by

Songsong Hari Raya Suci Nyepi, PHDI dan MDA Bali Keluarkan Surat Edaran Bersama

Kabar Damai | Sabtu, 13 Maret 2021

 

Klungkung | kabardamai.id | Menyongsong Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943 yang akan jatuh pada tanggal 14 Maret 2021, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali mengeluarkan surat edaran bersama tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali.

Surat dengan nomor 009/PHDI-Bali/I/2021 dan 002/MDA-Prov Bali/I/2021 bertanggal 19 Januari 2021 ini ditandatangani langsung oleh Ketua PHDI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sudiana dan Bandesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

Dalam surat yang diketahui pula oleh  Gubernur Bali Wayan Koster ini disampaikan Sembilan (9)  hal kepada seluruh masyarakat Bali terkait pelaksanaan hari raya suci tersebut.

Pertama, masyarakat diminta menaati dan melaksanakan dasar hukum yang terkait dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran COVID-19.

Kedua, pelaksanaan Melasti Tawur Kesanga dilaksanakan di pantai, danau, campuhan, beji terdekat. Pamelastian tidak harus dilakukan di pantai, melainkan di sumber air terdekat. Bahkan Desa Adat yang tidak melaksanakan Melasti, dapat melakukan Melasti dengan cara Ngubeng.

Ketiga, Upakara Melasti ditambahkan dengan banten Guru Piduka, salaran ayam itik, tipat kelanan, dan pakelem itik bagi yang Melasti di segara.  Untuk yang Melasti di Danu, Beji atau Campuhan, upakaranya ditambahkan Caru Panglebar Sasab Merana. Sedangkan bagi yang Nubeng atau Ngayat, ngaturang Caru Panglebar Sasab Merana di Pangulun Setra.

Baca juga: Sudahi Kebingungan Masyarakat Mengenai Imlek

Keempat, Upakara Tawur dilaksanakan secara serentak pada tanggal 13 Maret 2021 (Saniscara Pon Gumbreg) dengan tingkatan Tawur Agung di Bencingah Agung Besakiuh, Tawur Labuh Gentuh di Catuspata Kabupaten/Kota, dan Tawur Manca Kelud di Catus Pata Desa Adat. Sedangkan upacara di tingkat keluarga disesuaikan dengan surat edaran PHDI Provinsi Bali.

Kelima, Tawur Agung yang dilaksanakan akan disertai dengan upacara Segara Kerthi ataupun Danu Kerthi. Upacara Segara Kerthi dilaksanakan di segara Pura Batu Mejan, Pura Slayukti, Pura Wimukti, Pura Indra Kusuma, Pura Segara Gilimanuk, Pura Pabean, Pura Ponjok Batu, Pura Dalem Batu Grombong dan Pura Segara Danu Songan. Sedangkan upacara Danu Kerthi dilaksanakan d Pura Jati Danu Batur, Pura Ulun Danu Bratan, Danu Buyan dan Danu Tambingan.

Keenam, pengarakan ogoh-ogoh ditiadakan karena bukan merupakan rangkaian wajib hari suci Nyepi.

Ketujuh, Melasti, Tawur, Pangrupukan dilaksanakan dengan membatasi jumlah peserta maksimal 50 orang. Juga diharapkan agar peralatan untuk nyiratang tirta dan bija menggunakan peralatan yang bersih, tidak diperbolehkan menyalakan petasan ataupun mercon, serta pelaksana upacara agar mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Sedangkan umat yang sakit atau kurang sehat diharapkan untuk tidak mengikuti rangkaian upacara.

Kedelapan, umat Hindu diharapkan melaksanakan Catur Brata Panyepian dengan sradha bhakti. Sedangkan harapan bagi umat lain di Bali dicantumkan pada poin sembilan, yaitu diharapkan agar secara bersama-sama mendukung dan menyukseskan pelaksanaan hari suci Nyepi dengan tetap menjaga dan merawat kerukunan antar umat beragama. #salamgemasanti

 

Sumber: phdiklungkung.or.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed