Semarak Perayaan Natal di Arab Saudi

Kabar Utama1485 Views

Kabar Damai I Minggu, 26 Desember 2021

Arab Saudi I kabardamai.id I Sejumlah warga asing yang menetap di Arab Saudi membeberkan bebas merayakan natal. Perayaan hari besar umat Kristen itu bahkan kian semarak di Saudi di bawah pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Padahal, mereka dahulu pernah mendengar bahwa perayaan natal di negara itu pernah dirayakan secara sembunyi-sembunyi.

Salah satu warga asing itu adalah Sydney Turnbull. Ia berasal dari Amerika Serikat, dan sudah tujuh tahun di Saudi.

“Anda dengar cerita-cerita orang menyelundupkan pohon Natal dan merayakan secara pribadi, tapi Anda tak pernah melihat dekorasi atau festival lampu penuh warna di luar seperti di Amerika,” katanya seperti dikutip CNN Indonesia dari Arab News, Jumat (24/12).

Seiring waktu semua itu telah berubah. Ornamen dan aksesoris Natal dapat kita lihat di jendela toko dan produk hadiah berjajar di rak-rak.

Saat pertama menginjakkan kaki di Saudi, Turnbull mengaku perayaan Natal dilakukan secara ketat dengan pintu tertutup.

Mulai dari kafe hingga restoran berubah menjadi negeri musim dingin, manusia salju berhiaskan berlian, dekorasi, dan ornamen untuk dijual.

“Starbucks menawarkan minuman cangkir bertema liburan (Natal), sama dengan yang dimiliki teman dan keluarga saya di rumah,” ungkap Turnbull.

Dia semakin terkejut saat melihat Bateel (kafe dan restoran lokal) sekarang menawarkan kalender selamat datang.

Baca Juga: Melihat Ragam Praktik Toleransi Saat Natal

“Kemarin, saya menerima email dari restoran top di Riyadh yang menawarkan perayaan Malam Tahun Baru. Ini tidak akan pernah terdengar beberapa tahun lalu,” terang dia.

Turnbull, seperti diwartakan CNN Indonesia (25/12) juga memperhatikan lebih banyak ekspatriat yang secara terbuka merayakan libur Natal di Arab Saudi kali ini.

“Rekan-rekan saya di Saudi bahkan memberi saya hadiah Natal, sikap yang sangat baik dan bijaksana, dan hanya contoh lain betapa hangat dan ramahnya orang-orang di sini,” paparnya.

Dia bahkan akan makan siang Natal bersama dengan teman-teman Saudi dan ekspatriat yang sudah dianggap sebagai keluarga kedua.

“Setelah itu, saya mungkin akan menghabiskan malam dengan menonton film Natal klasik dengan secangkir cokelat panas dan keluarga serta teman-teman FaceTiming untuk mengucapkan selamat Natal kepada mereka.”

 

Keterbukaan di Saudi

Suka cita natal itu juga dirasakan Enrico Catania, warga Italia yang tinggal di Jeddah. Ia mengatakan perayaan tahun ini akan sedikit berbeda karena pandemi Covid-19 dan pembatasan perjalanan.

Dia merayakan Natal dengan teman-teman seperti biasa, namun tidak akan bertemu keluarga.

Keterbukaan yang terjadi di Saudi perayaan akan membuat Catania merasa lebih betah.

“Kami selalu menikmati ini dengan orang-orang terdekat dan tersayang, tetapi ada pelonggaran sejak 2015 dalam merayakan budaya yang hampir tidak diizinkan pada periode menjelang 2015,” imbuh Catania.

Meskipun secara umum, dan dalam beberapa waktu terakhir, kesadaran dan penerimaan kebiasaan budaya seperti itu meningkat namun tetap ada perbedaan budaya, lanjutnya.

Sementara itu, Ashwag Bamhafooz, ibu rumah tangga Saudi asal Jeddah, mengaku diundang untuk merayakan Natal bersama teman-teman suaminya dari Filipina.

“Keluarga ibu saya, meskipun mereka Sunni Lebanon, merayakan Natal dan saling memberi hadiah,” ujar Bamahfooz.

Ia mengaku tak masalah merayakan Natal dan Tahun Baru seperti merayakan tahun Hijriah.

Bamahfooz juga senang dengan langkah Kerajaan yang mulai toleransi dan penerimaan yang lebih besar terhadap orang lain.

Di bawah pemerintahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Saudi terlihat ingin mendorong budaya toleransi untuk menciptakan suasana yang ramah dan merayakan nilai perbedaan serta keragaman.

Kerajaan telah memberikan perhatian besar untuk mendorong koeksistensi, penerimaan, dan asimilasi budaya asing di masyarakat dengan menghilangkan polisi agama.

Hal itu disebut membuat pengunjung dan ekspatriat tak merasa dikecualikan atau dipaksa mengambil kebiasaan yang bukan miliknya.

 

Tingkatkan Toleransi

Kerajaan Arab Saudi memang telah berupaya untuk menginkatkan toleransi beragama. Pada Maret 2018 lalu, Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga pernah mengadakan pertemuan pribadi di London dengan Uskup Agung Canterbury Justin Welby, di mana mereka membahas reformasi yang sedang berlangsung di Arab Saudi.

“Putra Mahkota membuat komitmen kuat untuk mendorong berkembangnya tradisi agama yang berbeda, dan untuk dialog antaragama di dalam dan di luar Kerajaan,” kata kantor uskup agung.

Pada September 2019, delegasi pemimpin Kristen evangelis juga pernah mengunjungi Arab Saudi dan mengadakan pertemuan yang bertujuan untuk mempromosikan kerukunan antaragama.

Kelompok yang dipimpin seorang penulis Amerika, Joel Rosenberg  diterima oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pertemuan tersebut menekankan pada upaya untuk mempromosikan toleransi beragama serta untuk memerangi ekstremisme dan terorisme. [CNN Indonesia/Republika]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *