita kalau dirinya sudah mengalami polio sejak usia tiga tahun akibat kesalahan dokter. Seiring dewasa dan masuk sekolah, Widi merasa tidak percaya diri duduk di kursi roda. Dia hanya bisa melihat teman-temannya bermain, tapi dia tidak bisa ikut bermain. Inilah yang akhirnya membuat Widi menangis ke orangtuanya.

Baca Juga: Menilik Deretan Prestasi Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

“Waktu kelas satu atau dua SD, aku lupa. Saat itu pulang sekolah, aku menangis dan memeluk kedua orangtuaku. Aku tanya sama ayah, kenapa aku berbeda?

Kenapa kakiku tidak bisa berfungsi selayaknya anak-anak, sih? Kenapa kakiku kecil? Kenapa aku enggak bisa jalan, enggak bisa berdiri?” ujar Widi. Mendengar tangisan itu, orangtua Widi pun memberikan dukungan dan kekuatan hingga bisa berprestasi seperti sekarang.

“Kamu tidak berbeda, kamu spesial. Mungkin saat ini kamu belum mengerti dan memahami apa yang terjadi denganmu, dengan kakimu.

Tapi saat kamu dewasa, kamu akan mengerti dengan baik,” kenang perempuan 26 tahun ini menirukan ucapan ayahnya.

Dari situ, Widi pun terus bangkit menjadi atlet perempuan berprestasi dari Indonesia. Sebelumnya dalam laman resmi Paralimpiade Tokyo 2020, Widiasih yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada cabang para-powerlifting disebut sebagai pesaing terberat lifter dunia lainnya di kelas 41kg putri.

Widiasih adalah peraih perunggu Paralimpiade Rio de Janeiro, Brazil pada 2016. Ketika itu, dia menempati peringkat ketiga setelah mencatatkan angkatan terbaik 95kg. Sementara emas diraih wakil Turki Nazmiye Muratli dengan 104kg dan perak diraih Zhe Chui asal China dengan 102kg. Namun untuk meraih emas, perjalanan Widi diprediksi tak mudah di Paralimpiade Tokyo.

Sebab, dia akan bersaing dengan Guo Lingling yang merupakan seorang juara dunia dua kali pada 2017 dan 2019. Dia juga saat ini memegang rekor dunia dengan total angkatan 118kg saat tampil di Kejuaraan Dunia 2019 di Nur-Sultan, Kazakhstan. Kemudian ada nama Noura Badour dari Suriah yang merupakan peraih perunggu di Kejuaraan Dunia 2019. Satu lagi yang akan menjadi lawan berat Widi yakni Leidy Rodriguez dari Kuba yang disebut bisa membuat kejutan. Dia adalah peraih emas dalam Parapan American Games 2019 di Lima, Peru.

NPC Indonesia sendiri mencanangkan perunggu untuk cabang para-powerlifting. Dengan persiapan matang yang telah dilakukan, Widi diharapkan mampu memberikan medali pertama untuk Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo.

Widiasih adalah peraih perunggu Paralimpiade Rio de Janeiro, Brazil pada 2016. Ketika itu, dia menempati peringkat ketiga setelah mencatatkan angkatan terbaik 95kg. Sementara emas diraih wakil Turki Nazmiye Muratli dengan 104kg dan perak diraih Zhe Chui asal China dengan 102kg. Namun untuk meraih emas, perjalanan Widi diprediksi tak mudah di Paralimpiade Tokyo.

Sebab, dia akan bersaing dengan Guo Lingling yang merupakan seorang juara dunia dua kali pada 2017 dan 2019. Dia juga saat ini memegang rekor dunia dengan total angkatan 118kg saat tampil di Kejuaraan Dunia 2019 di Nur-Sultan, Kazakhstan.Kemudian ada nama Noura Badour dari Suriah yang merupakan peraih perunggu di Kejuaraan Dunia 2019.

Satu lagi yang akan menjadi lawan berat Widi yakni Leidy Rodriguez dari Kuba yang disebut bisa membuat kejutan. Dia adalah peraih emas dalam Parapan American Games 2019 di Lima, Peru.

NPC Indonesia sendiri mencanangkan perunggu untuk cabang para-powerlifting. Dengan persiapan matang yang telah dilakukan, Widi diharapkan mampu memberikan medali pertama untuk Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo.

 

Biodata Singkat

Nama: Ni Nengah Widiasih
Tempat Tanggal Lahir: Karangasem, Bali, 12 Desember 1992
Cabang Olahraga: Para Powerlifting

Prestasi

Perunggu – ASEAN Para Games Thailand 2008
Perak – ASEAN Para Games Malaysia 2009
Emas – ASEAN Para Games 2011 Indonesia
Perak – Asia Open Championship 2012 Malaysia
Perunggu – World Championship 2014 Dubai
Perak – Asian Open Championship 2015 Kazahstan
Emas – Asian Para Games 2015 Singapura
Emas – Asia Champhionshipaysia
Perunggu – Paralimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brazil
Emas – World Cup Hungaria 2019
Emas – Powerlifting World Cup Thailand 2021
Perunggu – WPPO World Cup Dubai 2021

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed