by

Selain Kotak Amal, Kelompok Teroris JI di Lampung Juga Investasi Kebun Kurma

Kabar Damai I Senin, 15 November 2021

Lampung I kabardamai.id I Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) diduga mengisi pundi-pundinya tak cuma melalui penyebaran kotak amal dari Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ ABA). Kelompok itu ternyata juga berinvestasi dengan cara berbisnis kebun kurma. Bukan hanya berjualan, mereka bahkan memiliki perkebunan kurma di Gunung Megang, Kecamatan Pulopanggung, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Fakta itu diketahui berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka teroris Ir S yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Lampung, beberapa waktu lalu. Kepada polisi, S mengaku bisnis kurma itu menjadi program yang dicanangkan LAZ ABA.

“Pada saat Munas LAZ Aba 2019 disampaikan sosialisasi program LAZ ABA di antaranya terkait pemberdayaan perkebunan kurma,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/11/2021).

Ramadhan menyampaikan LAZ ABA juga tengah mencanangkan penanaman kurma baru yang kini dalam proses pembuatan lubang di Gunung Megang, Pulau Panggung, Tanggamus, Lampung. Ia menyampaikan penanaman kurma baru itu disediakan di atas tanah wakaf seluas 4 hektare.

Lahan itu dibeli LAZ ABA dari seseorang berinisial S dengan harga Rp400 juta. Ia memastikan lahan itu dikelola bukan perusahaan resmi dan tidak berbadan hukum. Status tanah itu masih atas nama S. Namun, Ramadhan belum mengungkap sosok S.

“Sudah disiapkan lahan tanah wakaf dan 4 hektare lahan rencana akan ditanami pohon kurma, di mana 2 hektare merupakan wakaf dari S dan 2 hektare dibeli oleh ABA dari S seharga Rp400 juta, namun masih kurang Rp175 juta,” ujarnya.

Baca Juga: Pemuda Indonesia harus Bersatu dan Bangkit melawan Radikalisme dan Terorisme

Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror Polri menangkap 8 anggota teroris Jamaah Islamiah (JI) di wilayah Lampung sejak Minggu (31/10/2021). Mereka yang ditangkap mayoritasnya adalah pengurus LAZ-ABA Lampung.

LAZ ABA adalah yayasan yang terafiliasi teroris Jamaah Islamiyah. Yayasan itu bertugas menghimpun dana dari masyarakat. Salah satunya lewat penyebaran kotak amal ke masyarakat. “Setiap bulan rata-rata untuk BM ABA Lampung berhasil menghimpun dana sebesar 70 juta per bulan,” kata Kombes Aswin Siregar.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror melakukan pendalaman terhadap terduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) bernama IR Suprihadi. Pelaku ditangkap di kawasan Lampung beberapa waktu lalu.

“Pendalaman terhadap IR Suprihadi didapatkan. Pada saat munas Laz Aba 2019 disampaikan sosialisasi program Laz Aba di antaranya terkait pemberdayaan perkebunan kurma,” kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (12/11).

Dia menjelaskan, untuk melakukan penanam kurma itu sendiri baru pada tahap proses pembuatan lubang. Tim Densus 88 masih menyelidiki soal perkebunan kurma tersebut.

“Sudah disiapkan lahan tanah wakaf dan 4 hektar lahan rencana akan ditanami pohon kurma di mana 2 hektar merupakan wakaf dari Subiyanto dan 2 Hektare dibeli oleh ABA dari Subiyanto seharga Rp400 juta, namun masih kurang Rp175 juta. (status tanah masih atas nama Subiyanto),” ujar dia.

Untuk letak tanah itu sendiri disebut Ramadhan berada di Tanah Jawa, Gunung Megang, Kecamatan Pulopanggung, Kabupaten Tanggamus.

“Dikelola bukan perusahaan resmi dan tidak berbadan hukum,” sebutnya.

Diketahui, Densus 88 antiteror telah menangkap tujuh orang terduga teroris atas nama inisial SU (61), SK (59), DW alias DRS (47), F (34) AA (42), S (47), NA (42) dan P alias Mas PUR Bengkel (40). Mereka yang ditangkap itu di wilayah Lampung di lokasi dan waktu yang berbeda-beda.

Kelompok teroris JI dinilai Pengamat punya Militansi yang Kuat

Aparat Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri dalam dua pekan terakhir telah mengamankan lebih dari 1.000 kotak amal milik kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Lampung. Karena kotak amal tersebut disalahgunakan untuk dana operasi JI.

Direktur Indonesia Intelegence Institute Ridlwan Habib mengapresiasi kinerja dari Densus 88. Mengingat pengungkapan terhadap kelompok teroris jaringan JI ini sudah terjadi kurang lebih sejak enam bulan silam.

“Salut terhadap kegigihan Densus 88 Polri yang terus berupaya membongkar jaringan ini dan ini harus kita dukung,” ujar Ridlwan dalam tayangan Metro Pagi Primetime di Metro TV, Kamis (11/112021).

Bahkan Ridlwan menyebut JI memiliki militansi yang luar biasa. Hal ini terlihat dari proses kaderisasi yang terus berjalan dan kotak amal yang tetap diedarkan, meski tokoh-tokoh kunci JI sudah tertangkap.

“Militansi yang luar biasa dari kelompok JI, mereka tidak gentar walaupun orang orang yang menjadi kuncinya itu sudah tertangkap,” kata Ridlwan seperti dikutip medcom.id.

Dari penelitian yang sudah dilakukan sejak tahun 1999, Ridlwan memperkirakan simpatisan JI saat ini sudah mencapai 6.000 orang. Kemudian, yang tertangkap sekitar 180 orang.

Ridlwan menjelaskan penangkapan tokoh kunci kelompok JI merupakan strategi dari Densus 88, mengingat aparat tidak bisa menangkap semua simpatisan JI. Penangkapan tersebut bertujuan untuk dapat memberikan efek jera terhadap anggota JI lainnya.

“Densus 88 punya strategi, sehingga dilakukan penangkapan bertahap diambil tokoh kuncinya dahulu dengan harapan anak buahnya bisa jera dan menghentikan tindakannya,” jelas Ridlwan [damailahindoesiaku.com]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed