by

Semangat Hijrah, Semangat Membawa Perubahan

Kabar Damai I Jumat, 13 Agustus 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Haedar Nashir, ketua Umum PP Muhammadiyah mengucapkan selamat merayakan tahun baru Islam bagi seluruh muslim di Indonesia dan seluruh belahan dunia. Menurutnya, berbicara tentang tahun baru Islam sangat lekat dengan proses hijrah dan bukan sekedar seremoni semata.

“Hijrah adalah momentum yang selalu menjadi dan melekat dengan kehadiran tahun baru Islam. Kehadiran tahun baru Islam dengan semangat hijrah tentu bagi kaum muslimin tentu bukan sekadar merupakan ritual seremonial dari pergantian waktu tetapi memiliki semangat kesejarahan dan keagamaan yang luhur dan utama,” ungkapnya.

Sebagaimana dalam firman Allah yang artinya ‘sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang berhijrah dan berjihad dijalan Allah mereka itulah orang-orang yang mengharapkan kasih sayang Allah, dan Allah maha pengampun maha pengasih’ (Q.S Albakarah: 218). Maka jadikan tahun baru ini sebagai semangat hijrah untuk mengimplementasikan spirit menghadirkan perubahan sebagaimana makna hijrah yakni berpindah atau berubah.

Ia juga memaparkan, hijrah yang menandai kehadiran tahun baru Islam, tahun baru hijriah harus memiliki makna perubahan dari kehidupan organisme yang menuhankan segala hal dimuka bumi ini selain Allah menuju pada kehidupan tauhid yang membebaskan, mencerahkan, mencerdaskan dan membawa kehidupan dibawah sinar nilai-nilai ilahi.

Hijrah juga mengandung makna peralihan atau pergantian dari kehidupan dari segala bentuk kegelapan dalam hidup, kebodohan, ketertinggalan, keterbelakangan, ketidakadilan dan segala macam yang menunjukkan kehidupan yang tidak baik menjadi kehidupan yang maju, adil, bermartabat, berkeadaban, berkeadilan, makmur, berkemajuan dan memiliki kedaulatan sebagai insan dan bangsa yang memiliki kehormatan.

Baca Juga: Mengenang Hijrah Nabi Muhammad SAW dan Syiar Walisongo

Hijrah sebagai sebuah perpindahan juga sejatinya dapat dijadikan sebagai sebuah ikhtiar dalam membangun berbagai sektor dalam kehidupan.

“Hijrah sebagai proyeksi teologis dan juga lebih jauh harus menjadi ikhtiar membangun kehidupan membawa pada berkemajuan disegala bidang kehidupan,”.

“Ketika kaum muslimin bangsa Indonesia masih berada pada kondisi yang belum sepenuhnya maju dibidang pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, politik, budaya dan bergagai aspeknya. Maka jadikan tahun baru hijriyah sebagi ikhtiar hijrah keumatan dan kebangsaan menuju pada peri kehidupan yang berkemajuan,” jelasnya.

 

Bagi Haedar Nashir, tahun baru hijriyah juga harus kita maknai sebagai hijrah kolektif bagi segenap kaum muslimin untuk mengatasi pandemic covid-19. Ditengah bangsa atau dunia yang menghadapi musibah yang berat ini dimana jutaan saudara di dunia bahkan ratusan ribu saudara sebangsa dipanggil Allah terkait wabah ini dan banyak yang sakit terpapar wabah ini dengan segala derita dan dampaknya maka kaum muslimin harus menjadi kekuatan yang berada digarda depan sebagai uswah hasanah yang memberi solusi bagi usaha mengatasi pandemi.

Melalui semangat kolektif tersebut, sebagai umat dan bangsa kita akan mampu menghadapi pandemi yang berat ini dengan semangat hijrah yang menumbuhkan optimisme, nilai-nilai tauhid yang konstruktif dan dinamis, nilai-nilai keagamaan yang cerdas dan cerah dan memberi solusi serta kebersamaan atau ukhuah yang mampu hadir sebagai kekuatan kolektif kita bahwa kita mampu menghadapi musibah ini karena kita bersama.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed