by

Sistem Infaq (Candah) dalam Ahmadiyah

Kabar Damai I Selasa, 02 Agustus 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Sebagian memandang bahwa dakwah yang dilakukan oleh Ahmadiyah dibiayai oleh Inggris, padahal hal tersebut merupakan tuduhan yang keliru. Dakwah Ahmadiyah diseluruh dunia, pembangunan masjid, rumah sakit, sekolah-sekolah diseluruh pelosok dunia, program penerbitan Quran, pengoperasian satelit untuk muslim televisi murni semua didanai oleh Ahmadiyah sendiri.

Mubalik Luthfi Julian Putra dalam kanal Ahmadi Talk menjelaskan tentang candah atau infaq dalam Ahmadiyah.

Diawal pemaparannya ia meyatakan bahwa sejak mengakui kedatangan Al-Masih. Muslim Ahmadiyah senantiasa mendukung ajaran Islam Ahmadiyah itu sendiri.

“Setelah menerima Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Al-Masih yang dijanjikan, para ahmadi tentunya bertekad dimanapun berada dan apapun akan mendukung selalu penyebaran ajaran Islam Ahmadiyah keseluruh belahan penjuru dunia,” ungkapnya.

Dalam mendukung dakwah dan program Ahmadiyah, Ia menyatakan tentang pentingnya uang atau pendanaan.

Baca Juga: Dimensi Kemanusiaan dalam Bersedekah

“Kita hidup di dunia yang mana uang merupakan segalanya dalam menjalankan sesuatu. Kita saksikan dalam rumah tangga-rumah tangga diperlukan uang untuk menafkahi keluarga. Begitu juga organisasi-organisasi di dunia dimanapun memerlukan dana atau uang untuk menjalankan roda keorganisasian, dan Ahmadiyah tidak terkecuali,” tambagnya.

Lebih jauh, ia menuturkan Ahmadiyah memerlukan dana untuk menjalankan roda keorganisasiannya dan untuk menyebarkan pesan ajaran indah pesan Ahmadiyah keseluruh penjuru dunia. Sebagaimana firman Allah yang artinya ‘Kamu tidak akan pernah mencapai kebaikan sempurna, sebelum kamu menginfaakkan sebagian harta yang kamu cintai,”.

Dari hal ini para Ahmadi berusaha melaksanakannya dengan menginfakkan, mendonasikan uangnya, sebagain rejeki yang mereka terima dari Allah dijalan Allah semata-mata demi mencari ridho Allah dan menjalin kedekatan kepada Allah.

Berdasarkan penjelasan diatas, ia menegaskan bahwa semuanya dilakukan secara sukarela bagi para Ahmadi.

“Yang perlu digarisbawahi, para ahmadi memberikan infaqnya, memberikan candahnya dijalan Allah dengan suka rela, tidak dengan paksaan,” kata Lutfhi.

Ia juga menjelaskan, kemana aliran uang yang terkumpul dari candah itu kemudian dimanfaatkan. Ada banyak yang diberikan atau yang dikerjakan oleh Ahmadiyah dengan uang ini. Sebagai contoh untuk mencetak Al-quran dan disebarkan keseluruh penjuru dunia dan alhamdulillah Ahmadiyah lebih kurang sudah menerjemahkan Al-quran ke 70 bahasa dimana orang-orang yang memiliki bahasa tersebut dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari terjemahan yang Ahmadiyah telah terjemahkan,”.

Kemudian membangun masjid-masjid yang bukan hanya di kota tapi di daerah-daerah, didesa-desa itupun memerlukan uang atau dana. Kemudian mencetak brosur, buku-buku, literatur untuk menyebarkan indahnya Islam keseluruh pelosok dunia.

Ada juga untuk para yatim piatu, para janda dan sebagainya. Masih banyak lagi cabang-cabang dana yang diberikan oleh Ahmadiyah yang mana dana ini disebarkan keseluruh penjuru dunia untuk semata-mata tersebarnya pesan indah Islam ke pelosok-pelosok dunia.

Terakhir, kembali ia tegaskan bahwa semua yang terkumpul ini diperoleh melalui keikhlasan para ahmadi demi mendapatkan ridho Allah.

“Satu hal yang perlu dicatat adalah para Ahmadi membayar candah atau menginfaqan harta nya dijalan Allah semata-mata demi ridho Allah dan meraih kedekatan kepada Allah,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed